Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
10. Cari masalah


__ADS_3

Saat tiba disekolah, niat hati ingin membully seseorang dalam sekejap hilang karena sifat magernya yang tiba-tiba muncul. Tapi bukan berarti kalau seseorang membullynya ia akan diam saja kan?


Salah satu teman vera yang sedari dulu membecinya, entah darimana datangnya, tiba tiba langsung menghina rain di hadapan semua orang.


"Eh ada pelakor upssy..." Mita menutup mulutnya seakan ia telah keceplosan. Ia menatap rain yang sedang menguap bebas, tak terpengaruh dengan ucapannya. Mita geram dan semakin menghina rain."udah jadi pelakor budek lagi. Gak tau malu"


Rain mengambil handphonenya, membuka room chatnya dengan para sahabat. Membiarkan mita terus menghinanya hingga puas.


Grup Anak sultan.


Eka| posisi?


Aliya| rumah


Jessie| 2^


Eka| rain?


Kuburan|


Aliya|lo ngapain di kuburan nyet


Jualan|


Eka|eh dugong jualan mah di warung, bukan di kuburan dodol


Jessie| @eka bodoh, rain udah di sekolah bego. Otak di pake, jan makanan mulu yang lo pikirin.


@eka hati aman?🤣|


Aliya| ngejleb gak tuh


Rasanya Krenyes Krenyes|


Aliya|hahaha dikira makanan apa ra?


Eka|iya iya gw juga sayang sama kalian kok beb😘.


Najisun🤢|


Anda keluar


Aliya|mo muntah gw


Aliya keluar


Jessie keluar


Eka| kok pada keluar nyet?


Eka telah menambahkan anda


Eka telah menambahkan jessie


Eka telah menambahkan aliya


Eka| lo dimana rain?.


Deket tangga lantai 1|


Eka| gw kesana


Ok|


"Eh lo dengerin gw gak sih?!" Rain mengalihkan pandangannya ke mita dan membalas ucapannya."gak"


Mita berang dan terus memaki rain."cewek murahan lo,gak tau diri. ******, muka kayak monyet aja belagu mau ngerebut Reyhan dari vera. Gak akan ada yang suka sama lo. Lo itu nenek sihir, gak pantes sekolah disini. Untung aja lo saudara kandung vera. Kalo enggak? Udah dari dulu gw bully lo. Jadi cewek jangan murahan bisa gak sih? Lo itu gada apa-apanya di banding vera. DASAR CEWEK GAK GUNA!!!"


Murid-murid hanya mengelilingi mereka berdua tanpa berniat memisahkannya, ada juga yang melakukan live. Mereka mengira rain akan terbawa emosi dan kembali pada kebiasaannya yaitu membully.


Dari arah belakang, eka mencoba menerobos masuk kedalam kerumunan. Setelah susah payah akhirnya ia bisa masuk dan berdiri di samping rain. Mendengar hinaan yang diterima rain membuat amarahnya memuncak.

__ADS_1


"modal bacotan aja bangga. Giliran di ajak baku hantam langsung kicep." Eka maju selangkah mendorong bahu mita dengan telunjuk tangan kanannya.


"Lo itu bisanya cuma bacot doang. Udah tau cengeng, suka nangis! Masih ajaa...nyari masalah ke kita. Mau gw mampusin lo?" Eka terus mendorong mita mundur.


Mita menatap Eka tajam."gw gada urusan ya sama lo! Urusan gw sama di-"


"Urusan dia urusan kita juga" timpal jessie yang datang dengan membelah kerumunan, aliya juga berada di dekatnya.


"Rain sahabat kita, jadi wajar dong kalo urusan dia urusan kita juga. Soalnya kita sahabat. Oh iya gw lupa lo kan gak punya sahabat ya? Makanya tingkah lo kayak gitu. Eh? Tapi lo sahabat si ppb itu kan? Siapa sih namanya gw lupa. Oh iya namanya vera. Maaf aja ya namanya terlalu hina buat gw ingat. Lo sahabatan sama si pbb itu juga karena ada sesuatu kan? Banyak orang yang sifatnya kek lo." Aliya ikut menimpali ucapan jessie.


"Gw gak gitu ya!!" Teriak mita.


"Ada apa ini?" Suara lembut mengalihkan atensi mereka semua.


"Oh si pbb dan pawangnya udah dateng. Gimana nih guys, gw takut" ujar eka menatap sinis vera dan Reyhan.


Mita langsung melaporkan hal yang sangat bertentangan dengan kejadian sebenarnya."rey. Lihat rain bilang kalau vera ******,wanita murahan. Dia juga bilang kalau dia bakal buat vera mati di tangannya sendiri."


"BANGSAT! JAGA OMONGAN LO!!RAIN DARI TADI CUMA DIEM YA!! JAN NGADA-NGADA NJING!" teriak eka tak terima saat rain di tuduh. Rain menahan pergelangan tangan eka.


"udah gak usah di bales" ucapnya menenangkan eka.


Rain menatap satu persatu orang di hadapannya kemudian kembali melanjutkan ucapannya"Mending balik aja kuy. Gak guna nonton drama kemunafikan ini. Bikin sakit mata"


Rain berjalan terlebih dahulu dan menyenggol bahu reyhan keras. Para sahabatnya setia di sampingnya. Rain membisikkan sesuatu saat berada di samping mita."jangan pernah berpikir kalo gw cuma bisa berlindung di belakang para sahabat gw. Lo belum pernahkan ngerasain rasanya bagian tubuh lo patah? Gw bisa aja matahin leher lo tapi...lo beruntung karena hari ini gw lagi mager. Jadi jaga mulut bau lo itu." Tubuh mita bergetar hebat.


Mereka berempat berhasil keluar dari kerumunan, namun lagi-lagi langkah mereka terhenti kala mendengar suara penuh ancaman reyhan."Rain lo.."


"LO OMONGIN GW?" Potong rain cepat dengan bernyanyi.


"GW BODO AMAT" balas ketiga sahabatnya. Rain dan ketiganya kembali melanjutkan lagunya.


"LO NGEHINA GW, GW BODO AMAT!"


"LO MUNAFIKIN GW, GW BODO AMAT!"


"BAHKAN LO MATI PUN YA KITA MASA BODO"


"KITA MAH BODO AMAT SETANN!!!" teriak mereka berempat. Mata mereka saling melirik satu sama lain, tawa mereka langsung pecah karena lirik yang mereka nyanyikan bisa sama."Hahahaha"


Banyak murid yang merekam kejadian ini, bagi mereka ini adalah sesuatu yang jarang terjadi dimana rain dan jessie bisa tertawa lepas seperti itu. Tak ketinggalan pula para siswa memuji kecantikan mereka berempat.


"Kampret rain cantik banget. Pengen gw karungin terus gw bawa pulang" ucap daniel yang masih menatap rain dengan pandangan memuja.


"RAIN JADI PACAR GW YA"


"RAIN GW SUKA SAMA LO"


"JESSIE LO KALO KETAWA LEBIH CANTIK"


"EKA GW FANS LO"


"ALIYAAA GW CEWEK TAPI GW NGEFANS SAMA LO!!"


"RAIN GW JUGA CEWEK TAPI SEKARANG GW SUKA SAMA LO. JADI PACAR GW YA!!!"


Krik..krikk


"A-apa?! GW MASIH NORMAL YA." balas rain pada perempuan yang mengajaknya pacaran. Perasaannya mulai tak enak."kabur guys. Perasaan gw gak enak. Cepet kabur" rain berlari dengan cepat.


Eka berbalik ke arah belakang dan langsung saja berlari menyusul rain"Ap-HWAAA KABUR GOBLOK!! LO MAU JADI AYAM GEPREK DI SANA HAH?!"


Aliya dan jessie juga berbalik menatap ke belakang. Disana para perempuan dan pria berlari mengejar mereka. Tapi lebih tepatnya pada rain sih."RAIN SIALANNNNN" teriak aliya.


Setelah kepergian semua fans mendadak rain. Kini tersisa reyhan dkk, vera dan mita. Mereka menatap tak percaya dengan kejadian barusan."it-itu gw ketinggalan rombongan" daniel menatap koridor sekolah yang telah kosong.


"Sumpah rain kalo ketawa damage nya gak ngotak. Andai aja dia gak cinta sama lo rey" zein menatap Reyhan sebentar dan kembali melanjutkan perkataannya."udah gw pepet dari dulu" Reyhan mengepalkan tangannya.


"Rey" panggil daniel dan zein kompak. Reyhan tak menjawabnya."gw mau nembak rain. Boleh gak?" Ucap keduanya.


Bugh

__ADS_1


Bugh


Reyhan memberikan bogeman mentah pada keduanya, kemudian pergi dari sana."anjir si Reyhan kenapa sih? Lagian kan dia gak suka sama si ayang beb" ucap daniel mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


"Dia punya gw" balas zein kesal mendengar panggilan ayang beb yang keluar dari mulut daniel.


Bima dan dewa hanya terdiam menatap satu sama lain.


Kondisi mita dan vera? Mita tercengang hebat, ia yang memaki rain bahwa tidak akan ada orang yang mau padanya, seakan di hantam oleh kenyataan yang terjadi. Sedangkan vera, raut wajahnya menjadi dingin dengan cengkraman tangan yang makin menguat.


***


"Duh gw serasa di surga dunia" eka menatap seluruh makanan yang ada di hadapannya dengan senang."gak sia sia juga kita jadi terkenal di kalangan para cowok ganteng"


"Bukan cuma cowok! Cewek juga ikut" balas aliya malas."bukan kita tapi rain" timpal Jessie.


Ya kebanyakan makanan itu dari fanboy dan Fangirl rain. Sedangkan rain kini menghilang entah kemana.


"Btw rain kemana?"


"Entahlah. Lagi boker kali"


"Taman Belakang" jessie memperlihatkan chatnya dengan rain.


"Oh"


***


Rain bersandar pada pohon yang pernah menjadi saksi bisu dimana ia hampir mati kehabisan nafas.


Ia menenangkan diri di sana. Kembali mengingat cinta masa kecilnya Revan.


"Van awannya indah kan?" Ujarnya menatap awan di langit cerah."hm awannya cantik. Tapi awan tak selamanya cantik kan"


Deg


"Kata-kata ini....Revan!" Rain menoleh berharap orang yang mengatakan itu adalah Revan tapi harapannya pupus kala melihat orang itu ternyata adalah dewa. Entah sejak kapan dewa disana.


"Awan memiliki keindahannya sendiri tapi awan juga memiliki kesulitannya sendiri" dewa balas menatap rain. Rain menghela nafas pelan kemudian membalas ucapan dewa."dan kesulitannya adalah bertahan dari tiupan angin agar tetap berada di posisinya." Rain kembali mengarahkan pandangannya menatap awan yang bergerak secara perlahan.


Setelah itu keduanya sama-sama terdiam dalam waktu yang lama."ngapain lo disini?" Tanya rain jengah.


"Gak. Gw cuma iseng kesini" balas dewa."oh iya gw bawa cemilan. Mau gak?" Lanjutnya mengambil kantong plastik yang berisi beberapa cemilan.


Rain menatap kantong plastik itu dan langsung merebutnya."Bagi sini"


"Hahaha gw kira lo gak bakal terima" tawa dewa. Rain langsung menatapnya."rejeki gak boleh di tolak"


"Oh iya gw kemaren ngeliat lo di kejar preman. Itu gimana sih kejadiannya" tanya dewa berusaha mencegah keheningan.


Helaan nafas kembali terdengar dari rain."hufft panjang ceritanya"


"Pendekkan" balas dewa cepat."nolong orang" jawab rain.


Sedetik kemudian raut wajah rain terlihat seakan baru mengingat sesuatu."Apa jangan-jangan lo yang nolongin gw?" Tanya rain menatap dewa, tanpa sengaja tangannya juga memegang tangan dewa.


Dewa terdiam menatap tangannya yang di pegang rain. Menyadari arah tatapan dewa, dengan buru-buru rain melepaskan tangannya."sorry"


Dewa tertawa canggung."ha-ha-ha gak papa". tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal."jadi?" Tanya rain kembali.


"Eh itu gw cuma-"


"Makasih ya. Kalau bukan karena lo, mungkin gw udah di apa-apain sama tuh penjahat. Tapi gw juga kesel sama lo. Ngapain lo bawa gw pulang ke rumah?" Cerocos rain sebelum dewa menyelesaikan ucapannya.


Dewa ingin memberitahu rain bahwa yang menolongnya adalah reyhan bukan dirinya tapi rain terus memotong ucapannya."rain tapi-"


"Gak papa. Gw gak marah. Mending lo makan deh daripada gw habisin cemilan lo" rain memberikan sebungkus roti pada dewa.


"Bodo amat. Si Reyhan juga gak tau" batin dewa.


Namun siapa sangka sejak tadi Reyhan telah melihat seluruh interaksi mereka."bangsat!" Tangannya menghantam pohon di depannya.

__ADS_1


Tbc.


Votmen ajalah


__ADS_2