
...Happy Reading...
...📖...
.
Jesica dan Mila yang masih menunggu di luar bus bahkan Yuda cs juga disana menatap Gea yang berjalan mendekat. Mereka semua menunggu kedatangan Gea sedari tadi.
Saat itu pandangan mereka semua menatap ke arah Gea yang berjalan tanpa ekspresi dan juga telinganya memakai earphone.
Lalu berdiri di hadapan Mila yang memasang wajah kesal membuat Gea mengangkat alisnya heran.
"Ck Lo dari tadi di dalam mobil itu". Ucap Mila kesal.
"....". Gea menganggukkan kepala.
"Terus kenapa Lo gak keluar dari tadi. Gue udah chat bahkan telpon Lo gak ada respon".
"...". Gea mengangkat bahunya acuh.
Lalu berjalan masuk ke dalam bus membuat Mila diam mematung melihat Gea yang menyebalkan menurut dia.
Bahkan semua orang yang ada disana hanya diam memperhatikan tanpa ada yang mau menyela atau berbicara.
Dan satu persatu dari mereka masuk ke dalam bus untuk berangkat karena semua orang sudah kumpul.
"perhatian semuanya,, apa semuanya sudah ada di dalam bus??". Ucap salah satu ketua grup di bus paling depan.
"Siap". Balas grup yang lain sedangkan Yuda hanya mengacungkan jempol keatas.
"Baiklah, sekarang kita berangkat ke lokasi,, berangkat pak". Serunya langsung kepada supir bus.
"Let go". Teriak semua orang yang ada di dalam bus dengan semangat. Lalu bus itu pun berangkat menuju lokasi yang sudah diberitahukan dari awal.
.
.
Gea duduk di kursi dekat jendela sendirian hanya fokus pada ponsel di tangan sambil sesekali menatap ke arah luar. Sementara Jesica dan Mila duduk berdua di kursi belakang Gea.
Tentu saja mereka bertiga tidak akan bisa jauh satu sama lain.
"Sudah sarapan??". Suara seseorang yang Gea kenal. Jadi, Gea pura pura tidak mendengar suara itu. Walaupun gea memakai earphone tapi sebenarnya dia mendengar suara itu.
Tidak mendengar jawaban dari orang yang ditanya, Yuda memajukan wajahnya menatap lebih dekat dan terlihat earphone di kedua telinga Gea.
Yuda langsung mengambil salah satu earphone Gea dan memasangnya di telinga Yuda.
Lalu Gea yang earphone nya diambil menengadahkan pandangannya kearah Yuda tapi seketika pandangan mereka bertemu sampai terkunci beberapa menit.
"Ternyata dilihat lihat Yuda ganteng banget".
"Gak,, duh kenapa ada pikiran itu. Dih gea bodoh sekali kamu". Batinnya lalu gak sadar kepalanya terus menggeleng membuat Yuda yang ada disana keheranan.
"Are you okay??".
"Hah??". Ucap Gea kaget.
"Wajah kamu merah, kamu sakit??". Lanjut Yuda ingin memegang kening Gea tapi dengan cepat Gea memundurkan kepalanya sampai mentok ke jendela bus.
"Aku gak papa".
Ucap Gea langsung menatap ke arah lain. Wajahnya sangat panas dan pasti sangat merah. Entah kenapa Gea salah tingkah dengan tatapan Yuda yang seperti itu.
"Ah sialan kenapa gue seperti ini".
Pikiran Gea terus saja memikirkan Yuda. Lalu Gea memutuskan untuk tidur saja sampai tujuan karena dia gak ingin pusing dengan masalah ini. Masalah perasaan nya akhir akhir ini saat didekat Yuda.
Saat Gea menutup mata tapi telinganya masih berfungsi mendengar suara suara yang ada di dalam bus itu.
"Cie udah mulai tatap tatapan". Terdengar suara Rio kepada seseorang. Kemungkinan Rio berbicara dengan Yuda karena suaranya sangat dekat.
__ADS_1
Bug
"Awwww, , bang*at, adik gue". Teriak Rio kesakitan saat Yuda tidak sengaja memukul aset berharga milik Rio.
Mungkin saat Yuda ingin memukul Rio dan posisinya kurang pas jadi gak senagaja mengenai bagian itu.
Semua orang yang ada didalam bus tertawa dengan apa yang Rio alami sedangkan Gea yang sedang memejamkan mata juga ikut menatap ke arah Rio yang sedang kesakitan.
Gak lama tangan Yuda menutup mata Gea secara tiba tiba. "Jangan lihat".
"Ck apaan sih kenapa gak boleh lihat, Gea punya mata". Keluh Gea berusaha melepaskan tangan Yuda tapi tidak kunjung lepas begitu juga.
"Aku tahu arah pandang mata kamu". Bisik Yuda ditelinga Gea.
Gea yang ketahuan langsung diam dan membalikan wajahnya menatap ke arah jendela kembali.
Bukan senagaja Gea menatap ke arah sana tapi mungkin Gea hanya reflek dan Yuda melihat itu.
Yuda yang gemas mengacak-acak rambut Gea sampai berantakan. Hal itu tentu saja membuat Gea kesal.
"Ck yudaaaa, , ". Pekik Gea menatap orangnya yang malah sedang nyengir tanpa dosa. "Udah sana pergi jangan duduk disini". Usir Gea terus mendorong Yuda pergi.
"Ini tempat aku, kenapa harus pergi".
Mendengar itu Gea langsung terdiam lalu naik kursi untuk melihat ke arah belakang.
"Apa gak ada kursi kosong lagi". Bisik Gea kepada Mila yang sebelumnya diminta sedikit mendekat.
Mila yang mendapat bisikan seperti itu langsung menatap sekeliling bus yang suasananya mulai tenang. Lalu menggelengkan kepala menatap ke arah Gea sebagai jawaban. "Kenapa emangnya?!".
"Gak papa".
Gea membenarkan kembali membenarkan posisi duduknya dengan baik. Sebenarnya ia malas duduk bersebelahan dengan Yuda, si cowok rese.
"Ge, ,". Panggil Yuda memberikan cemilan kepadanya yang sudah terbuka.
Gea yang lapar mengambilnya dengan tenang tanpa ada pertengkaran diantara mereka berdua.
Yuda yang melihat posisi Gea yang kurang enak langsung membenarkannya dengan meletakan kepala Gea perlahan di pundaknya agar lebih nyaman. Dia melakukannya sangat pelan agar tidur Gea tidak terganggu.
Tapi Gea yang sedang ngantuk dan tidak sadar malah membenarkan posisinya dengan nyaman di pundak Yuda.
Senyum Yuda terbit di bibirnya sambil mengelus kepala Gea dengan lembut.
Tanpa mereka berdua sadari ternyata ada dua orang yang terus menatap ke arah mereka dengan tatapan yang berbeda.
.
.
.
1 jam kemudian Gea mulai terbangun. Dia menegakan kepalanya yang bersandar dengan bahu Yuda.
Gea melihat yuda yang juga sedang tertidur. Lalu melihat ke belakang yang ternyata kedua sahabatnya juga sedang tidur.
Saat itu Gea sangat haus, dia mencari botol minum yang tadi ada disebelah dia tapi ternyata tidak ada. Tapi Gea terus mencari sampai ia melihat botol minum itu ada dibawah didekat kaki Yuda.
Gea langsung mengambil nya namun tiba tiba, , ,
Bruk
Bus yang mereka tumpangi mungkin melewati polisi tidur atau apa itu karena sudah masuk ke area pemukiman.
Gea merasakan kepalanya yang dipegang seseorang melindungi agar tidak terpentok kursi. Seketika Gea menatap ke arah orang itu yang ternyata udah sudah terbangun menatap ke arah dia.
"Kamu gak papa??". Tanya Yuda khawatir.
Gea hanya menggelengkan kepala, lalu membenarkan posisinya dengan baik. Yuda yang tahu apa yang akan Gea ambil langsung memberikan botol tersebut.
Botol itu langsung diambil gea karena ia sudah sangat kehausan. "Makasih".
__ADS_1
Yuda melihat kearah luar ternyata sebentar lagi memang sudah mau sampai ke titik pemberhentian.
"Kamu tunggu disini, aku mau ke depan dulu". Ucap Yuda tanpa Gea jawab. Kenapa dia harus pamit dulu kalau mau pergi, pikir Gea.
"Ekhmm, , ada yang pdkt nih". Goda Jesica dari kursi belakang saat melihat Yuda sudah pergi.
"Ck apaan sih". Elak Gea menatap Jesica dengan tatapan tajam.
"Dih pake ngelak segala. Gue lihat semuanya pakai mata kepala gue sendiri". Ucap Jesica membuat Gea bingung.
"Perhatian semuanya, , , ".
Ucapan mereka berdua terpotong saat mendengar kakak senior nya yang bicara di bagian depan.
", , Kita sudah sampai di titik pemberhentian, setelah turun nanti kalian harus langsung berkumpul dengan grup masing masing yang sudah ditentukan. . ".
"Setiap ketua grup akan mengarahkan kalian pada mobil jemputan menuju desa tempat kita bakti sosial nanti, , jadi saya harap jika kalian akan melakukan sesuatu harus meminta izin kepada ketua kalian agar tidak tertinggal oleh rombongan. Karena dari kabar yang kami dapat jemputan belum sampai disana, , kalian paham". Ucap seseorang dari depan memegang microfon.
"Paham kak".
Bus yang mereka tumpangi perlahan berhenti. Setiap orang bersiap turun sambil membawa semua barang milik masing masing tanpa ada yang tertinggal.
Gea cs senagaja turun langsung akhir agar tidak terlalu berdesakan dengan yang lain.
"Ge kita duluan ya". Ucap Zico yang akan turun duluan.
"Iya kak nanti gea nyusul". Balas Gea yang memang satu grup dengan mereka.
Setelah semua turun barulah Gea cs juga turun sambil membawa tas masing masing. Awalnya Gea ingin membawa koper sedang tapi mami Lisa yang datang ke kamar menyarankan untuk memakai ransel agar mudah dibawa.
Turun dari bus, Gea melihat semua mahasiswa/i sudah berkumpul menunggu jemputan datang bersama grup masing masing.
Mereka akan pergi ke desa tempat bakti sosial yang berbeda dan akan kembali kumpul di tempat itu saat pulang nanti.
Gea cs berjalan mendekati sekumpulan Yuda cs yang tidak jauh dari sana. Dia duduk di lantai kosong samping Rio yang sibuk memakan cemilan. Sementara jesica dan mila duduk sedikit lebih jauh dari Gea.
"Em, , ". Seru Rio menawarkan cemilan itu kehadapan Gea. Tapi Gea menolaknya karena sebenarnya dia sedang menahan sesuatu saat turun dari bus tadi.
Gea menatap sekeliling, wajahnya sangat gusar membuat perhatian beberapa orang yang ada disana menatap Gea.
"Lo kenapa ge??". Tanya elang mewakili semua orang.
"Hah, , aku gak papa kak". Ucap Gea ragu.
Bahkan Yuda yang sedang ngobrol dengan ketua lain mengalihkan pandangannya karena nama Gea yang disebut.
"Gue pergi dulu". Ucap Yuda. Lalu berjalan mendekati Gea. " Kamu kenapa?? Bilang aja jangan ragu, wajah kamu gusar kaya gitu". Tanya Yuda memastikan saat sudah ada dihadapan Gea.
Gea yang mendengar itu menengadah kepalanya menatap ke arah Yuda karena posisi Yuda berdiri sedangkan Gea duduk.
Tangan Gea meminta Yuda untuk menunduk dan Yuda mengikuti perintah Gea.
"Aku kebelet pengen buang air kecil". Bisik Gea lalu tidak sadar memasang wajah gemes menatap ke arah Yuda.
"Ah sial kenapa lucu banget, , kalau lagi berdua habis Gea sama gue". Batin Yuda terus menatap ke arah gea.
"Ayo aku antar". Ucap Yuda mengulurkan tangan membantu Gea berdiri.
Lalu Gea bangun dengan uluran itu dengan langsung melepaskan nya kembali.
"Mau kemana ge??". Tanya Mila.
"Gue mau ke toilet, mau ikut??".
"Nggak kita tunggu disini aja".
"Kalian tunggu disini jangan ada yang berpencar , sebentar lagi jemputan bakal datang". Ucap Yuda kepada semua anggota grup A yang dia ketua i.
"Yud gue sama yang lain berangkat duluan". Teriak seseorang dari jauh.
"Oke, hati hati dijalan".
__ADS_1
To be continued, , , , ,