Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 5 : Paket Rahasia


__ADS_3

...Happy Reading...


...❤️...


.


...***********...


Drrrttt,, , , drrrttt, , , drrrttt


Keesokan harinya Gea terbangun karena dering telepon yang berbunyi berkali kali. Padahal Gea baru tidur 3 jam dan sekarang tidurnya terganggu oleh suara panggilan masuk.


"Siapa sih ganggu gue tidur aja". Gerutu Gea mengambil ponsel yang dia letakan di atas nakas.


"Papi?? Kenapa telpon pagi pagi buta seperti ini sih". Ucap Gea saat melihat nama bokapnya yang menelpon.


"Hm,, ada apa Pi". Ucap Gea dengan suara serak bangun tidur.


"Kamu belum bangun?? Gak kuliah??".


"Jam 9 ini masih jam 6,, ada apa papi telpon Gea??".


"Papi hanya ingin minta batuan kamu. Mau ya pliss". Ucap sang papi sedikit memohon.


"Bantu apa??".


"Kamu gantiin papi meeting pagi ini sama kolega yang baru datang dari Jepang. Papi gak tahu mereka akan ke Indonesia. Ya mau ya plis nanti papi kasih bonus sama kamu kalau kerjasama itu deal". Ucap papi Phoenix dengan banyak penawaran.


".....".


"Kamu tenang aja sekertaris papi udah siapkan semuanya kamu hanya tinggal ada di ruangan itu saja". Lanjutnya.


"Tapi Gea ada kuliah Pi".


"Nanti papi izinkan. Ya sayang oke deal. Papi kabari sekertaris papi segera. Bye sayang".


Pip, , !!


Panggilan itu dimatikan tanpa mendengar jawaban Gea. Gea hanya terdiam cengo dengan apa yang papinya lakukan.


Ini bukanlah kali pertama Gea menghadiri meeting karena saat di London, papinya juga sudah pernah meminta Gea memimpin meeting saat dirinya tidak bisa hadir kesana.


"Hoam, , ngantuk".


Gea menentang kan tangan dengan meregangkan seluruh otot tubuhnya. Dia masih ngantuk dan malas untuk bangun tapi mau apa lagi kalau bokapnya sudah memerintah.


10 menit berada didalam kamar mandi, Gea keluar dengan memaki pakaian kantor dengan rapih.


Gea berjalan mwujuni anak tangga dengan perlahan dan hanya sarapan sandwich dan susu coklat hangat yang dipesan dari restoran bawah.


"Lo mau kemana udah rapih??". Tanya Jesica yang menuruni anak tangga dengan wajah bantal.


"Gue ada meeting di kantor".


"Berarti lo gak ke kampus dong". Gea menggelengkan kepala pertanda jawabannya karena mulutnya penuh dengan makanan. "Ck gue yang kena Mila nanti kalau lo gak traktir dia".


"Itu masalah Lo, bye gue berangkat dulu".


Gea langsung meninggalkan apartemen itu dengan melambaikan tangan kearah Jesica sebelum dirinya ditangkap oleh mila yang semalam meminta teraktiran.


Jam menunjukan pukul 7, Gea sudah sampai di depan kantor AG Company.


Melihat anak Presdir datang ke perusahaan membuat semua karyawan menyambutnya didepan pintu. Gea memang sudah dikenalkan oleh papinya lewat video call perusahaan mambuat semua orang tahu wajah anak pemilik perusahaan.


Walaupun ini kali pertama mereka melihatnya secara langsung atau pertama kali datang ke perusahaan.


"Nona semua orang sudah menunggu di ruang meeting. Tuan dilan juga sudah menuggu disana". Ucap sekertaris papinya yang berjalan di samping Gea.


Gea hanya menganggukkan kepala meminta berkas yang akan mereka bahas. Dia mempelajarinya sambil berjalan menuju ruang meeting yang ada dilantai 10.


.


.


.

__ADS_1


Disini lain, di kampus Orland university lebih tepatnya di kantin. Mila yang tahu Gea tidak masuk terus saja mengomel dari apartemen sampai ke kampus tanpa henti.


Jesica yang sudah pusing mendengar itu. Jadi dia memakai earphone dikedua telinganya yang tidak Mila ketahui karena tertutup rambut panjang.


"Akh sial mood gue hancur gara gara Gea". Gerutu Mila.


Brak


Meja dipikul Mila secara tiba tiba membuat Jesica terperanjat kaget. Padahal dia memakai earphone tapi tetap saja terdengar jelas.


"Astaghfirullah,, Mila Lo kalau mau ngamuk jangan didepan gue. Sialan emang gak ada akhlak". Ucap Jesica sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Mila lalu pergi meninggalkan Mila sendirian disana.


Mila yang di marahi hanya bisa menggerutu di dalam hati berjalan menghampiri Jesica yang kepastian pergi ke kelas.


Tapi saat Mila mau masuk, dia melihat Jesica keluar lagi padahal mata kuliah sebentar lagi akan dimulai.


"Mau kemana?? Kenapa lo keluar lagi??".


"Dosen gak masuk dan mata kuliah akan ditambah besok". Ucap Jesica.


"Ah sial kalau gini ngapain datang ke kampus. Buang buang waktu aja". Gumam Mila berjalan disamping Jesica yang akan pergi ke palkiran.


Kedua gadis itu pergi secara terpisah. Jesica ke kantor dan Mila pulang kerumah.


Awalnya mereka berencana untuk datang ke perusahaan AG Company tapi tiba tiba jesica ada pekerjaan yang mendadak. Alhasil mereka mengurungkan niat tersebut.


.


.


.


.


.


Kembali ke AG Company.


Gea sudah selesai meeting yang berlangsung 3 jam dengan hasil kesepakatan yang baik.


Bertepatan dengan jam makan siang. Gea meminta sekertaris nya mengurus semuanya dengan baik karena dia akan langsung pulang dna makan siang diluar.


"Kalau papi telpon bilang aja semuanya, saya malas telpon papi".


"Baik nona".


Gea langsung pergi meninggalkan ruangan itu terlebih dahulu. Lalu mengambil kunci mobil di resepsionis untuk segera pergi.


Diperjalanan, Gea menelpon para sahabatnya tapi tidak kunjung diangkat. Sebenarnya dia akan mengajak makan siang bersama untuk mengganti teraktiran yang tidak jadi tadi pagi.


"Dah lah makan sendiri aja". Gumam Gea menambah kecepatannya agar cepat sampai.


Setelah makan siang di salah satu restoran, Gea memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa mampir ditempat lain dulu.


Hari ini Gea sedikit malas dan hanya ingin bermalas-malasan di atas tempat tidur nya yang empuk.


"Maaf nona ada kiriman buat nona Gea". Ucap maid saat Gea baru masuk ke dalam rumah. Maid itu memberikan satu ikat bunga mawar besar kepada Gea.


"Dari siapa bi??".


"Kurang tahu nona, kata pengantarnya tadi hanya bilang dari seorang cowok".


Mendengar ucapan itu membuat Gea mengerutkan kening. Ia mencari sesuatu di buket bunga itu siapa tahu ada surat. Tapi nihil tidak ada petunjuk apapun disana.


"Ya udah bi pindahin aja ke dalam pas. Saya gak mau menerimanya apalagi dibawa ke kamar terserah bibi mau diletakan dimana". Ucap Gea lalu pergi menuju kamarnya yang ada dilantai 2.


Tunggu, ,


Kenapa ada kiriman buat Gea. Siapa orang yang mengirim itu??.


Gea baru ingat bahwa tidak ada siapapun yang tahu alamat rumahnya tanpa terkecuali. Bahkan para sahabatnya baru tahu kemarin. Itupun pulang bersama dia dari kampus.


Terus bunga itu atas nama Gea bukan orang tuanya. Siapa dia???


Pikiran Gea yang saat ini sedang berendam di bathtub kamar mandi langsung bercabang kemana mana. Awalnya dia acuh tapi sekarang dia penasaran dengan sang pengirim paket tersebut.

__ADS_1


......


Melupakan paket rahasia itu.


Beberapa hari ini Gea tidak masuk ke kampus. Dia izin karena harus menghandle pekerjaan kantor yang bokapnya perintahkan.


Tiga hari ini juga Gea tidak bertemu kedua sahabatnya bahkan saat memberi chat pun tidak Gea balas karena saking sibuknya di kantor.


"Siang nanti saya akan langsung pergi ke restoran tempat meeting kita akan langsung ketemu disana". Ucap Gea kepada seseorang.


Pagi pagi sekali Gea sudah bangun dan berada di meja makan. Dia ada mata kuliah pagi, hari ini dia sempatkan masuk sebelum pergi meeting nanti siang nanti.


"Baik nona, semua akan saya urus".


Pip,,,


Panggilan Gea matikan, lalu melanjutkan sarapan pagi seorang diri. Orang tuanya belum pulang dari Singapura yang ternyata ditambah hari disana beberapa hari lagi.


Selesai sadapan gea berangkat dengan membawa baju ganti untuk nanti. Dia gak mungkin kembali ke rumah dulu setelah dari kampus.


Diperjalanan menuju kampus Jesica menelpon berulang ulang kali hanya untuk memastikan hari ini ia akan berangkat ke kampus.


"Iya gue dijalan. Jangan telpon terus lama lama gue blok nomer Lo". Ancam Gea sekali ucap langsung mematikan kembali panggilan itu.


Sesampainya di palkiran kampus. Kedua sahabatnya menunggu disana dengan wajah sumringah karena Gea masuk kampus hari ini.


Mereka menyambutnya dengan senang. Ralat, hanya Mila yang heboh. Sedangkan Jesica biasa aja. Seperti sebelumnya hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi.


Sebelum terkena pelukan erat dari Mila yang tidak bisa bernapas nantinya. Gea belok haluan untuk masuk ke kampus terlebih dahulu.


Tentu saja hal itu membuat mila yang tadi heboh menjadi kesal.


"Sialan gue tunggu lo dari tadi. Eh malah ninggalin gitu aja". Omel Mila saat mereka jalan menuju kelas yang mereka tuju.


Gea hanya diam tanpa ingin menjawab. Namun bukan Mila namanya jika cepat menyerah. Dia terus ngoceh sampai masuk ke kelas yang belum ada orang satu orang pun.


"Lo biasa diam kagak, pusing gue denger ocehan lo itu". Ucap Gea kesal. Lalu duduk di bangku tengah paling belakang.


"Lagian-".


Belum tuntas Mila ngomong, Mulutnya sudah Gea bekam agar diam. Dia gak mau kepalanya tambah pusing mendengar ocehan sahabatnya yang satu ini.


"Emm,, , mmmm,, , mmm". Suara Mila yang tidak jelas terus meronta minta dilepaskan.


"Pfffhh,, , kalau gue mati lo-".


Setelah bekapan itu dilepas Mila ingin ngomel lagi tapi dengan cepat Gea mantapnya dengan tajam sambil menunjuk pas didepan wajahnya yang membuat Mila diam tak berkutik menautkan bibirnya agar tidak berbicara.


Tidak ada tanda tanda Mila bicara, Gea mengambil ponsel ya hanya untuk melihat lihat sosial media.


Sampai, , ,


"Gea ada titipan buat lo nih". Ucap seseorang yang baru datang menghampiri tempat duduk Gea.


Gea yang mendengar itu langsung mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ia genggam. Orang itu memberikan bekal makanan sedang berwarna putih.


"Dari siapa??". Tanya Gea sambil mengerutkan kening.


"Dari senior tapi gue juga gak tahu siapa, dia hanya titip buat lo". Ucap orang itu meletakan bekal itu dihadapan Gea karena tidak ada tanda tanda untuk Gea ambil.


"Ciri cirinya??".


"Orang yang kasih itu ke gue bukan orangnya langsung, dia juga suruh orang". Jawab orang itu.


"Hm terimakasih".


"Oke". Orang itu langsung pergi duduk di kursi yang lain bertepatan dengan dosen yang masuk kelas.


Mila yang duduk disampingnya terus mencuri pandang ke arah bekal itu. Gea tahu pikiran Mila saat ini, jadi dengan cepat Gea menjauhkan bekal makanan itu ke kursi kosong yang ada disamping Jesica.


Karena saat kelas berlangsung tidak diizinkan mahasiswa makan di kelasnya saat mata kuliah berlangsung. Maka dari itu Gea tidak ingin kena batunya jika Mila malam makanan itu dengan sembunyi sembunyi.


.


.

__ADS_1


.


To be continued, , , , ,


__ADS_2