
...Happy Reading...
...❤️...
...**********...
Beberapa hari setelah kejadian itu, Gea jarang ada di sekitar kampus. Setelah mata kuliah, Gea akan langsung pulang dan memilih untuk makan di caffe lain daripada di kantin kampus.
Hari ini setelah mata kuliah Gea dan kedua sahabatnya sedang ada di blue caffe yang letaknya tidak jauh dari kampus.
"Lo kenapa ge kayanya lagi menghindari seseorang??". Tanya Mila kepo.
"Nggak".
"Jangan bohong lo, gue juga tahu gerak gerik lo yang mencurigakan beberapa hari ini". Sahut Jesica.
"Noh kulkas 5 pintu juga tahu kan". Ledek Mila.
"Sialan, siapa yang lo bilang kulkas lima pintu".
"Lo lah siapa lagi". Ucap Mila kepada Jesica enteng.
Pltak, ,
"Aw sakit Jeje". Keluh Mila kesakitan karena kepalanya di pukul dengan keras.
"Bodo amat".
Gea hanya diam menyaksikan kedua sahabatnya yang terus saja bertengkar. Jesica yang awalnya irit bicara lama kelamaan mulai mencair setelah datangnya Gea disini mereka.
Hal itu membuat Gea senang dan betah berlama lama ada disekitar sahabatnya ini.
"Permisi nona ini pesanannya". Ucap salah satu pelayan memberikan es krim rasa coklat dihadapan Gea.
"Maaf mba saya gak pesan es krim". Ucap Gea kepada pelayan itu.
"Tapi ini sudah dipesan nona. Katanya buat nona dan sudah dibayar juga".
"Dari siapa mba??". Tanya Jesica menyahut.
"Dari pemuda yang tadi duduk disana, tapi kayanya pemuda itu sudah pergi".
Gea, jesica dan Mila menatap ke arah tunjuk pelayan itu tapi kursi yang ditunjuk kosong tidak ada orang sama sekali.
"Ya sudah mba terimakasih". Ucap Gea sopan.
"Iya nona, kalau begitu saya permisi". Pelayan itu langsung meninggalkan meja mereka.
"Nih buat lo aja". Ucap Gea memberikan es krim itu kepada Mila.
"Gak ah takut ada racunnya". Seru Mila menolak.
"Dih tumben, dah ge buat gue saja yang makan". Sambung Jesica mengambil alih es krim itu.
Baru beberapa suapan, Mila langsung mengambil kembali es krim itu lalu memakannya dengan lahap.
"Kalau gue keracunan berarti Lo juga kena". Ucap Mila terus memakan es krim.
Jesica hanya bisa menatap ke arah Mila dengan jengah. Lalu kembali makan cake yang dia pesan tadi.
Sementara Gea hanya diam mengaduk aduk minumannya dengan memikirkan sesuatu. Setelah kejadian waktu di mall, Gea selalu melihat orang yang familiar di kampusnya juga.
Dia ingin mendekat tapi disisi lain buat apa juga toh gak ada urusannya lagi dengan Gea.
Saat Gea menatap ke arah luar, Gea melihat orang itu lagi.
Rasa penasarannya kian tinggi. "Guys gue ke toilet dulu". Ucap Gea kepada para sahabatnya.
"Eh ge toiletnya kesana". Teriak Mila melihat Gea yang salah jalan.
Tapi Gea yang buru buru pergi menghiraukan ucapan Mila dan berjalan dengan pandangan tidak menatap ke depan. Gea hanya fokus pada satu orang yang berjalan bersama 2 orang lainnya di luar caffe.
Bruk
__ADS_1
Ya begitulah kalau jalan gak lihat ke depan. Nabrak juga akhirnya.
"Ah sial". Gumam Gea menatap pakaiannya yang sudah kotor dengan ice coffee.
"Kamu lagi". Ucap orang itu.
Mendengar suara yang familiar ditelinga Gea membuatnya langsung menengadah melihat orang yang berdiri dihadapan nya.
Wajah Gea langsung memutar malas. Kenapa selalu dia sih, pikirnya. Ya yang Gea tabrak lagi adalah Yuda. Cowok rese yang selalu membuat Gea sial.
"Stop jangan bicara". Ucap Gea menunjuk ke arah Yuda yang ingin bicara. Lalu pergi meninggalkan Yuda berjalan menuju toilet yang ada di caffe itu.
"Sial kenapa gue harus ketemu orang itu lagi sih. Gue ngindar beberapa hari biar gak ketemu dia tapi ujung ujungnya. Gue nabrak dia lagi". Gerutu Gea di dalam kamar mandi sambil membersihkan pakaiannya yang kotor.
"Kalau gini gue gak bisa keluar. Nodanya sudah di hilangin lagi".
Gak lama Gea teringat akan 2 sahabat nya yang juga ada di caffe itu. " Bodoh kali Lo ge". Gumam Gea langsung mengambil ponsel nya mencari kontak Jesica.
"Hello ge Lo dimana?? Lama banget". Ucap Jesica diseberang telpon.
"Gue di toilet. Pakaian gue kotor. Lo bawa baju ganti gak??".
"Gue gak tahu tapi kayanya ada. Gue ambil dulu di mobil".
"Cepetan ya gue tunggu di toilet paling ujung".
"Iya tunggu".
Pip. ...
Panggilan dimatikan, Gea hanya duduk di kloset menunggu kedatangan sahabatnya datang.
Gak lama pintu toilet dikutuk dengan terdengar suara Mila disana.
"Nih adanya itu doang gak ada lagi". Ucap Jesica memberikan paper bag.
Gea mengambil baju itu yang terlihat sangat seksi. Dress diatas lutut dengan atasan tanpa lengan ditambah lagi dengan kerah yang rendah.
Kening Gea langsung mengerut. "Seksi banget. Aurora gue nanti kemana mana". Ucap Gea menatap ke arah mereka.
"Ya udah gue pakai, kalian tunggu gue sebentar jangan kemana mana".
Pintu toilet kembali ditutup, lalu terbuka lagi setalah gea berganti pakaian.
Dress yang Gea kenakan sangat seksi dan tidak nyaman. Rambutnya senagaja di ke depankan agar belahan dadanya tertutupi sebagain.
Apalagi bahan itu jika terkana angin mungkin akan tertiup dan terbuka.
"Lo yakin?? Keliatannya gak nyaman banget". Ucap Jesica.
"Udah ah yuk pulang, Lo bayar semuanya gue tunggu sama Mila di mobil". Ucap Gea keluar terlebih dahulu.
Baru beberapa langkah keluar, tiba tiba ada yang meletakan jaket di badannya dan memeluknya dibawa keluar.
"Kak Yuda". Ucap Gea melihat yuda yang melakukan itu.
Bukannya dibawa ke mobil Gea, Yuda membawa Gea ke mobil dia sendiri.
"Mobil aku kak".
"Kuncinya mana??". Pinta Yuda menengadahkan tangan. Sedangkan Gea sudah duduk di dalam mobil.
Tanpa basa-basi Gea memberikan kunci mobil Gea kepada Yuda. Lalu Yuda berjalan ke arah teman temannya yang juga ikut keluar. Disana juga ada Jesica Mila yang juga ikut keluar.
Gak lama Yuda terlihat kembali masuk ke dalam mobil. Lalu mengajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Rumah kamu dimana??". Tanya Yuda menatap Gea sebentar.
"Jalan Rose Lily 1 nomer 03 (alamat asal ya guys)". Ucap Gea.
Gak membutuhkan waktu lama, mobil berhenti di depan pagar yang menjulang tinggi. Lalu Gea membuka kaca mobil untuk berbicara kepada satpam yang baru keluar.
"Pak tolong buka gerbangnya". Pinta Gea yang langsung terbuka dengan otomatis setelah satpam itu menelan tombol.
__ADS_1
5 mobil sport dengan beda merk masuk ke pekarangan rumah kediaman agatha.
Gea langsung turun diikuti oleh semua orang yang juga turun dari mobil masing masing.
"Je ajak mereka masuk gue masuk duluan". Teriak Gea langsung masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.
"Bi siapkan minuman dan cemilan buat teman teman saya". Ucap Gea saat berpapasan dengan maid.
Gea langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk ganti baju. Tanpa lama. Gea turun kembali dengan memakai kaos dan celana jins. Lalu melihat semua orang sudah ada di ruang tamu menunggu kedatangan Gea.
"Ge gue mau ngomong sama lo??". Ucap Jesica dengan wajah serius.
"Ngomong aja". Gea duduk disamping Yuda karena hanya itu tempat yang kosong.
"Lo beneran pacaran sama kak Yuda??.
Gea langsung menatap ke arah Yuda dan ditatap balik. Dia tidak tahu harus membalas apa karena sedari awal Gea juga gak ngerti dengan apa yang Yuda lakukan.
Yuda hanya memintanya mengikuti apa kemauan nya tanpa persetujuan Gea. Ya walaupun sebenarnya Gea juga salah tidak sengaja menabrak nya berkali kali.
Tapi, itu hanya tidak sengaja bagi Gea.
"Ya kita pacaran". Yuda yang menjawab pertanyaan Jesica yang membuat semua orang kaget.
"WHAT!!!. Seriusly??". Teriak Mila dengan keras.
Plak
"Berisik anj*Ng,,". Ujar Jesica yang duduk disamping Mila sambil menutup telinga. Sedangkan Mila sendiri kesakitan akibat pukulan Jesica yang keras.
"Sakit bego kenapa lo doyan banget sih pukul gue, KDP tahu gak". Keluh Mila dengan ngegas.
"Apa tuh KDP??". Tanya Rio, salah satu sahabat Yuda.
"Kekerasan Dalam Persahabatan ".
"Emang ada??". Sahut Zico yang kebingungan.
"Ada lah, terserah gue mulut mulut gue". Ucap Mila masih dengan wajah kesal.
Keempat pemuda yang baru pertama kali dilakukan seperti itu hanya bisa diam tanpa ada yang mau menjawab lagi. Sementara Gea dan Jesica hanya tersenyum menggelengkan kepala dengan sikap Mila yang seperti itu kepada kakak senior.
Ya, Mila memang selalu bersikap seperti itu kepada semua orang di kampus. Dia sopan kepada senior dengan cara dia sendiri tanpa ingin dibuat buat.
"Oh ya kenalin ini sahabat kakak. Dia Rio, Zico dan Elang". Tunjuk Yuda memperkenalkan ketiga sahabatnya mulai dari kanan.
Ketiga pemuda yang dikenalkan itu hanya tersenyum sambil melambaikan tangan mereka.
"Salam kenal kak, saya Gea Xaviera".
"Saya Kamila. Panggil aja Mila".
"Saya Jesica".
"Ah gue tahu kalian berdua. Kalian yang dikenal mahasiswa kampus yang susah dideketin kan". Ucap Rio.
"Maksud kakak??". Tanya Mila heran.
"Mahasiswa yang ingin berteman sama kalian selalu ditolak dan malah dicuekin, Iya gak".
"Tapi kayanya gak terlihat seperti itu deh aslinya". Sahut elang yang sedari tadi diam.
"Oh bukan seperti itu kak. Kami hanya gak mau mereka tidak tulus berteman sama kita.. ya bisa dibilang berteman hanya ada tujuan tertentu. Kami malas meladeninya". Ucap Jesica menjelaskan.
"Terus Gea??".
"Gea?? Kami sudah berteman dari kecil, waktu pertama kali masuk sekolah. Kaki ketemu disana".
"Tapi gue baru lihat di kampus?? Anak baru ya??".
"Gea pindahan dari London. Gea pergi kesana dari umur 10 tahun bersama nenek". Sahut Gea menjawab.
Semua orang yang mendengar itu mengangguk-angguk kepalanya paham.
__ADS_1
Tapi sedari tadi Gea berjaga jaga agar semua orang yang ada disana tidak membahas tentang hubungannya dengan Yuda lagi. Dia gak mau kebohongannya akan berlanjut menjadi panjang akibat cerita yang ditambah tambah.
To be continued, , ,