Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 15 : King and Queen university


__ADS_3

...Happy Reading...


...📖...


Suasana meja itu seketika hening membuat semua orang diam dalam pemikiran masing masing. Sampai tiba tiba. . .


"Anj*Ng, , ". Celetuk Gea dengan tiba tiba membuat semua orang yang ada dimeja itu menatap ke arah Gea karena ada yang menendang kaki nya di bawah meja.


"Maaf kak keceplosan". Ucap Gea kepada kakak senior nya tidak enak. Sedangkan si pelaku hanya menahan tawa yang mungkin akan meledak.


Gea menatap orang di hadapannya yang menahan tawa. Gea menatapnya dengan tatapan tajam, ia sangat kesal dengan cowok rese itu.


Sampai gak lama Jesica datang dengan membawa nampan berisi bakso dan es teh manis untuk mereka makan.


Mila yang duduk di samping Gea yang masih menatap Yuda dengan tajam gak senagaja mangkuk panas itu terkena tangan Gea.


"Awww. . . Mila panas tahu". Rengek Gea dengan wajah gemes.


"Maaf ge gue gak sengaja".


Tapi tiba tiba ada yang melempar makanan ringan mengenai kening gea yang membuat Gea kembali menatap ke arah depan. Dia tahu siapa pelakunya.


"Ck apaan sih,, rese banget jadi cowok". Ucap Gea kepada Yuda. Lalu melempar cemilan dihadapannya untuk membalas perbuatan tadi.


Wajah gemas Gea berubah lagi menjadi wajah kesal. Tapi tidak membuat semua orang yang melihat nya mengalihkan pandangannya dari wanita cantik itu.


Bahkan Gea pun gak sadar kalau lagi dilihatin sama semua orang jika Mila tidak memperingati dia. " Lo biasa diam gak, sekarang lo jadi pusat perhatian seisi kantin". Bisik Mila ditelinga Gea.


Gea yang mendengar itu merubah ekspresi nya menjadi dingin tanpa menatap kemanapun, ia makan makanan itu dengan perlahan tanpa ingin melakukan apapun lagi. Gea membiarkan Yuda melakukan apapun yang penting makannya cepat selesai dan biasa langsung pergi dari sana.


Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt


Ponsel Gea berdering membuat acara makannya berhenti. Ia melihat nama sekertaris nya yang menelpon.


"Hello".


"Maaf nona mengganggu, ada berkas yang harus ditandatangani.. mau nona apa saya serahkan ke Presdir saja nona??". Ucap sekertaris Gea di sebrang telpon.


"Kamu serahkan aja sama papi nanti, saya gak bisa ke kantor besok, kepastian saat papi pulang besoknya akan langsung berangkat ke kantor".


"Baik nona kalau begitu, maaf mengganggu nona".


"Iya tidak masalah".


Pip, , , !!!!


Panggilan dimatikan membuat Gea ingin melanjutkan acara makannya tapi gak senagaja Gea melihat semua mata yang ada dimeja itu tertuju pada dirinya.


"Ada apa??". Tanya Gea heran.


Semua orang tidak ada yang menjawab hanya tersenyum kearah Gea. Tapi Gea gak tahu senyum an apa yang mereka berikan.


Hal itu membuat nafsu makannya hilang padahal tinggal beberapa suap lagi.


"Gue berangkat dulu, nanti palingan gue cepet kembali ke kampus". Ucap Gea setelah minum.


"Gue sama Mila tunggu disini, kalau nggak lo telpon kalau udah balik".


"Iya gue palingan sebentar". Seru Gea melihat riasan wajahnya yang takut berantakan.


"Lo mau kamana ge??". Tanya Rio penasaran.


"Aku mau jemput bonyok di bandara kak, sekalian ambil oleh oleh". Ucap Gea dengan tersenyum lebar bangun dari duduknya. Lalu. .

__ADS_1


"Awas lo cowok rese". Celetuk Gea melempar cemilan itu ke wajah Yuda lalu pergi meninggalkan meja itu dengan menjulurkan lidah.


Yuda yang melihat itu mengangkat jari tengahnya ke arah Gea dengan kesal. Semua orang yang melihat itu merasa heran. Kenapa raja dan ratu kampus tidak akur padahal mereka terlihat tidak saling mengenal.


30 menit perjalanan kampus - bandara - rumah tidak membuat Gea menghabiskan waktu lama.


Saat ini Gea ada di rumah sedang membongkar koper yang berisi oleh oleh yang dibawa orang tuanya dari 2 negara berbeda.


"Wah cokelat, , mami banyak banget beli cokelatnya??". Tanya Gea saat melihat banyak cokelat di dalam koper.


"Ya sayang ini kan cokelat kesukaan kamu saat di London, mami masih ingat kamu selalu menyimpannya banyak di kamar padahal gigi kamu lagi sakit."


"Dan papi datang memarahi Gea". Sambung Gea dengan menatap sang papi dengan tatapan kurang bersahabat.


"Siapa suruh gigi udah ompong terus aja makan coklat." Bela papi Phoenix.


"Tapi -".


"Udah jangan berdebat. Katanya kamu harus balik ke kampus lagi". Lerai mami Lisa.


"Iya mi,, Gea minta beberapa cokelatnya ya buat teman teman Gea di kampus". Pinta Gea dengan puppy eyes.


"Boleh sayang ambil semau kamu". Ucap sang mami.


Gea langsung mengambil paper bag kecil mengisinya dengan 10 buah cokelat dan membuka satu untuk menemaninya di perjalanan nanti.


Setelah pamit, Gea berangkat sambil makan cokelat kesukaannya dari London. Awal mula Gea suka cokelat itu saat pertama kali kakeknya memberikannya saat ulang tahun yang ek 3 tahun. Dari sana Gea selalu ingin membeli cokelat itu sampai sekarang.


Beberapa menit Gea sampai di palkiran kampus. Ia berjalan membawa papar bag yang berisi cokelat dengan satu tangan memegang ponsel untuk menelpon Jesica.


"Je lo dimana?? Gue udah di kampus nih". Ucap Gea yang terus berjalan.


"Gue masih di kantin lo kesini aja,, masih 1 jam lagi masuk kelasnya juga". Ucap Jesica.


Pip, , !!!


Gea yang sudah tahu keberadaan mereka langsung mematikan panggilan itu menghiraukan ucapan Mila yang tidak bermutu.


Sampai di kantin masih sama Yuda cs masih ada disana tapi pengunjung kantin tidak ramai seperti sebelumnya.


Gea meletakan paper bag itu diatas meja yang langsung diambil olah mila.


"Wih cokelat, gue udah lama gak makan cokelat ini". Seru Mila mengambil 5 cokelat.


"Ck, , bagi bagi jangan serakah, dirumah masih banyak". Ucap Gea mengambil cokelat itu lalu memberikannya pada yang lain kecuali Yuda.


"Aku gak kebagian". Ujar Yuda menatap Gea.


"Lo siapa??". Ucap Gea dengan nada menyebalkan.


"Cewek rese".


Gea hanya menjulurkan lidahnya tanpa menjawab yang pasti gak bakal ada ujungnya.


Gea makan cokelat itu sambil menatap ke arah Yuda sambil menggodanya sesekali mendekatkan ke arah Yuda.


Lama kelamaan, tiba tiba Yuda memegang tangan Gea dan memakan cokelat bekas gigitan Gea dengan cepat. Apalagi Yuda menarik cokelat itu sampai habis.


"Yudaaaa, , , ". Teriak Gea cemberut.


Sekarang tinggal Yuda yang menjulurkan lidahnya ke arah Gea.


Gea dengan kesal meremas bungkus cokelat itu lalu melemparnya ke arah Yuda yang terus meledek dirinya yang bertambah kesal.

__ADS_1


Semua orang yang ada disana hanya bisa menyaksikan tim and Jerry yang gak pernah akur. Jika bertemu selalu seperti ini kelakuan mereka. Mau itu Yuda/Gea yang memulai mereka berdua sama saja.


******


Setalah bokapnya Gea pulang dinas, dia selalu berangkat ke kampus dan jarang pergi ker perusahaan.


Seperti awal, Gea hanya akan membantu pekerjaan kantor dari belakang, serta bokapnya akan mengirimkannya lewat email seperti sebelumnya.


Seminggu kemarin Gea selesai ujian dan sekarang mata kuliah nya hanya sedikit. Tidak terlalu sibuk palingan 1-2 mata kuliah per hari itupun kadang kosong.


Setelah kejadian di kantin waktu itu kini Gea dan Yuda selalu berantem tidak pernah akur. Gea cs dan Yuda cs terlihat lebih banyak menghabiskan waktu di kampus bersama tapi begitulah, tom and Jerry akan beraksi. Sampai sampai yang lain akan malas untuk memisahkan mereka berdua. Tapi untuk diluar kampus mereka jarang untuk bertemu. Gea yang diajak Han out selalu menolak ntah karena alasan apa.


"Ge liburan yuk sekali kali males gue lagian Minggu ini kita jarang ada kelas". Ucap Mila dengan wajah melas. "Yang dekat saja jangan yang jauh".


"Gue setuju, lagian gue juga gak terlalu sibuk di kantor. Bokap gue bisa handel semuanya.. Lo ge gimana??". Sahut Jesica.


"Sama sih, tapi kemana??".


"Kemana aja, Bali atau kemana kek".


"Ya udah kalian cari waktu aja. Gimana kalau kita ke Bali aja lihat resort gue yang baru dibangun". Usul Gea.


"Boleh tuh.. gue setuju". Ucap Mila dengan heboh.


"Gue juga. Fiks ya cari waktu awas kalau gak jadi".


Saat asik ngobrol di kantin disela sela makan, tiba tiba mata Gea ditutup seseorang dengan erat.


"Anj*Ng bulu mata gue kejepit, , ". Celetuk Gea


Dari bau yang Gea cium ia bisa mengenali bahwa yang melakukan itu adalah Yuda, siapa lagi yang berani selain dia apalagi Gea sudah hapal dengan parfum yang dia pakai.


"Ck kak jangan usil deh, jangan buat aku gak mood". Ucap Gea membuat Yuda melepaskan tangannya dari mata Gea. lalu duduk saling berhadapan.


"Loh kalian belum pesan??". Tanya Rio yang baru duduk di kursi kosong.


"Belum kak kita baru sampai dan masih panjang antriannya". Jawab Mila mengawali para gadis.


"Gue aja yang pesan". Ucap Gea langsung pergi tanpa menanyakan pesanan karena dia sudah tau apa yang kedua sahabatnya itu pesan.


Saat diam mengantri tiba tiba rambut Gea dari belakang ada yang memainkannya dengan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri.


Lama kelamaan karena terganggu Gea langsung menatap ke belakang dengan tatapan tajam. Dia dari awal sudah tahu siapa yang melakukan itu.


Wajah Gea selalu memancarkan aura permusuhan dengan Yuda saat seperti ini.


"Biasa diam gak sih,, bisa gak kalau sehari aja gak ngajak ribut". Ucap Gea kesal.


"Nggak". Ucap Yuda enteng membuat Gea tambah kesal. Apalagi melihat wajahnya yang polos itu.


"Anj*Ng , , ". Celetuk Gea saking kesalnya kepada Yuda. Tapi Yuda langsung membekap mulut Gea yang berbicara kasar.


"Bahasanya".


"Neng Gea mau pesan apa??". Tanya pegawai kantin membuat Gea tidak lagi membalas ucapan Yuda lalu menatap ke pegawai itu untuk memesan makanan.


"Bakso spesial 3 sama es teh manisnya 3". Ucap Gea menyebutkan pesanannya tetapi Yuda yang ada dibelakang masih terus mengganggu. "Yuda, ,!!!".


Gea kembali menatap ke arah belakang dengan wajah marah tapi Yuda malah menampilkan wajah yang tambah tambah membuat Gea kesal.


"Sial ni orang maunya apa sih". Batin Gea terus menatap Yuda dengan tajam.


To be continued, , , , , , ,

__ADS_1


__ADS_2