
...Happy Reading...
...📖...
.
Di perjalanan menuju tempat Gea kan mandi tidak ada suara apapun yang keluar. Gea hanya diam menatap ke depan tanpa ingin berbicara terlebih dahulu. Mereka memang berangkat duluan. Karena Mila dan Jesica harus mengambil alat mandi di kamar yang mereka tempati.
"Kakak cantik". Teriak bocah kecil. Siapa lagi kalau bukan Alvin.
"Ck tu bocah selalu ada dimana mana". Keluh Yuda kesal.
"Kakak Yuda jangan seperti itu". Ucap Gea tapi tidak Yuda dengarkan.
Yuda bukalah pemuda yang tidak suka anak kecil, dia sangat menyukainya tapi berbeda dengan bocah berumur 3 tahun itu yang menurut Yuda sangat menyebalkan dan membuatnya kesal.
"Apa bocil". Celetuk Yuda saat Alvin sudah dihadapan mereka.
"Kakak cantik mau kemana??". Tanya Alvin mengacuhkan ucapan Yuda. Tentu saja Yuda hanya memutar bola matanya malas.
"Awww, , sayang sakit". Keluh Yuda saat mendapatkan cubitan di pinggangnya dengan keras dari Gea.
"Kakak mau ke kamar mandi. Alvin mau kemana??". Ucap Gea dengan lembut.
"Ah iya. Alvin lupa. Bu Sri minta beliin ini. Alvin pergi dulu kakak cantik bye". Ucap Alvin langsung berlari meninggalkan mereka berdua. Tapi sebelumnya Alvin menjulurkan lidahnya kearah Yuda dengan tatapan permusuhan.
Memang mereka tidak bisa akur sebentar aja. Jika ia mungkin hanya di mulut saja tanpa ada keikhlasan dari hati.
.
.
.
.
...***********...
Seminggu sudah mahasiswa/i Orland university melajukan bakti sosial di 3 kampung yang berbeda.
Hari ini hari terakhir Yuda dkk dan Gea dkk berada di desa gemilang. Mereka melajukan perbaikan balai desa, sekolah, dan perbaikan jalan di desa itu. Sementara para wanita hanya membantu aktivitas yang ringan dan mengajak anak anak disana bersama guru relawan.
Sampai saat ini Alvin, anak kecil yang berumur 3 tahun itu tidak tahu bahwa kakak cantiknya yang dekat dari saat Gea pertamakali datang ke desa itu akan kembali ke kota. Gimana perasaan Alvin saat tahu??. Gea tidak bisa membayangkannya.
Apalagi mereka setiap hari selalu bersama Kecuali saat tidur barulah mereka pisah. Awalnya Alvin memaksa agar tidur di rumah Bu tina, dimana Gea berada tapi beberapa orang menasehati Alvin takut Gea malah tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Mau tidak mau Alvin pun nurut dan tidur di panti asuhan dimana disana ada beberapa anak yatim piatu atau anak yang ditinggal orang tuanya bekerja di kota tapi tidak memliki saudara lain di desa itu.
Hari terakhir dihabiskan Gea dkk dengan membuat makanan untuk pesta nanti malam. Mereka akan mengadakan barbeque di depan pendopo yang terdapat taman kecil yang sudah Gea dkk rubah banyak ditumbuhi bunga yang Gea cari sendiri dari pinggir hutan.
"Ge Lo udah siapkan kata kata buat anak lo itu??". Ucap Mila. Saat ini dia sedang ada di dalam kamar bersama Gea yang sedang bersiap siap untuk pergi keluar.
"Sialan lo, , Alvin bukan anak gue".
"Sama aja, untung dia bilang kakak sama lo kalau mommy gimana nasib lo, haha". Ucap Mila dengan jujur dengan diakhiri dengan tawa ngakak.
"Ck". Decak Gea kesal selalu dibilang seperti itu. Bukannya dia risih dengan Alvin yang seperti itu tapi dia sangat kesal dengan para sahabatnya yang julid seperti itu. Ini contohnya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Gea pergi meninggalkan Mila sendirian di dalam kamar untuk keluar dari rumah.
Rumah Bu tina memang berdekatan dengan rumah Bu Santi dimana Jesica berada. Saat Gea keluar ia melihat jesi yang duduk di atas pohon samping rumah sedang mencari sinyal.
__ADS_1
Tempat itu dibuat Rio saat dia iseng malam malam ingin main game tapi tidak ada sinyal dimana mana dan akhirnya dia mencoba membuat tempat duduk di antara dahan.
Bukan rumah pohon melainkan hanya papan yang dipakai untuk duduk 2 orang saja di atas bahkan untuk memanjat pohon itu susah dan licin. Hanya orang yang memiliki tekad besar lah yang bisa naik.
"Woy ngapain lo diatas". Teriak Gea mendekat ke arah pohon itu.
"Gue cuma cek ponsel". Balas Jesica dengan sedikit berteriak.
"Ck pake dicek segala lo, gak punya ayang juga gak bakal ada yang nyariin".
"Sialan, kaya lo punya aja".
"Udah cepetan turun kita pergi ke pendopo sekarang". Ucap Gea menyuruh Jesica turun.
"Belum jam 8 juga nanti aja, gue mau login sekali".
"Game milu lo kaya kak Rio". Teriak Gea tanpa tahu dibelakangnya ada orangnya yang memperhatikan.
"Ekhm, kaya ada yang nyebut nama gue nih". Pekik Rio dari belakang.
Gea yang mendengar itu langsung membalikan badannya dan ternyata benar disana ada Rio sama Yuda yang berdiri menatapnya dengan santai.
"Eh kak Rio udah lama disana". Ucap Gea dengan cengengesan.
"Hm pantesan dari tadi kuping gue panas ternyata ada yang ngomongin gue disini". Ucap Rio langsung naik ke atas pohon bersama dengan jesica yang udah diatas lebih dulu.
"Ck kak Rio kenapa naik sih, nanti dulu aku udah login". Keluh Jesica di atas sana.
"Ya kalau mau main main aja". Ucap Rio acuh duduk di samping jesica dengan bermain ponsel.
"Gue tunggu di pendopo sama Gea awas kalau kalian gak datang kesana". Teriak Yuda.
"Iya nanti gue kesana".
"Iya". Jawab Jesica tapi matanya masih fokus pada ponsel. Gea paham karena Jesi saat ini sedang bermain game.
Yuda dan gea pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang kecanduan game itu ke pendopo tempat makan makan akan berlangsung.
Walaupun mereka sama sama hobi bermain game juga sebenarnya.
Diperjalanan Gea hanya diam berjalan sambil melihat langkah kakinya dan menatap ke depan dengan tangan yang dimasukan ke dalam hoodie karena malam ini udara sangat dingin seperti malam biasanya.
Pendopo dari rumah penginapan mereka memanglah sedikit jauh. Apalagi jarak rumah satu ke rumah lain emang tidak berdekatan.
"Gea". Panggil Yuda memecah keheningan.
"Iya kak".
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat mau gak??". Tanya Yuda terdengar sedikit ragu.
"Kemana kak??".
"Ada pokonya, tempatnya gak jauh dari sini kok".
"Em boleh kak aku mau". Ucap Gea walaupun dirinya juga ragu untuk apa Yuda mengajaknya ke suatu tempat malam malam seperti ini.
Sampai di pendopo terlihat banyak warga yang sudah berkumpul. Mereka akan melakukan perpisahan terlebih dengan mahasiswa/i yang datang terlebih dahulu sebelum acara makan makan dimulai.
Acara memang masih ada 1 jam lagi sementara Gea dan Yuda datang lebih dulu dari yang lain hanya untuk berbincang dengan warga sebelum kembali ke kota.
"Nanti jam 9 kita kesana??". Ucap Yuda yang diangguki Gea lalu mereka berpisah menemui orang yang berbeda.
__ADS_1
"Kakak jelek, kakak cantik mana??". Tanya Alvin kepada Yuda.
"Tuh disana". Ucap Yuda menunjukan Gea gak jauh dari mereka. Tanpa berbicara lagi Alvin berlari mendekati Gea dengan cepat.
"Kakak cantik". Teriak Alvin yang membuat Gea menatap ke arah suara.
"Hai Alvin jangan lari lari". Ucap Gea memperingati Alvin yang berlari sangat kencang menghampiri dirinya.
"Iya kak maaf,, kakak aku bawakan kue yang aku buat sendiri buat kakak cantik". Ucap Alvin memberikan kotak kecil yang berisi kue dengan berbagai bentuk.
"Ah makasih sayang".
"Sama sama kakak cantik".
Alvin tersenyum bahagia kuenya diambil oleh Gea. Dia juga menyuapi salah satu kue yang berbentuk bintang ke arah mulut Gea. Gea dengan cepat menerima suapan itu lalu tersenyum lebar.
"Kakak ada yang mau Alvin bicarakan sama kakak cantik". Ucap Alvin dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.
"Dih ada apa ini kenapa mau bicara sama anak kecil aja gue merasa begini". Batin Gea.
"Ayo sayang kita duduk disana". Ucap Gea menunjuk kursi kosong di ujung kanan yang sedikit menjauh dari kerumunan.
Gea menggandeng tangan Alvin menuju ke tempat itu. Mereka duduk bersebelahan.
Gea bisa melihat Alvin yang ragu untuk berbicara dilihat dari tangannya yang saling mengerat dan kakinya tidak bisa diam.
"Alvin mau tanya apa sama kakak??". Tanya Gea dengan lembut menggenggam tangan Alvin.
Seketika Alvin menatap ke arah Gea dengan mata yang sudah berkaca kaca. Gea sedikit terkejut tapi bisa menutupinya dengan baik. Ia tahu bahwa Alvin akan menanyakan tentang kepulangannya besok pagi.
"Apa Kakak bakal ninggalin Alvin??". Tanya Alvin yang mulai mengalir.
Gea menangkap pipi Alvin dengan menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Alvin lihat kakak". Ucap Gea dengan lembut saat Alvin menundukkan kepala terus menangis membuat hati Gea sakit. Dia juga sangat menyayangi Alvin yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.
Bahkan banyak photo di ponsel serta kamera nya yang sengaja Gea ambil saat bersama anak itu.
"Alvin hei, dengerin kakak. Kakak sangat sayang sama Alvin banyak orang juga yang sangat menyayangi Alvin lebih dari kakak. Jadi Alvin gak boleh sedih oke".
"Tapi kakak bakal pergi, bakal ninggalin Alvin sendiri disini".
"Kakak harus kembali ke Jakarta sayang, kuliah kakak disana gimana kalau kakak disini terus. Kakak janji bakal datang lagi kesini buat ketemu Alvin,, ya sayang jadi jangan sedih". Ucap Gea terus menatap ke arah wajah Alvin yang tidak berhenti menangis.
Lalu seketika Alvin menganggukkan kepala membuat Gea tersenyum dan memeluknya dengan erat.
Mereka berdua berpelukan dengan Gea juga menangis dalam diam, sesekali dia menghapus air matanya dengan perlahan. Sedangkan Alvin masih terus menangis sampai segukan.
Saat Gea memeluk Alvin ia melihat Yuda yang terus menatap mereka dengan tersenyum lebar tak jauh dari mereka.
.
.
.
.
Setelah Alvin tenang, Gea mengajaknya untuk bergabung dengan yang lain karena acara makan bersama sudah mulai. Alvin tidak berbicara apapun setelah berhenti menangis hal itu membuat Gea sedih karena tidak melihat Alvin yang ceria seperti sebelumnya.
"Kakak harap setelah kakak pulang kamu jangan berubah seperti dulu lagi ya sayang. Kakak sayang sama Alvin". Batin Gea mengelus kepala Alvin saat berjalan menghampiri yang lain.
__ADS_1
To be continued, , , , ,