Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 11 : Menghindar


__ADS_3

...Happy Reading...


...❤️...


.


Disisi lain, Gea yang sedang berada di dalam taksi hanya diam memandang jendela mobil dengan tatapan kosong.


Tidak ada air mata yang mengalir. Hatinya hanya sakit mengingat kejadian dulu yang tidak pernah terpikirkan oleh dia.


"Kita mau kemana nona??". Tanya pak supir yang tidak tahu tujuan penumpangnya.


Gea hanya diam tidak membalas. Mungkin karena Gea terus melamun jadi ucapan sang supir tidak didengar.


"Nona, , !!". Panggil supir taksi beberapa kali.


"Ah maaf pak, ada apa??". Ucap Gea menatap ke arah depan.


"Tujuan nona kemana??". Tanya supir itu lagi.


"Ke kompleks lily pak".


Gak lama taksi berhenti di kompleks perumahan yang Gea sebutkan. Setelah bayar Gea turun menelusuri jalan kompleks dengan jalan kaki.


Dia senagaja turun disana karena ingin jalan ke taman yang ada di kompleks itu hanya untuk mencari ketenangan diri.


Gea tahu pasti kedua sahabatnya akan mencari kerumah. Pasti diantara Jesica atau Mila melihat orang yang ketemu dengan Gea di depan toilet restoran.


Sampai di taman kompleks, Gea duduk di kursi yang menghadap ke arah air mancur yang ada ditengah taman. Dia hanya duduk menatap kosong ke depan. Ntah saat ini pikirannya sedang berada dimana.


Sementara dikediaman Agatha, , ,


Jesica baru sampai, langsung keluar dari mobil berlari menuju pos satpam untuk menanyakan sesuatu.


Dia senagaja berhenti disana.


"Pak, apa Gea sudah pulang??". Tanya Jesica. Sedangkan Mila menunggu di dalam mobil terus berusaha menghubungi Gea tapi tak kunjung di angkat.


"Maaf nona, non Gea belum terlihat pulang. Bukannya tadi pergi dengan nona??".


"Ah iya pak tapi dia tadi pulang duluan. Kalau begitu saya permisi.. kalau Gea pulang suruh dia telpon saya ya pak mungkin sebentar lagi". Ucap Jesica.


"Iya nona nanti saya sampaikan".


Jesica langsung berlari kembali masuk ke dalam mobil. Mereka bingung mencari Gea kemana. Gea yang baru datang ke Indonesia kepastian gak tahu tempat sekitar sana.


"Apa pulang ke apartemen??". Ujar Mila.


"Ya udah kita kesana. Lo terus telpon sampai Gea angkat".


Jesica melajukan mobilnya menuju apartemen. Tapi baru beberapa detik panggilan Mila diangkat oleh Gea.


"Hello ge Lo dimana?? Gue sama Jesi khawatir sama lo??". Ucap Mila langsung.


"Gue di taman kompleks".


"Gue kesana, Lo jangan kemana mana".


Pip, ,!!!


Jesica langsung memutar kemudi menuju kompleks yang Mila katakan. Sampai disana mereka melihat Gea yang duduk sendiri dengan menatap ke arah depan.


Taman tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang yang sedang jalan jalan.


"Gea, , ". Panggil Mila dengan halus.


Jesica duduk disamping Gea sedangkan Mila hanya berdiri disamping nya.


"Are you okay??".


"Hm i'm okay". Ucap Gea pelan dengan senyum dipaksakan.


Mereka tahu Gea gak akan menangis tapi gak dipungkiri hatinya selalu sakit jika mengingat itu semua.


"Gue tahu lo pasti bisa move on dan berdamai dengan kejadian itu.. apa kak Yuda tahu semau itu??". Tanya Jesica hati hati.


"Buat apa kak Yuda tahu". Ucap Gea membuat mereka heran.

__ADS_1


"Bukannya kak Yuda cowok lo ge??".


"Gue sama dia cuma pacar pura pura doang". Balas Gea apa adanya. Sebenernya dia ingin jujur tadi saat dirumah tapi waktunya kurang pas apalagi melihat Yuda yang ingin merahasiakannya dari semua orang.


"Hah!! Kok biasa".


"Dia cuma minta gue ikutin apa mau dia karena gue gak sengaja nabrak dia. Gue yang salah jadi gue ikutin aja. Tapi ternyata dia malah ngenalin gue ke bokapnya sebagai pacar bohongan dengan alasan gak mau dijodohkan". Jelas Gea apa adanya.


"Lo yakin gak suka sama kak Yuda?".


"Nggak, gue lihat juga dia menang cuma mau gue pura pura jadi pacarnya gak lebih. Lo bisa lihat kan dari sikapnya".


"Iya juga sih ketara banget tahu gak". Ujar Jesica.


"Nah Lo tau kan".


"Jadi Lo belum bisa lupain cowok itu??". Ucap Mila.


"Gue gak tahu. . Tapi saat gue lihat dia gue langsung ingat kejadian itu dan hati gue sakit rasanya.. tapi gue gak bisa nangis".


"Ck buat apa nangisin cowok macam itu.. manis didepan doang. Kata katanya kaya bisa dipegang tapi ternyata. Main gila dibelakang". Kata Mila dengan sinis.


Gea memang sudah menceritakan semuanya kepada Mila dan Jesica. Bahkan salah satu kejadian itu terjadi pas dengan mereka berdua sedang liburan di London.


Maka dari itu Gea gak bisa bohong pada mereka tentang apa yang dia alami saat itu.


Dari situ Mila dan Jesica terus menghibur Gea agar tidak terpuruk dalam kesedihan. Sampai dimana mereka harus kembali ke Indonesia dan meninggalkan Gea disana.


.


.


.


Setelah kejadian itu Gea selalu bertemu dengan orang dimasa lalunya. Yang ternyata satu kampus dengannya tapi beda jurusan.


Hal itu membuat Gea malas berada di area kampus lama lama. Jadi Gea meminta untuk cepat pergi dari sana.


"Ge sampai kapan lo menghindar dari dia??". Tanya Jesica.


"Ntahlah. Gue pergi dulu mau ke kantor banyak pekerjaan selagi bokap gue gak ada di sini. Gue duluan".


Setalah pulang dari restoran itu juga. Gea dan Yuda jarang berkomunikasi bahkan jarang ketemu.


Teman temannya juga tahu hubungan mereka hanyalah pura pura dan itu membuat mereka tidak banyak berpikir.


Urusan Yuda hanya menjelaskan kepada orang tuanya tentang perjodohan itu. Tapi mereka masih tahu bahwa pacar anaknya itu bernama Gea.


Nyokapnya Yuda merasa familiar dengan nama itu tapi dia lupa akan dimana mendengarnya.


Di perusahaan AG Company


"Permisi nona ada berkas yang harus nona tanpa tangani". Ucap sekertaris nya memberikan map kehadapan Gea.


"Apa jadwal kita hari ini??". Tanya Gea dengan mata menatap ke arah dokumen yang sekertaris nya berikan.


"Sore nanti kita ada pertemuan dengan Zero Company untuk membahas pembangunan villa di Bali".


"Hanya itu??".


"Iya nona, dan besok pagi kita ada meeting dengan SV Company di hotel Rainsky". Lanjut sekretaris itu.


"Besok saya ada kuliah.. tapi tidak apa urus semuanya dengan baik".


"Baik nona".


Sekertaris itu pergi meninggalkan ruangan Gea setelah tidak ada lagi keperluan. Lalu Gea melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.


Di perusahaan itu Gea memang memiliki ruangan khusus yang disediakan bokapnya sedari dulu. Karena Gea lah yang akan menjadi pewaris utama keluarga agatha.


Gea juga satu satunya cucu yang dimiliki di keluarga besarnya dari pihak ibu maupun ayah.


Orang tua Gea sama sama anak tunggal dan sekarang dirinya anak juga menjadi anak tunggal karena maminya tidak bisa mengandung lagi akibat kecelakaan tempo hari yang membuat rahimnya harus diangkat. Apalagi saat itu mami Lisa sedang mengandung anak kedua.


...*********...


Seminggu ini Gea tidak masuk ke kampus. Pekerjaannya di kantor sangatlah padat bahkan dia juga baru pulang dari Bali untuk mengecek pembangunan villa yang ada disana.

__ADS_1


Pagi hari di bandara, Gea berjalan bersama sekertaris nya keluar dari bandara dengan menyeret koper masing masing menuju mobil jemputan.


"Sekarang kamu gak usah kekantor, kamu istirahat dirumah jangan memaksa untuk kerja". Ucap Gea kepada sekertaris nya.


"Tapi nona-".


"Jangan gunakan waktu libur buat kerja kamu juga harus banyak istirahat, pokonya gak ada penolakan sama sekali". Ucap Gea memotong bantahan sekertaris nya.


Gea tahu sekertaris nya itu selalu datang ke kantor pada hari Minggu hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. Jadi Gea gak mau sekertaris nya itu sakit yang pasti akan membuat dirinya juga kesusahan.


"Baik nona". Ucap sekertaris itu pasrah.


"Pak antar ke apartemen dia dulu".


Skip, ,


Sesampainya di rumah, Gea langsung pergi ke kemar untuk membersihkan badan tanpa membersihkan barang barangnya terlebih dahulu.


Kondisi badannya sangat kelelahan, Apalagi saat di Bali Gea hanya tidur beberapa jam dalam sehari karena pekerjaannya yang sangat sibuk. Ditambah lagi harus meninjau lokasi pembangunan yang jaraknya sangat jauh dari hotel.


Ingin rasanya Gea langsung tidur tapi perutnya yang kosong tidak mendukung. Alhasil Gea turun dulu menuju dapur untuk mencari makanan.


Sebelum naik ke kemar, Gea meminta maid untuk membuatkan makanan. Jadi saat Gea turun makanan itu sudah tersedia di meja makan.


Nasi, ayam goreng, cumi balado dan capcai sudah tersaji di atas meja makan. Gea makan dengan lahap sampai kenyang. Bahkan beberapa chat yang masuk serta penggilan masuk Gea abaikan.


Setelah makan Gea tidak langsung kekamar, ia jalan jalan ke dekat kolam berenang terlebih dahulu untuk menurunkan makanan yang baru dimakan barusan sambil bermain ponsel.


Kamila


|Gea yuhuuuuu, , Lo dimana?? Lo masih sibuk.


|Ayo lah jangan kerja terus gue kangen sama lo.


|Geaaaaa , , , !!


Jesica


|Seminggu gak ada lo gue jadi sasaran Mila. Kapan Lo masuk kampus lagi??


|Han out yuk ge gue males dirumah


Kak Yuda


|Gea kamu gak ke kampus??


My mami


|Sayang mami pulang lusa, kata papi dia udah siapkan hadiah buat kamu yang spesial


|Kalau dari mami kapan kapan aja ya sayang :D


Kamila(12), Jesica(8), bokap (3), my mami(5) Panggilan tidak terjawab.


Itulah orang orang yang mengubungi Gea dari semalam. Gea memang baru memegang ponsel dari kemarin karena pekerjaannya yang telah bisa ditinggal.


Gea hanya membalas pesan maminya saja lalu berlatih pada sosal media yang jarang digunakan saat dia sibuk di perusahaan.


Bahkan saat Gea di Bali pun, Gea tidak up apapun di media sosial. Satu photo pun tidak ada di ponselnya saat disana.


Lalu Gea beralih ke kamera mengambil photo kakinya yang di masukkan kedalam air untuk di up di Instagram.


Gea Xaviera Agatha



41291 Suka


Gea Xaviera Agatha Istirahat dalam kesibukan pekerjaan harus diutamakan..!!!.


Lihat semua komentar:


...---------...


Gea sama sekali menghiraukan semua komentar yang masuk. Mau yang kenal ataupun tidak Gea tidak ada niatan untuk membalasnya.


Setalah cukup untuk menurunkan makanan. Barulah Gea masuk kedalam kamar untuk istirahat. Ditambah lagi matanya sudah sangat ngantuk ingin di pejamkan.

__ADS_1


To be continued. . .


__ADS_2