
...Happy Reading...
...❤️...
...-------------------...
Malam harinya ketiga gadis yang sudah bersiap dengan pakaian simpel keluar dari kamar Gea.
Mereka tidak pulang dulu dan memilih untuk bersiap di rumah Gea dengan meminjam pakaian ganti.
Gea memakai celana jins dan atasan Hoodie berwarna biru dongker dengan sepatu sneaker putih. Sama halnya dengan Jesica.
Sedangkan Mila memakai Hoodie crup top dengan bawahan celana jins hitam.
"Bawa satu mobil aja lah gue males nyetir". Ucap Gea memberikan kunci mobil yang dia ambil di kamar tadi.
Jesica mengambil kunci itu, masuk ke dalam mobil Ferrari yang ada dihadapan mereka. Lalu melajukan meninggalkan kediaman Agatha menuju tempat yang sudah Yuda share Lok.
Gea yang duduk di samping kemudi hanya fokus pada ponselnya tanpa memperdulikan siapapun. Sebenernya malam ini dia sangat malas keluar rumah. Tapi karena sudah ada janji mau tidak mau Gea ikut.
Setelah Gea memberitahukan alamat nya Jesi yang mengemudikan mobil tidak harus melihat Maps.
20 menit perjalanan, mereka sampai di palkiran restoran tempat mereka makan malam nanti.
Saat mereka keluar, Gea melihat mobil Yuda dan teman temannya yang sudah terpalkir disana.
Mereka bertiga langsung masuk untuk mencari meja atas nama Rio.
Tapi saat ketiga gadis itu masuk. Mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Pengunjung di restoran itu penuh mungkin karena malam ini pas malam minggu yang dijadikan oleh setiap remaja berada diluar rumah.
"Buruan tanya males gue lama lama disini". Ucap Gea pelan.
Jesica yang paham dengan Gea yang gak suka menjadi pusat perhatian langsung pergi mencari pelayan diikuti Gea dan mila.
"Permisi mba saya mau cari meja atas nama Rio??". Ucap Jesica kepada pelayan.
"Mari nona ikut saya".
Ketiga gadis itu pergi mengikuti pelayan yang menunjukan jalan. Ternyata Rio memesan meja di rooftop restoran yang sedikit privasi.
Tempat itu tidak terlalu ramai pengunjung seperti saat ada di bawah tadi.
Dia duduk tanpa bicara apapun hanya memainkan ponsel melihat sosial media. Saat ini Gea sangat malas dan tidak bersahabat. Dia hanya ingin diam tanpa ada yang mengganggu.
"Gea kenapa??". Tanya Zico melihat Gea yang diam saja.
"Gak papa dia cuma males aja keluar rumah,, kalau gak ada janji mungkin dia bakal rebahan mulu dirumah". Bukan Gea yang jawab melainkan Mila. "Kenapa mejanya belum ada makanan?? Kalian belum pesan?".
"Kita juga baru sampai, kami tunggu kalian". Kata Rio.
"Mba..!!!". Panggil Gea kepada pelayan yang dia lihat tak jauh dari meja mereka.
Semua orang menatap ke arah Gea yang tadi diam sekarang langsung memanggil pelayan saat mendengar ucapan Rio.
"Mba menu".
Pelayan itu memberikan menu yang dia bawa kepada Gea dan yang lain.
"Mba saya mau pesan steak, ramen, kentang goreng yang jumbo dan minumnya ice cappucino". Ucap Gea sambil menunjuk makanan di buku menu dengan dicatat oleh pelayan yang berdiri disana.
"Ge lo yakin makan semua itu". Ucap Rio dengan cengo.
"Aku makan semua, ada yang salah??". Tanya Gea yang tidak tahu apa apa.
"Mba saya pesan bibimbap bulgogi, ramen dan ice vanilla latte". Ucap Mila.
"Saya steak dan chicken yakitori. Minumnya ice cappucino". Lanjut Jesica.
"Ah mba tambah kebab sedang". Sahut Gea.
Keempat pemuda itu diam mematung lalu memesan makanan buat dia sendiri. Sedangkan Rio hanya diam memikirkan tagihan tadi.
Zico yang melihat wajah Rio yang melas tertawa ngakak. Dia tahu apa yang sahabat satu ini pikirkan saat ini juga.
"Ha-ha-ha-ha-ha-ha, , , ".
"Kak Zico kenapa tertawa??". Tanya Gea heran.
Saat ini Gea sudah meletakan ponsel nya diatas meja. Tempat duduk di restoran itu lesehan dengan duduk melingkari meja di tengah mereka.
"Dia pasti mikirin tagihan makanan kan". Tebak Mila dengan senyum meledek.
__ADS_1
"Apa salahnya kan emang kak Rio kalah main kan jadi traktir kita". Ucap Gea.
"Gue kira kalian gak bakal makan sebanyak itu. Ternyata pemikiran gue salah". Ucap Rio dengan melas.
Ketiga gadis yang mendengar itu tertawa ngakak. Mungkin setiap wanita yang akan berkumpul dengan pada cowok akan gengsi makan banyak tapi tidak berguna bagi Gea cs.
"Jangan pikir kita gengsi dengan makanan. Kita mah ya gini apa adanya. Kalau gak suka ya kita bisa bayar sendiri". Ucap Gea apa adanya.
"Ck emang gue cowok apaan. Pesan aja semau kalian gue yang bayar". Ujar Rio yang langsung diberikan elusan di pundak oleh elang.
"Sabar ya bro, Lo gak miskin miskin amat kok buat bayar ini semua". Ucap elang dengan ledekan.
"Diem lo."
Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt.
Ponsel Gea berdering lagi. Gea heran saat berkumpul seperti ini kenapa Ponsel nya selalu berbunyi. Apalagi nama bokapnya yang selalu menelpon.
"Bokap lo lagi??". Tanya Jesica yang melihat wajah Gea.
"Hm,, gue heran sama bokap. Kenapa selalu telpon saat gue lagi kumpul. Kan malu gue dibilang anak bonyok yang selalu diawasi". Gerutu Gea. Lalu mengangkat panggilan itu.
"Hello sayang lagi dimana??". Tanya bokapnya Gea di sebrang telpon.
Gea yang mendengar itu langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah tembok dengan kaki ditekuk.
"Papi ada apa telpon Gea. Gea lagi kumpul sama teman teman Gea". Rengek Gea seperti anak kecil.
Baru mendengar nada Gea seperti itu saja mereka sudah gemas apalagi melihat wajah Gea yang seperti ini. Mungkin pipinya akan habis dicubit semua orang.
"Maaf sayang, papi telpon kamu hanya mau bilang sesuatu". Ucap papi Phoenix dengan tawa kecil.
"Apa??".
"Papi mau kasih tahu bahwa papi bakal langsung ke London beberapa hari dari sini. Jadi mami papi gak pulang ke sana dulu".
"Iya, ada lagi??".
"Udah sayang. Happen jangan pergi ke club oke". Ujar papi Phoenix.
"Iya. Gea tahu, Gea tutup dulu, bye Pi".
Pip, ,!!!
"Jangan tanya apapun". Tunjuk Gea kepada Mila yang mulutnya ingin dibuka.
Mila yang terintimidasi hanya mengangkat kedua jari berbentuk vist sambil nyengir ke arah Gea.
Makanan yang tadi dipesan datang ke meja mereka. Meja yang tadinya kosong sekarang dipenuhi dengan berbagai jenis makanan.
Gea yang lapar langsung menyantap makanan itu dengan lahap sambil berbincang dengan yang lain.
Mereka makan sambil bercanda bersama. Kentang goreng yang Gea pesan juga di comot oleh Rio dan Zico tanpa permisi. Tapi gak ada larangan apapun dari pemiliknya toh gak mungkin Gea akan menghabiskan makanan itu sendirian.
"Kok gak ada yang nyanyi sih..". Tanya Gea saat melihat panggung di ujung restoran kosong.
"Kata pelayan tadi siang vokalisnya masuk rumah sakit jadi mereka gak siapkan pengganti karena mendadak". Jawab elang yang tahu alasannya.
"Kok kak elang tahu".
"Tadi gue tanya pelayan".
"Mba..!!!". Panggil Gea kepada pelayan restoran.
"Iya nona ada yang bisa saya bantu". Ucap pelayan itu.
"Saya mau nyanyi boleh".
"Boleh nona. Silahkan".
Gea yang mendapatkan persetujuan akhirnya bangun berjalan menuju panggung untuk bernyanyi.
Sampai disana Gea membisikan sesuatu ke telinga pelayan cowok yang ada mengurus itu.
Lalu duduk di kursi yang ada diatas panggung dengan memegang mic yang sudah menyala.
*Gaby - Tinggal kenangan*.
Pernah ada
Rasa cinta
__ADS_1
Antara kita
Kini tinggal kenangan
Ingin ku lupakan
Semua tentang dirimu
Namun tak lagi
Kan seperti dirimu oh bintangku
Jauh kau pergi. . . Meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini kucoba. . . mencari penggantimu
Namun tak lagi
Kan seperti dirimu oh kekasih
.
.
Selesai bernyanyi, Gea kembali ke tempat duduknya. Pelayan itu meminta untuk nyanyi satu lagu lagi tapi Gea menolak dengan tegas. Dia hanya ingin nyanyi lagu itu saja ntah kenapa.
"Menghayati banget nyanyi nya". Kata Mila dengan senyum meledak.
"Bacot".
Gea meminum minuman kesukaannya lalu bangkit kembali. "Mau kemana??". Tanya Yuda.
"Ke toilet dulu".
Gea pergi ke toilet restoran yang ada dilantai satu. Dia pergi sendiri tanpa disadari ternyata ada yang mengikutinya dari belakang.
Hanya beberapa menit Gea keluar dari kamar mandi tapi baru beberapa langkah tangannya ada yang narik membuat Gea membalikan badannya menatap orang itu.
Deg
Mata mereka saling bertemu, Gea melihat dimata itu tersirat kerinduan yang sangat dalam.
Tapi dengan cepat Gea mengambil kesadarannya langsung melepaskan pegangan itu.
"Gea aku mau bicara sama kamu". Ucap orang itu.
"Gak ada lagi yang perlu dibicarakan. Aku gak butuh penjelasan apapun. Mata kepala aku sendiri yang sudah melihat dan menyaksikan itu semua". Ucap Gea tanpa menatap ke arah orang dihadapannya. Lalu berjalan meninggalkan orang itu kembali ke meja tempat teman temannya berada.
Wajah Gea menjadi dingin tanpa ekspresi. Dia langsung mengambil tas yang ada disamping Yuda. "Gue pulang duluan". Ucap Gea dingin. Lalu pergi meninggalkan mereka tanpa memberikan penjelasan.
Semua orang yang ada disana menatap ke arah Gea yang berubah dengan heran.
"Sial, ,!!!". Ucap Jesica saat melihat seseorang yang familiar berpapasan dengan Gea yang mau turun.
"Ada apa Jes??". Tanya Zico heran mendengar umpatan Jesica bahkan wajahnya sangat marah.
"Gak apa kak. Kami pamit pulang dulu mau nyusul Gea.. makasih atas traktiran nya". Ucap Jesica dengan sopan lalu menyeret Mila yang sedang menatapnya cengo.
Mila yang ditarik hanya bisa ikut kemana pun Jesica pergi tanpa bicara apapun. Dia juga bingung kenapa kedua sahabatnya seperti ini.
"Je ada apa sih kenapa lo tarik tarik gue seperti ini". Keluh Mila kesal.
Jesica memberhentikan langkahnya lalu mendekatkan dirinya ke telinga Mila membisikan sesuatu.
"Ck kenapa lo gak bilang dari tadi". Seru Mila berlari keluar restoran tapi disana mereka tidak menemukan keberadaan Gea.
"Ah sial. . Kemana Gea??". Ucap Mila panik.
"Gue juga gak tahu. Lo sih lama".
"Kan gue gak tahu kalau, , ah sudah lah kita cari dia sampai ketemu". Ucap Mila yang tidak bisa melanjutkan ucapannya setelah mengingat orang itu.
"Hai kalian kenapa??". Tanya Rio yang berjalan keluar dari restoran dengan yang lain.
"Gak papa. Kita pulang dulu ya. Bye kak". Ucap Mila menarik Jesica masuk ke mobil.
"Loh mereka kenapa sih, terus Gea mana??". Ucap Rio heran.
"Mungkin dia ada urusan dan pulang duluan. Kalau gitu gue pulang duluan". Seru Yuda pergi meninggalkan mereka semua yang masih kebingungan.
__ADS_1
To be continued, , , , , , , ,