Angle Devil Rose

Angle Devil Rose
BAB 12 : Davin Alexander Lemos


__ADS_3

...Happy Reading...


...❤️...


.


Beberapa jam tertidur, Gea terbangun sudah sore. Jam sudah menunjukan pukul 4 sore dan kemungkinan Gea tertidur selama 7 jam dari jam 9 am - jam 16 pm.


"Lama juga gue tidur". Gumam Gea bangkit lalu berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka. Untuk mandi kali ini dia sangat malas.


Baru keluar kamar mandi, terdengar suara pintu diketuk dari luar.


Cklek


"Ada apa bi??". Tanya Gea melihat maid yang ada disana.


"Maaf nona ada tamu yang nyariin nona didepan katanya dia gak mau pergi sebelum ketemu nona". Ucap maid itu karena sebelum Gea pergi ke kamar. Gea meminta maid untuk mengganggunya dan jika ada tamu tinggalkan pesan untuk kembali lain kali. Itupun harus memberitahukan nama orang itu agar Gea tahu siapa yang datang.


"Siapa bi??".


"Orang itu tidak memberitahukan namanya. Dia hanya ingin ketemu sama nona". Ujar maid itu.


Mendengar itu Gea menaikan alisnya bingung. Siapa yang ingin bertemu dengannya, pikir Gea.


Akhirnya Gea memutuskan untuk melihat siapa yang datang. Maid memberitahunya bahwa orang itu masih ada diluar tanpa disuruh masuk karena atas perintah nona rumah sebelumnya.


Saat Gea membuka pintu. Hal pertama yang dilihat hanyalah punggung orang itu.


Mendengar pintu dibuka orang itu membalikan tubuhnya berharap orang yang dicari yang membuka pintu itu.


Dan ternyata benar, senyumnya langsung terlihat saat melihat orang yang dia cintai ada dihadapannya.


"Gea,,!!".


Aura Gea langsung keluar. Matanya menyiratkan tatapan yang menyakitkan bagi orang dihadapannya. Tatapan yang tidak pernah terlihat saat bersamanya dulu.


"Buat apa lo kesini??". Tanya Gea dingin.


"Gea aku mau bicara, plis dengerin aku dulu. Aku gak minta kamu buat balik lagi sama aku tapi aku mau kamu tahu aku ngelakuin ini karena pengaruh obat". Kata orang itu.


"Mending lo pergi, gue gak mau dengerin apapun. Gue gak peduli lo terpengaruh obat ataupun sadar, sekarang Lo pergi jangan temui gue lagi". Usir Gea dengan tegas.


"Ge, gue mohon, , ".


"DAVIN, , , ". Teriak Gea meninggi.


Mendengar nada Gea yang seperti itu membuat orang yang bernama Davin itu perlahan mundur untuk meninggalkan kediaman Agatha.


Bukannya takut tapi Davin gak mau Gea tersulut amarah yang besar dan takutnya mengamuk menyakiti dirinya untuk melampiaskan emosinya. Seperti dulu.


Gea langsung masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu berjalan menuju kamar dengan emosi yang memuncak.


Para maid yang ada disana ketakutan dengan aura nona muda yang dikeluarkan. Ini pertama kali mereka melihat aura yang menyeramkan seperti ini bahkan kulit tubuhnya sudah merinding semua.


.


Orang yang datang ke rumah Gea adalah Davin Alexander Lemos, mantan Gea yang menjalin hubungan selama 3 tahun dan kandas karena perselingkuhan.


Di dalam kamar Gea hanya terdiam berusaha menetralkan amarah nya yang sedang memuncak. Hatinya sangat sakit. Bahkan saat ini tangannya menekan dada dengan keras untuk menghilangkan rasa sakit ini.


Padahal sudah 2 tahun lebih tapi rasa sakit itu tidak pernah hilang begitu saja.


FLASHBACK ON


2 Tahun yang lalu. . .


Gea yang mendengar para sahabatnya akan datang liburan ke London merasa sangat senang.


Saat ditelpon Gea sudah menceritakan banyak tempat untuk mereka kunjungi bertiga saat liburan nanti.


"Gea kamu kemana sayang??". Tanya seorang nenek yang duduk di sopa yang sedang menonton televisi.


"Nenek Gea ingin menjemput Jesica sama Mila di bandara". Ucap Gea duduk disamping sang nenek dengan memeluk tangannya dengan ceria.


"Mereka datang??". Ucap sang nenek dengan diangguki oleh Gea. "Dengan siapa?? Apa dengan Davin??". Tanya sang nenek lebih lanjut.


"Tidak Gea jemput mereka sendiri. Davin lagi sibuk kuliah nenek akhir akhir ini makanya dia jarang main kesini".

__ADS_1


"Baiklah tapi kamu hati hati ya sayang jangan ngebut". Peringatan sang nenek dengan menunjuk ke arah hidung sang cucu.


"Hehe Gea gak janji, Gea pergi dulu bye nek". Ucap Gea pergi meninggalkan sang nenek sendirian setelah mencium pipi neneknya.


"Dasar anak nakal". Gumam sang nenek melihat cucu kesayangannya yang perlahan hilang dari pandangan.


.


.


Diperjalanan menuju bandara, Gea bersenandung ria di dalam mobil. Keadaan jalanan cukup lancar tidak menyebabkan kemacetan yang pasti Gea sampai tepat waktu.


Baru masuk Badara Gea melihat 2 gadis yang sedang Gea tunggu. Dengan cepat Gea berlari mendekat lalu memeluknya dengan erat.


"Ah gue kangen sama kalian". Kata Gea disela pelukannya yang erat.


"Gue pun sama. Lo sih gak balik balik ke Indonesia". Seru Mila setelah mereka melepaskan pelukan.


"Hehe gue gak mau ninggalin nenek disini sendirian".


"Ck nenek apa gak mau ninggalin cowok lo itu". Ujar Mila membuat Gea tersenyum.


"Udah yuk pergi cari restoran. Gue lapar nih". Sahut Jesica yang sedari tadi diam.


"Ah oke. Gue ajak kalian ke restoran yang enak". Ajak Gea berjalan mendahului mereka.


"Lo gak mau bawain koper kita, kita kan tamu".


"Cih ogah, bawa aja sendiri". Celetuk Gea berjalan ke arah mobil. Lagian Gea sendiri nanti yang akan mengemudi saat mereka ada di London.


Sampai di restoran yang Gea pilih. Mereka makan dengan penuh canda tawa setalah pesanan datang.


"Oh ya ge, gue pengen ketemu cowok lo dong. Mumpung kita lagi ada disini". Ujar Mila.


"Nanti gue kenalin tapi sekarang dia lagi sibuk di kampus".


"Ah oke gak papa kapan kapan kalau gak sibuk ajak dia niat jalan jalan bareng kita". Ucap Jesica yang diangguki oleh Mila.


Ting, ,


Suara bel berbunyi pertanda ada pelanggan datang. Posisi tempat duduk Gea memang gak jauh dari tempat pintu masuk dan menghadap ke sana juga.


Garpu yang Gea pegang seketika jatuh diatas piring. Pandangannya menatap ke arah dua orang yang baru masuk.


"Ge are you okay??". Tanya Jesica tapi Gea diam saja.


Hal itu membuat Jesica dan Mila jadi khawatir. Mereka saling pandang lalu menatap ke arah pandangan Gea.


Mata Jesica menyipit kala melihat pemuda yang pernah dia lihat di dalam photo yang Gea kirim.


"Ge, , ,-".


Ucapan Jesica terpotong melihat Gea yang sudah menangis tanpa suara menatap pemuda itu.


"Gea, , Gea kamu kenapa??". Ucap Mila panik.


Seketika kesadaran Gea mulai kembali. Dia menghapus air matanya dengan kasar. Lalu pamit menuju kamar mandi meninggalkan mereka berdua dengan cepat.


"Lo samperin Gea gue tunggu disini". Ujar Jesica kepada Mila.


Mila yang diperintahkan seperti pergi menyusul Gea di toilet yang ternyata sedang menangis di bilik toilet paling ujung.


Beberapa menit puas menangis, Gea dibawa Mila ke tempat duduk semula. Gea masih melihat orang itu duduk tak jauh dari tempat duduk mereka dengan membelakangi meja Gea.


"Apa dia orangnya??". Tanya Jesica.


"....". Gea hanya menganggukkan kepala pertanda iya.


"Coba lo telpon mungkin dia saudaranya". Pinta Jesica.


Gea menuruti apa yang Jesica minta. Tapi ternyata Devin yang duduk di sana hanya melihat nya saja tanpa berniat mengangkat panggilan Gea.


"Chat". Lanjut Jesica.


...My boyfriend...


^^^Lagi dimana??|^^^

__ADS_1


^^^Apa masih di kampus??|^^^


|Iya sayang, aku lagi sibuk bikin makalah


|Nanti kalau udah selesai aku bakal telpon kamu


Mendapat balasan seperti itu Gea meletakan ponselnya di meja agar kedua sahabatnya melihat itu.


Jesica yang tersulut emosi ingin menghampiri cowok brengsek itu tapi Gea dengan cepat menahannya dan malah mengajaknya untuk pergi.


"Gue besok harus ke kampus yang sama buat kasih dokumen. Gue mau lihat apa yang dia lakuin". Ucap Gea. Saat ini mereka sedang ada diperjalanan pulang menuju mansion kediaman Agatha yang ada di London.


.


.


.


.


Keesokan harinya pukul 11.00 waktu London.


Gea sudah ada di area kampus sendiri setelah memberikan dokumen data dirinya untuk kuliah disana.


Awalnya para sahabatnya itu ingin ikut tapi Gea mencegahnya karena takut Jesica tidak menahan amarahnya didepan Devin. Gea masih percaya bahwa wanita yang bersama kekasihnya itu hanyalah teman kuliah nya saja tidak lebih.


Gak lama setelah Gea mengabari kekasihnya. Devin datang dengan wajah bahagia karena melihat Gea ada disana.


"Sayang kok gak ngabarin aku kalau mau ke kampus". Ucap Devin ceria duduk dihadapan Gea.


"Aku kan udah bilang beberapa hari yang lalu hari ini aku mau ke kampus untuk memberikan dokumen".


"Ah mungkin saking sibuknya aku jadi lupa, maafnya sayang". Ucap Devin memegang tangan Gea yang merasa bersalah.


"Gak papa. Kamu tunggu disini aku pesan minuman buat kamu dulu".


Devin hanya mengangguk sambil tersenyum.


Saat Gea berjalan membawa minuman Davin, ia gak sengaja melihat seorang wanita yang kemarin bersama di restoran tak jauh dari tempat duduk Davin sambil sesekali menatap ke arah Davin.


"Ternyata sebegitu dekat kalian berdua. Gak bisa dipisahkan sedikitpun ". Batin Gea walaupun hatinya sangat sakit.


"Nih,,". Gea memberikan minuman itu dihadapan Davin. "Apa kamu masih ada mata kuliah?? Aku mau ajak kamu ketemu sahabat aku yang baru datang". Ucap Gea .


"Yah sayang aku ada mata kuliah hari ini. Lain kali aja ya".


"Ya udah gak papa. Lagian mereka juga bakal lama kok disini. Kapan kamu masuk kelas??".


"10 menit lagi". Ucap Davin membuat Gea mengerutkan kening. Bukannya Davin baru selesai kelas tapi kenapa dia harus masuk lagi padahal baru beberapa menit dia ada disana.


Bukannya dari mata kuliah satu ke mata kuliah lain diberikan waktu istirahat kurang lebih 1 jam. Tapi Davin.


"Kamu ke kelas gih nanti kamu telat masuk. Aku juga mau langsung pulang". Ucap Gea kepada Davin.


"Kamu gak papa sayang. Maafin aku ya karena aku selalu sibuk".


"Gak apa".


Setelah Davin pergi Gea melihat ke arah tempat wanita yang ternyata sudah pergi juga. Tanpa pikir panjang Gea langsung pergi meninggalkan kantin untuk pulang.


Ia ada janji untuk makan diluar bersama dengan Jesica dan Mila sekalian jalan jalan. mungkin hal ini Gea gak akan ceritain kepada mereka.


..


Menjelang sore Gea, Jesica dan Mila berada di restoran setelah puas jalan jalan.


Mata Mila melihat pemuda yang kemarin lagi yang membuat emosi Gea tak terbendung.


Dengan cepat Gea berjalan mendekati Davin yang sedang makan bersama dengan wanita kemarin di meja paling pojok.


"Davin". Panggil Gea kepada Davin dengan suara ditahan.


"Gea, , ". Ucap Davin kaget sambil berdiri.


Lalu.


Byurrrr, , ,

__ADS_1


To be continued, , , , , , , ,


__ADS_2