Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 16 : Bakti sosial


__ADS_3

...Happy Reading...


...📖...


"Ini neng pesanannya". Ucap penjual kantin memberikan 2 nampan berisi 3 mangkok bakso dan 3 gelas es teh manis.


"Makasih bu, ini uangnya". Ucap Gea menyodorkan uang pas.


Gea mengambil satu nampan untuk dibawa ke meja awal mereka duduki. Di belakang Gea, dia kira pegawai kantin yang lain mengikutinya dari belakang seperti biasa.


"Wih ada asisten baru nih". Ucap Rio dengan senyum meledek.


Gea yang tidak tahu menatap ke arah belakang dan ternyata yang ada disana Yuda dengan membawa nampan lain yang Gea tadi pesan.


Ternyata Yuda ikut ngantri dari tadi hanya untuk memesan makanan saja tanpa menunggu. Kepastian pesanannya kalau tidak diambil teman yang lain akan diantar oleh pegawai kantin.


Gea duduk di kursi kosong samping Jesica. Ia menghiraukan Yuda yang terus menggodanya untuk mencari perhatian.


Sebenernya sangat malas untuk berdebat dengan Yuda tapi orang itu selalu saja mencari masalah dengan berbagai cara.


Gea makan dengan menghabiskan makanan di hadapannya dengan tenang. Tapi lama kelamaan tangan Yuda mulai aktif. Dia terus mengulurkan tangannya untuk mengambil bakso dari mangkuk milik Gea. sampai kesabaran Gea habis, dengan cepat Gea menggeser kan mangkuk itu kehadapan Gea lalu minum es teh manisnya menjadi setengah.


"Habiskan". Perintah Gea menatap ke arah Yuda.


Hal itu membuat semua orang yang ada dimeja itu menatap mereka berdua dengan heran.


Yuda yang diperintahkan seperti itu malah membuatnya senang dan menghabiskan bakso milik Gea yang belum selesai dengan habis. Padahal mangkuk bakso miliknya masih utuh belum disentuh sama sekali.


Semua gerak gerik Yuda ada dalam pengawasan Gea, ia menatap nya dengan tatapan tajam dengan tangan diletakan di atas meja untuk mengawasi orang dihadapannya yang menyebalkan.


Terkadang Gea berpikir. Kenapa Yuda selalu bersikap seperti itu kepada Gea padahal mereka baru kenal beberapa minggu yang lalu.


Setelah makanan habis dan bertepatan dengan mata kuliah selanjutnya dimulai 10 menit lagi, membuat Gea cs pergi dari kantin menuju kelas.


"Kalian mau kemana?? Buru buru amat". Tanya Rio mewakili semua orang.


"Kami ada kelas kak". Jawab Mila. "Kakak ga kekelas??".


"Masih 30 menit lagi".


"Ya udah kak kami pamit dulu,, bye kak". Ucap Gea menatap ke arah Rio, Zico dan Elang dengan sopan, Kecuali Yuda.


Ketiga gadis itu pergi ke arah kelas yang akan ditempati belajar. Dengan bersamaan dosen yang akan masuk.


******


Mata kuliah kali ini hanya 2 jam saja tapi ketika Gea tidak mood kepastian waktu berputar akan lebih lama dan pelajaran hanya masuk ke kuping kanan lalu keluar dari kuping kiri.


Di dalam kelas, Gea hanya diam menatap ke arah depan tanpa memperhatikan pelajaran masuk ke dalam otak atau tidak masa bodoh. Yang ada di pikiran Gea hanyalah pikirannya melayang jauh ntah kemana.


Sampai akhir mata kuliah selesai membuat Gea senang tapi kesenangan nya hilang seketika saat dosen mengatakan sesuatu.


"Perhatian semuanya, , ". Pekik dosen di depan kelas membuat perhatian semua mahasiswa/i menatap ke arah depan lagi.


"Semua mahasiswa/i diharapkan jangan keluar kelas dulu dikarenakan ada kakak senior yang akan memberitahu kan sesuatu.. saya harap kalian bisa bersedia dengan apa yang mereka katakan, saya permisi". Ucap dosen itu lalu pergi meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Gak lama kakak senior angkatan akhir/ semester 5 masuk ke dalam kelas dengan diikuti beberapa orang.


Gea yang malas hanya fokus pada tangan yang terus mencoret coret buku kosong di atas meja untuk mengisi kebosanan saat mendengar salah satu senior yang berbicara di depan kelas.


"Permisi semuanya. . Maaf jika mengganggu waktu nya sebentar. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa universitas kita akan mengadakan bakti sosial yang akan dipandu oleh kakak senior kalian sendiri ke tiga tempat yang berbeda, , , ".


"Kakak disini akan menyebutkan sepuluh nama yang orang dari kalian yang kakak minta bersedia ikut dalam partisipasi acara ini tanpa ada alasan apapun". Ucap salah satu kakak senior berbicara panjang lebar.


"Untuk grup A, untuk Yuda silahkan sebutkan"


Mendengar nama yang familiar di telinga membuat Gea menegakan kepalanya untuk memastikan orang itu benar apa salah.


Benar saja orang yang ada di depan mereka yang akan berbicara adalah Yuda, pria yang tidak pernah akur dengan dirinya berdiri di depan kelas dengan kertas di tangan kanan.


Yuda yang memakai almamater Orland university membuat auranya kian bertambah.


Gea sebenarnya punya tapi dia akan memakainya di hari hari tertentu saja.


"Perkenalkan saya Yuda Sebastian, ketua dari grup A. Untuk nama yang saya sebutkan berarti akan bergabung dengan grup saya tanpa alasan apapun untuk menolak. Pertama, Gea Xaviera, , ".


Gea yang mendengar namanya disebutkan hanya bisa menghela nafas pasrah. Dia tahu pasti ini rencana Yuda agar dia masuk ke dalam grup A.


"Awas aja kalau nama kita disebut tapi bakal dipisahkan". Bisik Mila kepada Gea.


"Gak bakal". Jawab Gea pelan.


", , , Jesica dan Kamila". Lanjut Yuda membuat semua teman Gea menatap ke arah Gea yang ternyata sasarannya tepat.


Lalu dilanjutkan dengan ketua grup lain dengan menyebutkan anggota yang akan ikut bergabung.


Setelah selesai Yuda kembali maju ke depan untuk berbicara sesuatu.


Gea mengangkat tangan kanan dengan percaya diri membuat Yuda yang melihat itu tersenyum miring.


"Silahkan nona Gea".


"Maaf kak saya hanya ingin bertanya tanpa membantah, , , ". Pekik Gea menghentikan ucapannya sejenak tatapannya menyorot tajam ke arah Yuda yang berdiri di depan. " Kemana tempat kita akan bakti sosial?? Berapa anggota dalam setiap grup dan berapa lama??".


Pertanyaan Gea yang lebih dari satu membuat perhatian semua orang tertuju padanya, sampai para senior pun di depan ikut menatap Gea.


Sepertinya pertanyaan Gea mengandung artian tertentu atau hanya awalan untuk berdebat dengan Yuda.


Yuda tersenyum lebar dengan pertanyaan Gea. "Pertanyaan yang penuh semangat, apa ingin cepat pulang??". Sindir Yuda.


Gea yang mendengar sindiran itu hanya diam tanpa terusik. Tentu saja dia sudah terbiasa akan sikap Yuda terhadap dirinya.


"Saya akan menjawab. Kemana tempat acara itu??. Tempat masih dalam keputusan dosen, , ".


"Berapa orang dalam setia grup dan berapa lama kita disana??. Dalam satu grup terdapat 5 orang dari angkatan 5, 3 orang dari angkatan 2 dan 2 orang dari angkatan 1. Jumlah per grup ada 10 orang karena angkatan 3 dan 4 bertepatan dengan ujian mereka maka dari itu dosen tidak mereka ikut. Untuk berapa lamanya kita pun belum memastikannya". Ucap Yuda panjang kali lebar menjelaskan.


"Apa ada lagi yang ingin ditanyakan??". Tanya Yuda menatap ke arah Gea, tak lupa dengan senyum sinis.


Gea yang melihat tatapan Yuda hanya memutar bola mata malas lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


Setelah tidak ada lagi yang kakak senior itu sampaikan membuat mereka pamit pergi meninggalkan kelas gea. Hal itu membuat semua orang juga langsung memutuskan untuk pulang karena mata kuliah sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


.


.


.


Pulang dari kampus sampai ke rumah pukul 3 sore. Gea langsung pulang tanpa mampir ke manapun terlebih dahulu.


Awalnya Mila mengajak pergi ke mall tapi Jesica menolaknya karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadi mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing mengerjakan apa yang akan mereka kerjaan.


Di kamar Gea


Gadis cantik itu merebahkan tubuhnya yang sedang kelelahan di tempat tidur. Lama kelamaan matanya yang sengaja ditutup kini sudah masuk ke alam mimpi tanpa ada yang mencegah.


Saking lelapnya gea tertidur sampai suara ketukan pintu tidak terdengar oleh telinga Gea. Padahal Gea tidak mengaktifkan kedap suara.


Maid yang mengetuk pintu langsung pergi meninggalkan kamar tanpa tujuannya terlaksana. Dia mengetuk pintu karena nyonya besar untuk menanyakan ingin makan apa tapi ternyata nona mudanya tidak menyahut.


.


.


Di kediaman Grizele lantai bawah.


"Maaf nyonya, saat saya mengetuk pintu tidak ada sahutan sama sekali dari nona muda". Ucap maid yang tadi ada di depan kamar Gea.


"Tidak apa mungkin dia sedang istirahat".


Maid itu menundukkan kepalanya memberi hormat sebelum pergi meninggalkan majikannya yang sedang membuat kue di dapur.


Mami Lisa sedang membuat brownies untuk cemilan nanti malam nanti malam setelah makan malam.


Nyokapnya Gea memang suka sekali membuat kue dan makanan jenis apapun. Hal itu menjadikan Gea hobi makan sedari kecil tanpa memilih makanan jenis apapun.


.


.


.


Kembali ke kamar Gea. .


Walaupun tertidur sebentar tapi sudah membuat lelahnya hilang dalam sekejap.


Gea bangun lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan badan yang saat ini masih menggunakan pakaian dari kampus tadi.


Gea memutuskan untuk berendam dengan air hangat yang dicampur dengan aroma terapi yang akan menghilangkan rasa lelah dan menghilangkan pening.


Dengan menutup matanya Gea berendam sambil menghirup aroma itu yang menenangkan.


30 menit barulah Gea membersihkan badannya yang penuh busa di bawah shower lalu keluar hanya menggunakan handuk kimono.


Memakai pakaian santai dan memutuskan untuk duduk di balkon sambil membaca buku.


Malam harinya setelah makan malam kebiasaan keluarga Grizele adalah duduk berkumpul di ruang keluarga hanya sekedar berbincang bincang.

__ADS_1


Setelah itu Gea memutuskan untuk kembali ke kamar karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam untuk beristirahat. Besok Gea ada kelas pagi yang mengharuskan nya bangun lebih pagi dari sebelumnya.


To be continued, , ,


__ADS_2