Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 19 : Perjalanan ke desa gemilang


__ADS_3

...Happy Reading...


...📖...


.


Salah satu grup dari mereka sudah berangkat menuju kampung tempat bakti sosial berada dan hanya tinggal 2 grup.


Yuda langsung pergi berdua dengan Gea untuk mencari toilet dekat sama. Mereka melihat ada warung tidak jauh dari tempat pemberhentian bus.


"Permisi Bu, saya mau numpang ke kemar mandi boleh??". Ucap Yuda dengan sopan.


"Oh silahkan mas, yuk saya antar".


Yuda meminta Gea mengikuti ibu itu sementara dia menunggu di depan.


Tapi sebelum itu Gea menitipkan tas dan jas almamater nya kepada Yuda agar tidak repot saat di kamar mandi nanti. Lalu masuk mengikuti ibu pemilik warung.


"Itu neng kamar mandinya. Maaf kalau berantakan". Ucap ibu itu menunjuk ke arah kamar mandi.


"Gak papa Bu".


"Saya tunggu didepan ya gak apa kan ditinggal??"


"Iya Bu gak papa".


Ibu itu pergi kembali ke depan. Sedangkan Gea masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan apa yang dia ingin lakukan.


Setelah selesai Gea kembali ke depan dengan melihat Yuda dan ibu pemilik warung sedang berbincang.


"Neng masnya dari mana?? Mau ada KKN atau apa??". Tanya ibu itu.


"Nggak Bu kami hanya sedang melakukan bakti sosial di desa gemilang". Jawab Yuda.


"Oh desa itu". Gumam ibu itu dengan menganggukkan kepala.


"Neng sama masnya pasti pasangan ya. Cocok banget". Lanjut ibu itu membuat gea kaget. Lalu dengan cepat menimpali ucapan ibu itu.


"Bukan Bu".


"Kalian berdua cocok loh, yang satu cantik yang satu ganteng,, gak papa neng jangan malu malu".


"Tapi bu kami-".


"Maaf Bu memang dia suka gitu, gak pernah mau ngaku kalau ditanya orang". Potong Yuda membuat tambah kesal.


Dipikirkan Gea takutnya ibu itu berpikiran yang tidak tidak walaupun mereka gak bakal ketemu lagi. Tapi menurut Gea itu sangatlah menyebalkan.


"Adududuh sakit sayang". Rengek Yuda saat mendapatkan cubitan keras di tangan nya.


"Ibu makasih atas tumpangan nya,, kalau gitu saya permisi, mari Bu". Pamit Gea dengan apa meninggalkan tempat itu setelah mendapat jawaban dari pemilik warung.


"Permisi Bu". Sambung Yuda, lalu berlari menyusul Gea yang sudah berjalan duluan.


Saking kesalnya barang yang awalnya ia titipkan kepada Yuda tidak Gea ambil. Saat berjalan mendekati kedua sahabatnya, kaki Gea sambil di hentakan karena kesal.


Sesampainya di tempat mereka menunggu jemputan ternyata hanya grup A yang diketuai Yuda yang belum berangkat. Para cowok pun sedang membantu para cewek untuk naik duluan ke atas mobil pick up.

__ADS_1


"Lama benget sih, kalau mau pacaran cari suasana yang bagus dong jangan buat orang menunggu lama". Omel Rio dengan mulut nyerocos nya saat melihat Gea yang datang duluan di ikuti Yuda dibelakang.


Gea yang sedang dalam mood tidak baik hanya diam tanpa menjawab. Jesica dan Mila yang melihat itu hanya saling pandang. Beginilah Gea jika berduaan dengan Yuda, selalu pulang dalam keadaan bete atau kesal.


Yuda yang baru datang berniat ingin mendekat ke arah Gea tapi terhenti saat wanita itu memanggil seseorang yang sudah naik duluan ke atas mobil.


"Kak Zico, , ". Panggil Gea mengulurkan tangan agar kakak senior nya itu membantunya naik.


Zico yang paham langsung membantu Gea naik ke atas mobil. Akan tetapi, dia tidak tahu situasi yang mencengkram tak jauh tempat mereka berdiri. Tatapan seseorang dari mereka menajam apalagi saat tangan mereka saling bersentuhan.


"Mampus, perang dunia sebentar lagi". Batin seseorang melihat kejadian itu.


"Cih". Decak Yuda lalu naik ke atas mobil yang ingin berangkat sebentar lagi.


Decakan itu juga terdengar oleh telinga Rio dan Jesica yang tak jauh dari posisi Yuda berada. Tantu saja membuat pikiran mereka traveling kemana mana.


Setalah semua naik, mobil melaju menuju desa gemilang tempat yang akan mereka kunjungi. Dari pemberhentian bus menuju desa itu memakan waktu lebih dari satu jam.


Gea terus mengabadikan pemandangan yang baru pertama kali dia lihat dengan kamera yang sengaja ia bawa dari rumah. Dia sibuk mengambil photo tanpa memperdulikan semua orang yang sedang berbicara satu sama lain.


Jalanan yang mereka lewati bukanlah jalan aspal seperti di kota melainkan jalan berbatuan yang membuat mobil yang mereka tumpangi goyang ke kanan kiri. Gea yang sedang memegang kamera hanya bisa berpegangan dengan satu tangan dan punggung yang disandarkan di mobil.


Sampai tiba tiba, , ,


Bug


"Aakkhhh,, kepala gue". Teriak Gea kesakitan akibat kepalanya terbentur besi mobil.


Yuda yang mendengar teriakan Gea dengan cepat melompat ke dekat Gea untuk mengecek keadaan wanita itu. Saking khawatir nya, tubuh Yuda sangat dekat dan mepet ke arah Gea yang masih merintih kesakitan.


"Are you okay??". Tanya Yuda khawatir lalu mengelus kepala Gea yang terbentur.


Tidak sampai disitu. Mobil kembali goyang dengan cukup keras membuat badan Gea oleng dan menabrak tubuh Yuda yang jarak nya sangat dekat.


Yuda yang tidak siap menahan tubuh Gea pun malah tersungkur ke belakang dengan gea yang ikut tertarik. Hal itu membuat Gea berada dalam pelukan Yuda yang tangan Yuda memeluknya dengan erat takut Gea terpental saat mobil yang masih goyang.


Semua orang yang ada di sana hanya diam menatap mereka berdua. Bahkan ada juga yang mengambil momen itu menggunakan kamera ponsel yang mereka pegang.


"Emm, , Jeje jalannya sangat bersahabat ya". Sindir Mila yang begitu keras membuat Gea tersadar.


Dengan cepat Gea bangkit dan menjauh dari Yuda. Wajah nya sangat merah dan berusaha menutupinya dengan menatap arah lain. Sama halnya dengan Yuda yang langsung memperbaiki posisi duduknya dengan baik.


Seketika suasana menjadi hening, tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Mereka hanya sibuk dengan pikiran masing


..........


1 jam kemudian mobil yang mereka tumpangi masuk ke desa gemilang setelah melewati plang yang ada di jalan.


Mobil terpaksa berhenti saat melihat tanjakan yang sangat licin. Mereka akan turun disana melanjutkan jalan menuju penginapan. Karena tidak memungkinkan untuk mobil lewat ke sana.


Semua orang sudah pada turun dengan para cewek di bantu oleh Zico dan elang. Sementara Rio membantu untuk menurunkan barang barang mereka dari mobil.


Melihat tanah yang sangat becek membuat Gea menatap nya bergantian dengan menatap sepatunya yang berwana putih bersih.


"Ge kenapa melamun?? Ayo turun". Ucap Mila sedikit berteriak. Karena posisi mereka sedikit lebih jauh.


"Ayo". Sahut elang mengulurkan tangan untuk tumpuan Gea turun. Akan tetapi Gea sangat ragu dan sementara Yuda sedang berbincang dengan kepala desa yang ada di desa tersebut.

__ADS_1


Tidak mungkin kan Gea minta tolong sama Yuda. Pikirnya.


Tapi, , ,


Aish,, Gea benar benar buntu. Tidak dapat berpikir apapun. Disisi lain dia gak ingin sepatunya kotor dan disisi lain dia gak mau dianggap wanita manja.


"Em, , ". Gumam Gea ragu memegang tangan elang tanpa langsung turun. Ia masih melihat tanah yang sangat becek yang akan dia injak. Takutnya Gea terpeleset atau apa gitu kaena salah pijak.


"Digendong aja neng kalau takut sepatunya kotor". Ucap salah satu warga yang memang berada di atas mobil yang sedang menurunkan barang barang mereka.


"Gak apa neng, bapak paham. Lagian sayang juga kalau sepatunya kotor dipaksa jalan di tanah yang becek".


Gea yang mendengar itu pun sangat malu. Takutnya dia dibilang anak manja dari kota yang hanya hidup dalam dunia kemewahan.


Zico, Rio dan elang replaks menatap ke arah sepatu Gea yang memang benar memakai sepatu berwarna putih bersih. Dan bisa mereka tebak bahwa sepatu yang Gea pakai hari ini adalah sepatu baru.


"Yudaaa,". Teriak Rio dengan melengking.


Plak,,


Zico yang telinganya merasa berdengung akibat teriakan itu dengan cepat memukul si pembuat masalah dengan keras.


Sedangkan orang yang dipukul hanya memberikan cengir lebar tanpa dosa.


Yuda yang namanya dipanggil menatap ke arah Rio. Dia tahu siapa pemilik suara itu. Lalu mengangkat alisnya sebelah dengan isyarat. Kenapa??.


"Gendong gea, kalau Lo gak mau biar Zico aja dengan senang hati". Kata Rio dengan menaik turunkan alisnya. Gak lupa dengan senyum miring yang terlukis disudut bibir Rio.


Yuda menatap ke arah Gea yang masih ada di atas mobil. Lalu berjalan mendekat.


"Gak udah kak aku jalan aja gak papa". Tolak Gea tak enak hati. Apalagi Yuda yang akan menggendongnya mau di gimanain hati Gea saat ini.


Akan tetapi Yuda dengan cepat menarik tangan Gea yang langsung jatuh ke pelukannya dengan erat. Membuat posisi Gea yang digendong ala koala oleh Yuda.


Pelukan Gea sangat erat karena dia takut jatuh yang pasti sakitnya gak seberapa tapi malunya yang sangat luar biasa.


"Apa yang kakak lakukan". Bisik Gea ditelinga Yuda.


"Kamu lama semua orang sudah nunggu dari tadi".


"Tapi gak gini juga kali". Gerutu Gea menyembunyikan wajahnya di bahu Yuda agar tidak dilihat oleh semua orang.


Yuda perlahan menurunkan Gea di batu untuk pijakan. Dia meminta Gea untuk naik ke punggungnya untuk berpindah posisi karena takut Gea akan tambah malu saat digendong seperti itu sampai penginapan. Yang pasti disana banyak warga yang menunggu kedatangan mereka.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan nya menyusul mereka yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Kenapa memakai sepatu putih ke tempat seperti ini??".


"Aku lupa". Ucap Gea dengan mengerucut kan bibirnya mendapat omelan dari yuda.


Gak lama mereka sampai di tempat penginapan mereka yang sudah disambut dengan meriah oleh warga yang ada di desa gemilang.


Penginapan atau tempat mereka tinggal selama disana berasa di setiap rumah warga yang memiliki ruang tidur yang tidak terpakai.


"Selamat datang di desa gemilang??". Sambutan semua orang.


"Terima kasih atas sambutannya.. perkenalkan saya Yuda, ketua dari grup ini. Saya yang bertanggung jawab atas mereka selama disini..".

__ADS_1


"Ini Rio, Gea, Mila, Lita, Jesica, Zico, elang, Angga, dan paling ujung Dion". Ucap Yuda memperkenalkan semua orang yang ada disana. Sedangkan orang yang disebut hanya memberi salam dengan sopan.


To be continued, , , ,


__ADS_2