
...Happy Reading...
...📖...
.
Tok, , tok, ,tok,
Pintu kamar diketuk dari luar, Gea bangun dan membuka pintu yang ternyata Bu tina yang datang.
"Eh neng Gea udah pulang??".
"Iya Bu,, baru saja. Ibu ada apa??". Tanya Gea sopan.
"Ibu hanya bangunin neng Mila takutnya kesiangan".
"Mila masih tidur nanti Gea saja yang bangunkan". Ucap Gea membuat Bu tina mengangguk.
"Sebelum pulang ke kota ibu harap neng Gea dan neng Mila sarapan dulu sudah ibu siapkan. Ibu mau ke rumah kepala desa dulu kita ketemu disana aja nanti ya neng". Ucap ibu Tina.
"Iya Bu terimakasih maaf kami merepotkan selama tinggal disini".
"Sama sama neng, ibu malah senang banyak anak kota yang datang kesini. Jangan lupa kapan kapan main lain kesini ya neng". Ibu Tina mengelus tangan Gea.
"Iya Bu lain kali Gea bakal main kesini lagi".
Sepeninggalan ibu Tina, Gea membangun Mila lalu mengajaknya untuk cuci muka dan bersih bersih walaupun tidak mandi karena airnya sangat dingin.
Setelah selesai mereka berdua sarapan dengan makanan yang sudah disiapkan Bu tina. Lalu bersiap untuk pergi ke rumah pak Toni untuk berkumpul disana.
"Gak kerasa ya udah mau pulang aja. Awalnya gue gak mau ke tempat ini tapi saat mau pulang gue pengen lebih lama disini". Ucap Mila saat mereka sedang memakai sepatu di teras rumah.
"Hm". Hanya deheman yang keluar tanpa ada niatan menjawab.
"Woy lama banget sih cepetan". Teriak Jesica tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Ck sekali ngomong menggelegar tu anak". Gerutu Mila menatap ke arah Jesica.
Gea dan Mila berjalan menghampiri Jesica dan Lita lalu mereka pergi menuju dimana tempat mereka berkumpul untuk naik mobil yang akan menghantar mereka ke ujung desa.
Sesampai disana Gea hanya diam saja, 2 orang yang ia cari adalah Yuda dan Alvin. Tapi kedua cowok berbeda usia itu tidak terlihat oleh pandangan Gea.
"Cari Yuda ya, dia lagi mengurus sesuatu sebentar didalam". Bisik Zico yang berjalan menghampiri Gea yang sedang menatap sekeliling.
"Aku cari Alvin kak, bukan cari kak Yuda". Elak Gea. Tapi memang benar disisi lain dia juga sedang mencari Yuda.
"Aww benar kata lo, dimana tu bocil biasanya selalu cari cari lo tapi sekarang gak kelihatan batang idungnya sama sekali". Ucap Zico menatap sekeliling.
Gea berjalan mendekati Bu Sri yang berdiri gak jauh. "Bu Alvin dimana ya kok gak keliatan??". Tanya Gea.
"Ibu juga belum lihat neng. Gak biasanya dia gak nyari neng. Mungkin masih di panti neng tenang aja sebentar lagi Alvin datang buat ketemu neng sebelum pulang". Ucap Bu Sri membuat Gea menganggukkan kepala.
Wajahnya sangat sedih bahkan orang orang disana pun bisa melihatnya. Mereka tahu Gea seperti itu karena Alvin gak datang kesana. Mungkin anak itu marah kakak cantiknya akan pulang.
Banyak orang yang sudah meyakinkan Alvin tapi anak itu tetap saja ingin selalu bersama dengan Gea.
Waktu dimana mereka harus pergi, Gea tetap tidak menemukan Alvin. Hal itu membuat Gea menghela nafas kasar tapi saat dia mau naik ke atas mobil ada seseorang yang berteriak memanggil. Dia orang yang dari tadi Gea cari.
"Kakak cantik, , ". Teriak Alvin berlari mendekat.
Gea mengolah ke belakang menatap ke arah Alvin. Dia tersenyum lebar melihat itu lalu dengan segera menyamakan tinggi badannya dengan Alvin.
"Alvin dari mana?? Kakak nunggu dari tadi loh". Ucap Gea sendu.
"Maafin Alvin kak. Alvin abis petik bunga buat kakak cantik. Ini hadiah dari alvin". Alvin memberikan bunga mawar merah yang di balut dengan kain yang digulung karena batangnya terdapat banyak duri.
"Ah makasih sayang,, kakak suka bunganya". Gea memeluk Alvin dengan erat. Lalu dia melepaskan kalung miliknya untuk dipakaikan ke leher Alvin. "Ini dari kakak kamu jaga ya. Kalau kita ketemu lagi kakak bakal kasih bandul kalung nya buat kamu".
__ADS_1
Alvin menganggukkan kepalanya lalu tersenyum senang menatap Gea. Kalung itu tempat cincin persahabatan Gea disimpan. Cincin persahabatan Gea, Mila dan Jesica dari kecil. Maka dari itu Gea tidak memberikan cincin itu hanya memberikan kalungnya saja.
Ketiga gadis itu memang membuat cincin persahabatan yang tidak mereka pakai dijari melainkan di pakai sebagai bandul kalung.
"Alvin jaga diri baik baik ya sayang harus banyak bermain sama yang lain".
"Iya kak".
"Kakak pulang dulu, nanti kakak janji bakal main lagi kesini". Gea kembali memeluk Alvin dengan erat.
Setelah selesai Gea naik ke atas mobil dengan bantuan Rio. Gea sebenarnya ingin minta bantuan kepada Yuda tapi saat Gea mengulurkan tangannya Yuda hanya diam jadi mau gak mau Gea memanggil Rio yang tak jauh dari sana.
"Bye kakak". Teriak Alvin saat mobil itu mulai melaju sambil melambaikan tangan.
"Bye Alvin". Gea langsung membalas lambaian tangan Alvin diikuti Mila dan Jesica.
"Bye Alvin. Jangan lupa sama kakak Mila". Teriak Mila tapi tidak dijawab oleh anaknya melainkan terus meneriakkan kepada Gea.
Hal itu membuat Jesica tertawa ngakak menatap ke arah Mila yang sudah kesal.
"Ck bocil menyebalkan".
.........
Di perjalanan Gea bermain ponsel tapi lama kelamaan kepalanya sangat pusing yang tidak bisa ditahan. Bunga pemberian Alvin terus ia genggam tanpa mau dilepaskan sama sekali.
Sebenarnya pusing itu menyerang sedari pagi akan tetapi Gea acuhkan. Namun sekarang pusing itu menyerang kembali dengan begitu kuat. Jadi gea memutuskan untuk menutup mata nya dengan menyandarkan kepalanya ke pundak Mila yang duduk disamping Gea.
"Lo kenapa gee??". Tanya Mila.
"Gak papa gue ngantuk semalam gak bisa tidur". Jawab Gea dengan mata tertutup. Tidak ada pertanyaan yang keluar lagi membuat Gea perlahan masuk ke alam mimpi dengan posisi seperti itu.
.
.
.
.
Sebelum masuk mereka kembali diabsen saat masuk ke dalam bus. Dan ada beberapa orang dari grup lain yang pulang duluan karena ada kepentingan pribadi.
Setelah semua masuk ke dalam bus. Bus itu melaju menuju Jakarta yang menempuh waktu lama.
Gea duduk sendiri di kursi bus tanpa memikirkan apapun. Mungkin Yuda sedang ada urusan dengan ketua lain karena yang Gea tahu tempat duduk Yuda bersama dia.
Saat pertama duduk Gea langsung memutuskan untuk kembali tidur. Kepalanya sangat berat, dia tidak lagi memperdulikan yang lain untuk saat ini.
.
.
.
.
.
Sore hari bus masuk ke pekarangan kampus Orland university. Mereka semua memang turun disana dan akan langsung pulang. Untuk besok dosen memberikan libur satu hari untuk mahasiswa/i yang ikut bakti sosial.
Gea yang dihabiskan dengan istirahat di perjalanan sampai bus berhenti pun dia belum bangun membuat kedua sahabatnya merasa aneh.
"Ge,, Gea bangun kita udah sampai??". Ucap Jesica yang membangunkan Gea secara perlahan. Sementara didalam bus tinggal mereka bertiga untuk yang lain sudah turun terlebih dahulu.
"Em, , ". Lenguh Gea membuka mata.
Kepalanya pusing bahkan Gea merasakan suhu badannya naik. Mungkin saat ini ia terserang demam.
__ADS_1
"Lo baik baik aja kan wajah lo pucat". Ucap Mila khawatir melihat keadaan Gea seperti ini.
"Em i'm okay". Jawab Gea pelan.
Gea memang sudah mengabari pihak rumah untuk menjemput nya di kampus dan kebetulan supirnya sudah sampai duluan disana.
Gea berusaha bangun tapi sedikit oleng jadi Jesi yang ada disampingnya membantu Gea turun dari mobil. Untuk barang barangnya Mila yang akan bawa.
Di luar bus tak jauh mereka melihat supir keluarga Agatha yang sudah menunggu jadi mereka langsung membawanya ke sana.
"Nona kenapa??". Tanya supir itu melihat nona muda dia digandeng oleh sahabat nya.
"Pak cepat antar ke rumah dan panggil dokter kayanya Gea sakit. Dia nolak untuk dibawa ke rumah sakit soalnya. Kami gak bisa ngantar karena ada hal yang harus dilakukan". Ucap Jesi setelah Gea masuk ke dalam mobil.
"Baik nona".
Mobil melaju meninggalkan pekarangan kampus sampai gak lama Zico datang menghampiri seorang diri.
"Aww kalian belum pulang??".
"Ini mau pulang kakak, kakak sendiri??". Ucap Mila sementara Jesica hanya diam.
"Oh ini mau pulang ada yang ketinggalan makanya balik lagi". Ucap Zico menunjukan jaket di tangan.
"Kalau yang lain??". Tanya Mila karena tidak melihat Yuda dkk (- zico).
"Mereka udah pulang duluan".
"Kalau begitu kami duluan kak sudah dijemput, permisi". Sahut Jesica setelah melihat mobil jemputan dia datang.
"Iya hati hati dijalan".
Jesica menyeret tangan Mila untuk segera masuk. Dia memang sedang terburu buru ada urusan lain yang lebih penting. Jika Mila tidak nebeng pulang mungkin Jesi akan meninggalkan berdua dengan Zico.
.
.
Sampai di rumah kediaman agatha, Gea di gandeng maid memasuki kamar karena kepalanya sangat pusing. Dokter pribadi yang dipanggil pun sudah ada di sana menunggu kepulangan Gea.
Untung orang tuanya sedang ada dinas keluar negri membuat Gea bernapas lega karena jika ada kepastian sang mami akan panik melihat anak satu satunya pulang dengan keadaan seperti itu.
Gea diperiksa dan dipasangkan infus agar lebih cepat membaik. Dia juga langsung istirahat setelah meminum obat yang dokter berikan. Dia hanya kecapekan dan demam tinggi.
Malam harinya Gea terbangun dengan tangan yang masih menggunakan infus dan kening yang memakai koolfever penurun panas. Perutnya sangat lapar tapi badannya terasa lemas untuk digerakkan.
Jadi Gea memutuskan untuk memanggil kepala maid untuk mengirimkan makanan ke kamar.
"Pak tolong bawakan saya makan ke kemar". Ucap Gea melalui alat komunikasi khusus untuk memanggil maid dari jarak jauh.
"Baik nona".
Mendengar balasan dari sebarang membuat Gea menutup kembali matanya tanpa tertidur. Sekilas ia melihat jam menunjukan pukul 7 malam dan pas jam makan malam.
Tok, , tok, , tok,
Ceklek
Pintu terbuka memperlihatkan salah satu maid membawa nampan berisi mangkuk dan air putih tak lupa juga gelas kecil berisi obat untuk Gea nanti.
Tanpa bertanya kembali, maid itu meletakan meja di hadapan Gea yang sudah bersandar di tempat tidur lalu meletakan makanan itu di atas meja.
"Apa nona membutuhkan yang lain??".
"Minta tolong ambilkan ponsel saya bi". Ucap Gea yang mulai makan.
Maid itu mencari ponsel milik nona mudanya lalu setelah ketemu langsung diberikan. Tidak ada lagi yang Gea butuhkan barulah maid itu pergi meninggalkan kamar Gea seorang diri.
__ADS_1
Karena jika ada apapun lagi gea akan memanggil menggunakan alat itu kembali.
To be continued, , , ,