
...Happy Reading...
...📖...
.
Keesokan harinya jam 10.00 menjelang siang.
Gea perlahan membuka mata menetralkan penglihatannya karena cahaya yang masuk ke dalam kamar. Gorden kamar Gea tidak ditutup sebagian akibat Mila yang bulak balik keluar masuk balkon kamar Gea. Hanya dengan alasan melihat pemandangan yang indah dari sana.
Malam tadi mereka tidur bertiga di satu ranjang. Posisi Mila yang ada ditengah dan gak bisa diam membuat Gea selalu terganggu tidurnya. Seperti sekarang kaki Mila ada di atas kaki Gea sedangkan tangannya ada di wajah Jesica.
Gea perlahan menyingkirkan kaki Mila lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Hari ini mereka bertiga bolos kuliah. Walaupun hari Minggu tapi mereka ada kuliah dari dosen yang mengganti hari beberapa hari yang lalu.
Gea memutuskan untuk berenang apalagi badannya sangat pegal pegal. Mungkin setelah berenang badannya akan sedikit lebih enak.
"Lo mau kemana ge??". Tanya Jesica yang baru bangun.
"Gue mau berenang". Ucap Gea.
"Siang siang gini mau berenang. Lo-". Ucapan Jesica terhenti karena tidak lagi melihat orang nya disana. Gea sudah pergi keluar rumah menghiraukan Jesica yang sedang berbicara.
.
.
.
Setelah makan siang di rumah Gea. Mereka memutuskan untuk pergi jalan jalan ke mall. Mila mengajaknya kesana untuk menghibur Gea agar tidak memikirkan masalah itu lagi.
Keliling mall berjam jam dengan tangan penuh belanjaan akhirnya gea sedikit tersenyum dengan mereka.
Sebelum pulang mereka mampir di caffe terlebih dahulu hanya sekedar mengistirahatkan kakinya yang pegal.
"Gue ambil barang dulu, Lo mau ikut gak??". Ucap Mila setelah berbicara dengan nyokapnya di telpon.
"Nggak gue tunggu disini aja".
"Gue ikut". Sahut Jesica.
"Oke, Lo yakin gak papa disini sendirian". Ucap Mila meyakinkan. Lalu dijawab dengan anggukan oleh gea.
Sepeninggalan Jesica dan Mila, Gea hanya asik memakan es krim yang dia pesan sebelumnya. Duduk di kursi yang ada di pojok caffe agar tidak terlalu menjadi pusat perhatian pelanggan yang ada disana.
Tapi, gak lama kemudian ada seseorang yang datang mendekat.
Cowok rese yang sudah lama tidak bertemu dan sekarang bertemu lagi dengan mulut yang tidak berubah.
"Sendirian aja nih,, tumben makanannya sedikit". Sindir orang itu.
Gea yang mendengar ucapan orang itu untuk dirinya hanya mengangkat kepalanya melihat orang itu. Dan ternyata dia Yuda, cowok rese yang selalu berdebat dengannya.
Gea tidak menjawab ucapan Yuda. Dia hanya menghela nafas berat dengan kedatangan tamu tak diundang. Apalagi moodnya sedang tidak baik malah ditambah dengan ada Yuda disana.
"Ekhm, , wih habis belanja nih". Yuda duduk dihadapan Gea. Dia terus mengganggu Gea sampai Gea mau berbicara dengannya. Apalagi tatapannya sangat menjengkelkan, pikir Gea.
"Boros juga kamu ternyata".
"Kenapa nih orang waktu itu baik dan irit bicara cuma beberapa hari doang. Sekarang berubah ke mode awal, menyebalkan". Batin Gea dengan tatapan sinis.
"Sayang kok kamu tinggalin aku sih". Seru seorang wanita mendekati Yuda dengan nada manja yang memang Gea tambah kesal mendengar nada yang dibuat buat.
Wanita itu langsung duduk disamping Yuda sambil bergelut manja. Tapi terlihat Yuda seperti risih dengan wanita itu.
Gea yang melihatnya hanya mengangkat alisnya heran. Sampai tatapannya bertemu dengan mata coklat Yuda yang sepertinya meminta pertolongan.
"Ck bisa lepasin gak, gerah tahu gak". Keluh Yuda berusaha melepaskan pegangan wanita itu. Tapi bukannya lepas wanita itu malah kian mengerat.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?? Ayok aku belum selesai belanjanya. Kamu temani aku belanja".
"Lo belanja aja gue tunggu disini".
"Gak mau aku-".
"Oke gue kesana sekarang. Lo tunggu disana". Ucap Gea dengan sedikit keras menerima telon dari Mila agar kedua orang itu mendengar suara nya.
Pip, , !!!!
Tanpa pamit kepada dua orang yang tidak penting, Gea pergi keluar dari caffe itu membawa banyak paper bag dikedua tangan Gea.
"Gea, , Gea, kamu mau kemana??". Teriak Yuda dengan keras.
Untung saja pelanggan disana gak terlalu banyak. Biasa biasa Gea akan malu dipanggil seperti itu.
"Sayang, , ". Ucap wanita disamping yuda.
"Ck lepasin tangan gue, , Gea tunggu".
Gea menghiraukan panggilan Yuda yang terus berjalan menghampiri Jesica dan Mila di depan caffe. Mila menelpon karena mereka gak mau mendekati meja Gea yang sedang penuh drama.
Melihat Gea yang mendekat Mila langsung tertawa ngakak sambil mengambil belanjaan ditangan Gea diikuti Jesica.
Saat Jesica dan Mila pergi mereka menitipkan belanjaan itu kepada Gea yang ada dicaffe, mereka gak menyangka situasinya akan seperti ini.
"Diem lo, gue colok baru tahu rasa lo". Ucap Gea.
"Ha-ha-ha lagian lucu tahu gak. Kak Yuda ketempelan ulat keket,, udah mah penampilan nya seperti itu. Dih seleranya pasaran ternyata". Ucap Mila yang terus tertawa disepanjang jalan.
Dia gak mikirin beberapa orang yang menatap ke arah mereka dengan tatapan berbeda beda.
"Ck bisa diem gak gue gelindingan lo sampai lantai bawah". Ucap Gea pelan dengan penuh ancaman.
Seketika Mila yang asik tertawa mendengar perubahan Gea yang seperti itu membuatnya terdiam mengatupkan bibirnya dengan rapat.
...*********...
Keesokan harinya seperti biasa, Gea terbangun sebelum matahari terbit. Pagi ini Gea ada kuliah pagi yang mengharuskan pukul 7 am sudah ada di kampus.
Maka dari itu Gea bangun 30 menit lebih awal dari biasanya. Gea bersiap siap, mandi, pakai baju rapih, menyiapkan mapel mata kuliah hari ini, lalu turun ke bawah untuk sarapan.
Hari ini Gea memakai jaket crop top dengan dalaman tank top. Lalu celana jins berwarna biru dongker tak lupa dengan sepatu sneaker warna putih. Untuk rambutnya senagaja Gea gerai dengan dicatok ujung rambut menjadi keriting gantung.
"Pagi bi". Sapa Gea kepada maid yang ada disana.
"Pagi nona muda".
Para maid yang melihat anak majikannya kembali ceria menjadi senang. Tidak seperti sebelumnya hati mereka menjadi was was setiap saat.
Gea sarapan dengan sandwich dan susu coklat hangat sepeti biasa. Tapi kali ini Gea sarapan lebih lama karena waktunya masih lama untuk jam masuk mata kuliah pertama.
Selesai sarapan, Gea masuk ke dalam mobil Ferarri karena siang nanti Gea harus menjemput orang tuanya di bandara yang pulang dari London.
Gea yang mendengar kepulangan papinya sangat bahagia. Sebab terlepas dari pekerjaannya yang banyak di kantor. Jadi kalau ada bokapnya yang mengurus di perusahaan dia akan banyak waktu masuk kampus serta ada waktu untuk han out.
"Tumben bawa Ferrari??". Tanya Mila saat Gea baru turun dari mobil.
"Gue mau jemput bonyok di bandara nanti siang".
Ketiga gadis itu berjalan masuk ke kampus disetiap per jalannya banyak mahasiswa yang menatap kagum kearah mereka.
Setalah kedatangan Gea ke kampus itu, mereka bertiga sudah dicap sebagai 3 ratu kampus. Karena ketiga gadis itu memiliki kecantikan yang berbeda satu sama lain. Bahkan mereka memiliki banyak julukan yang pantas diberikan oleh setiap mahasiswa. Dengan ratu utama Gea Xaviera Agatha.
Tapi semua orang hanya bisa mengagumi dari jauh tanpa berani mendekati mereka bertiga.
Untuk raja kampus sedari awal sudah diberikan kepada Yuda Sebastian Orlando sebagai anak pemilik universitas dan pewaris tunggal dari Orland Company.
"Anj*Ng, , ". Celetuk Mila yang tiba tiba terdorong oleh salah satu mahasiswa yang jalannya sedikit oleng.
__ADS_1
"Mulut loh". Ucap Gea langsung membantu mahasiswa itu agar tidak jatuh.
"Sorry gue kaget". Ucap Mila dengan cengengesan.
"Kamu kenapa??." Tanya Jesica kepada mahasiswa itu.
"Maaf kak saya gak sengaja nabrak Kakak siapnya kepala saya pusing". Ucap mahasiswa itu pelan.
"Ya udah ayo kakak bangun ke UKS biar bisa istirahat". Ucap Gea membantu mahasiswa itu untuk berjalan.
"Gak usah kak nanti kakak telat masuk kelas". Tolak dia dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Tidak apa masih beberapa menit lagi kok kita bakal sempat ke kelas. Lagian jarak UKS nya juga dekat".
"Udah jangan nolak, ayok". Sahut Jesica berdiri di sisi kiri mahasiswa itu membantu gea memapahnya menuju UKS. Sedangkan Mila hanya mengikuti dari samping gea dengan membawakan buku milik Gea.
Setelah mengantarkan mahasiswa itu dan membiarkan dewan kesehatan yang mengurusnya, mereka bertiga langsung pergi buru buru masuk ke dalam kelas.
Untung saja setelah sampai kelas dosen yang akan mengajar mereka belum masuk. Alhasil Gea cs tidak telat tidak akan dihukum.
3 jam belajar di dalam ruangan akhirnya selesai juga. Tinggal 2 mata kuliah setelah makan siang nanti.
Gea melihat jam masih menunjukkan pukul 10 am yang pasti masih ada satu jam lagi untuk nya berangkat ke Bandara menjemput orang tuanya disana.
"Lo mau langsung berangkat??". Tanya Jesica yang sibuk membereskan buku bukunya kedalam tas.
"Nggak, gue mau makan dulu di kantin".
"Ya udah yuk, gue lapar benget nih". Sahut Mila yang semangat kalau tentang makanan.
Di kantin manajemen bisnis
Baru masuk ke kantin sudah terlihat banyak mahasiswa/i yang memenuhi meja kantin. Bisa ditebak bahwa ada kantin dari jurusan lain yang sedang direnovasi membuat mereka memilih kantin itu sebagai tempat untuk istirahat.
Tujuan lainnya juga mereka datang hanya untuk melihat raja dan ratu kampus yang ada di jurusan manajemen bisnis.
Apalagi banyak yang mengharap kan raja dan ratu kampus itu bisa dekat saling ngobrol bersama. Hanya beberapa orang saja yang pernah melihat raja dan ratu kampus ngobrol bersama. Hal itu membuat semua orang menantikan momen itu dihadapan mereka.
"Penuh lagi, gue males tahu gak kalau ada kantin yang lagi di renovasi pasti kantin ini tambah rame dari bisanya. Yang bisa aja udah rame apalagi ini". Keluh Mila melihat kantin penuh dengan manusia.
"Ck ngeluh terus kerjaannya. Dah lah cari tempat duduk napa katanya udah lapar". Ucap Gea menatap sekeliling mencari tempat duduk.
Tapi nihil semua meja sudah terisi penuh.
"Gea, belum dapat tempat duduk". Ucap seseorang yang baru datang menghampiri mereka bertiga.
"Kak Rio, iya kak belum semua meja sudah penuh. Kebetulan kita juga baru selesai kelas". Ucap Gea apa adanya.
"Ya udah bareng kita aja. Kebetulan masih ada bangku kosong di meja kita". Ajak Rio tentu saja Mila yang sedang lapar mengiyakannya dengan cepat diikuti dengan yang lain.
"Boleh kak, maaf nya kalau ngerepotin".
"Nggak kok, kita kan sebelumnya udah kenal juga". Ucap Rio memimpin jalan menuju tempat Yuda cs.
Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian semua mahasiswa/i yang ada disana saat Gea cs yang mengikuti Rio. Notebenya salah satu geng dari Yuda cs.
"Bro gue bawa siapa nih". Seru Rio dengan heboh.
"Oh, hai ge lama gak jumpa kemana aja". Sapa Zico mengangkat tangan.
"Iya kak, aku sibuk bantuin bokap jarang juga ada di kampus akhir akhir ini". Jawab Gea apa adanya.
"Terus dua lagi??".
"Kita mah ada kok kak gak kemana mana,, mungkin karena jarang ke kantin aja". Sahut Mila.
"Gue pesan dulu ya". Ucap Jesica yang diangguki oleh keduanya.
To be continued. . .
__ADS_1