Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
14. Eka & Daniel


__ADS_3

Happy reading.


______________________________________


Hari senin, hari yang paling mengesalkan bagi sebagian murid atau mungkin semuanya. Hari yang membuat bedak para badut luntur. Kegiatan upacara yang awalnya dilaksanakan pada saat mendung membuat semua murid merasa senang namun entah kenapa saat giliran pidato kepala sekolah, matahari tiba-tiba bersinar terang.


"Ni matahari gak lagi ngerjain kita kan? Tadi mendung sekarang malah terik. Mana teriknya pas kepsek ngoceh lagi." Ocehan Eka.


"Yaudah lo tinggal jadi awan buat halau sinar mataharinya. Gampang kan?" Balas aliya


"Ndas mu,"


"Maybe rain gada jadi hujan gak turun" timpal suara yang beberapa hari ini menghilang entah kemana.


Ketiganya menoleh menatap orang itu."leon?"


Leon tersenyum."ya?"


"Dari mana aja lo? Gw kira lo udah mati"ceplos eka.


"lemes amat mulut lo"


"Biarin sih,mulut mulut gw"


"Gak usah bacot,dengerin tuh"tegas jessie. Akhirnya keduanya kembali menatap ke arah depan dimana kepala sekolah sedang berbicara panjang kali lebar.


Satu jam kemudian...


"Hufft pegel banget nih kaki, tuh kepsek mau kita jadi ikan asin apa? Pake dijemur segala. Dia mah enak, bicara panjang kali lebar di tempat teduh. Lah kita? Dilapangan serasa neraka."omel eka setelah ia duduk dibangku yang berada di depan kelas.


Tanpa disadari,. orang yang tengah dibicarakannya sedang lewat tepat di belakangnya.


"Ekhm"


"Psst psst tuh" bisik aliya.


"Terus enak banget tuh kepsek jadiin kita hangus kek gini. Liat aja tangan gw jad-"


"Sst sst" bisik aliya sekali lagi. Jessie memutar bola matanya malas melihat ketidak pekaan sahabatnya yang satu itu.


"Apasih al, gw kan emang bener. Tuh kepsek emang maunya nyaman sementara muridnya dibiarin jadi ikang panggang."


"Serah lo dah ka, gw udah bilang nih ya. Jangan salahin gw kalau lo di hukum entar"batin aliya.


"Terus nih ya satu lagi"


"Apa itu" ucap suara dari belakang eka. Eka masih belum ngeuh dan tetap melanjutkan gosipnya."katanya pak kepsek punya simpanan lagi" aliya dan jessie melotot terkejut dengan perkataan eka. Bisa-bisanya ia membicarakan masalah itu di depan pak kepsek langsung.


"Mampus lo ka". Batin mereka berdua.Jessie dan aliya saling melirik satu sama lain lalu mengangguk.


Jessie beranjak dari duduknya."Gw ketoilet dulu"ucapnya kemudian berlalu dari sana, sebelum itu ia menyempatkan diri menunduk ke arah pak kepsek."gw juga ikut" timpal aliya lalu mengikuti langkah jessie.


Tersisa eka seorang diri."huh mending masuk kelas." Eka beranjak dari duduknya. Saat berbalik betapa terkejutnya ia melihat pak kepsek yang sedang tersenyum psyco ke arahnya."eh bapak. Bapak sehat? Saya ke kelas dulu ya pak" eka berjalan pelan melewati pak kepsek.


"Mau kemana kamu? Sekarang kamu bersihkan seluruh wc di sekolah ini. Kalau sampai saya tahu kamu bolos, saya akan keluarkan kamu dari sekolah ini. Mau?"


Eka tersentak kaget."eh gak pak gak, saya orangnya rajin dan amanah kok pak."


"Yasudah kerjakan sekarang!"


Eka pasrah dengan keadaannya, ia berjalan dengan lesu. Namun belum beberapa langkah ia kembali di hentikan."sebentar!"ucap pak kepsek.


Eka berbalik dengan kesal."apa lagi pak"


Pak kepsek mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari siswa."hei kamu kesini!" Tunjuknya pada salah satu siswa yang berada tak jauh dengannya.


Siswa itu berlari ke arah mereka berdua."ada apa pak?" Tanya siswa itu" matanya sempat melirik eka yang sedang menatapnya sinis.


"Ngapain sih dia disini. Ganggu pemandangan aja" batin eka.


"Daniel, saya mau kamu pantau hukuman eka. Bisa?"


"Emang hukumannya apa pak?" Tanya daniel.


"Bersihin semua wc, puas lo?!" Balas eka ngegas.


Daniel tersenyum mengejek."bisa kok pak. Saya akan pastikan dia melaksanakan hukumannya sampai tuntas."


"Cih pencintraan" batin eka.


"Baik, saya mengandalkan kamu" setelah mengucapkan itu pak kepsek segera berlalu dari sana.


Senyum manis yang awalnya daniel perlihatkan perlahan berubah menjadi senyum tengil andalannya."ngapain lo ngeliatin gw? Cepet sana kerjain hukuman lo"


Eka mendelik tak suka."dih siapa juga yang ngeliatin lo, orang gw ngeliat setan"


"Iya setannya itu lo sendiri." Balas daniel."cepet sana!"


"Rese banget lo jadi cowok!" Omel eka tapi tak urung ia tetap mematuhi perintah Daniel.

__ADS_1


Sampai di wc pertama,eka mulai membersihkan dengan rasa ogahnya di sertai kecerewetannya.


Selang beberapa jam kemudian bel pulang sekolah telah berbunyi, namun hukuman eka masih belum berakhir. Ini toilet ke 10 yang dibersihkan nya.


"Bersihin yang bener! Awas kalo sampai gak bersih... Gw laporin pak kepsek." Ucap daniel.


Eka melirik sinis ke arah daniel."kek ada yang ngomong tapi siapa ya? Apa jangan-jangan itu...kakek cangkul?"


Daniel melotot."kakek cangkul matamu!!. Lo tuh nenek gayung!"


"Apa lo manggil-manggil nenek gayung? Demen lo?" Demen kok sama setan, nenek-nenek lagi. Demen mah sama cewek cantik kek gw"


"Mending gw demen sama setan daripada demen sama lo. Najis banget"


Eka bersiap melempar gayung ke arah daniel, tapi tiba-tiba lampu kedap kedip sendiri disusul suara pintu yang tertutup rapat serta angin yang bertiup kencang.


"Eh, kenapa nih?" Ucap mereka berdua


Eka berlari menuju pintu, mencoba untuk membukanya.


Brak..


Brak


"ADA ORANG DI LUAR GAK?!! TOLONGGG HEIII. GW ADA DI DALEM...."


BRAK


BRAK


Disisi lain daniel masih memperhatikan lampu yang sedari tadi terus bergoyang tertiup anging.


"Gw kok tiba-tiba merinding ya? Perasaan gw juga gak enak."gumamnya


Byurr..


Terdengar suara air yang diguyur ke lantai.


Eka dan daniel sontak melihat ke arah salah satu toilet.


Byurr


Suara guyuran ke dua.


Eka segera mendekat ke samping daniel."itu apaan niel?" Tanya eka yang mulai merasa takut.


"Gw gak tau"


"Shh.apaann sih lo" adu daniel kesakitan.


"Makanya periksa bodoh!. Sono cepetan!"


"Ogah!!"


"Cepetan kudaniel!!"


"Gakkk!!"


"Cepe..."


Byur..


Tak


Suara guyuran air dan suara cangkul terdengar saling bersahutan.


"...tan"


"Niel...kok suaranya kek orang lagi cangkul tanah si?" Eka memeluk lengan kanan daniel.


Daniel tak menjawab, bulu kuduknya berdiri sejak tadi. Pandangannya meneliti sekitar. Tangan kirinya juga ikut memegang tangan eka yang memeluk lengannya.


"Perasaan gw sejak tadi gak enak" ujar daniel


"Hiks sama niel gw juga" balas eka.


"Jangan-jangan itu....nenek gayung sama kakek cangkul ka" bisik daniel.


"Jangan ngaco niel. Mana ada hantu di zaman sekarang."


Kre...kk


Suara pintu terbuka. Nafas keduanya tak beraturan. Nenek dengan gayung ditangannya keluar dengan perlahan.


"AKKKHHHHH SE.. SE..SETANNNNN!!!" Keduanya berteriak kemudian berlari ke arah pintu namun di belakang mereka juga ada seseorang yang berjalan ke arahnya.


"AKKKHHHH SETANNNN"


Keduanya kembali berlari ke arah berlawanan dan berhenti tepat ditengah-tengah kedua pasangan hantu itu.

__ADS_1


"NIEL GW GAK MAU MATI...TOLONGIN GW...HAAA MAMAAAAA, RAIIINNNN,JESSIIEEE,ALIYAAA TOLONGIN GW. NIEL GIMANA NI" teriak eka dan terus melompat ketakutan.


"GW GAK TAU EKAAA...GW J-JUGA TAKUTTTT SIALAN..." Balas daniel berteriak. Saking ketakutannya, ia sampai tak sadar pipis di celana sendiri.


"HUAAA TOLO-"


"eh kok bau amis ya?" Eka menutup hidungnya lalu menunduk melihat ke bawa. Matanya membola."ANJING LO DANIEL!! NGAPAIN LO KENCING DI CELANA GOBLOK" eka segera mendorong daniel ke arah nenek gayung yang masih berjalan ke arah mereka.


Daniel kembali berlari kesamping eka."BANGSATT!! GW KETAKUTAN NYING"


jarak keduanya dengan pasangan hantu itu semakin dekat, sontak eka dan daniel berpelukan erat dan terus berteriak meminta tolong.


"WOII BANGSAT TOLONGIN KITAAA....KALO GW MATI DISINI...GW GENTAYANGIN LO SEMUA ANJING.."


"TOLONGGG"


tak ada tanda-tanda terbukanya pintu. Keduanya sama-sama menangis meratapi nasibnya masing-masing.


"Hiks kalau gw mati gimana sama jodoh gw nantinya. Gw masih pengen ngerasain rasanya malam pertama bareng suami gw hiks.." ujar eka ngelantur.


"Sama gw aja yok ka hiks.. se enggaknya kita ***** sebelum mati" balas daniel frontal.


"Hiks l-lo jangan ngambil kesempatan hiks dalam kesempitan dugong! hiks..tuh ***** aja sama nenek gayung di belakang lo"


"Niel gw hitung sampe 3, kita teriak bareng ok"


"Ok"


"1"


"2"


"3"


"TOLONGGGG"


Diluar wc,satpam yang sedang keliling ,mendengar suara teriakan dari arah wc segera berlari kesana.


"TOLOONGG"


"ada yang minta tolong? Bukain gak ya? Tapi Takutnya itu hantu"


"TOLONG WOII! KAMPRET LO SEMUA"


"astaghfirullah...inimah bukan hantu lagi tapi setan berwujud manusia." Pak Agus mengelus dada sabar dan mulai membuka pintunya.


Krek


Mata keduanya tertutup saat cahaya memasuki ruangan.


"Allahuakbar... Kalian berdua ngapain peluk pelukan disini? Kalian berbuat mesum ya?" Tuding pak agus.


Hening...


"Niel ada suara orang" ucap eka.


"Gak ka itu kayaknya bukan orang deh"


"Terus?"


"Bisa jadi itu suara kakek cangkul"


"Hiks kek saya mohon kakek pergi ya, kita gada salah sama kakek." Mohon eka.


"Ya Allah... Anak jaman sekarang kalau dibantu malah ngatain orang. Gak ada akhlak emang."


"Hei!!kalian berdua!" Sentak pak agus tegas.


Keduanya kaget dan secara otomatis melepaskan pelukan mereka.


Eka dan daniel menoleh ke arah pak agus, tatapan berbinar jelas terlihat dimata mereka berdua."PAKK AGUSSS!!" keduanya berlari memeluk pak agus."BAPAKLAH PENYELAMAT KAMI!!"


"Hik pak kalau gada bapak, mungkin kita berdua udah jadi tumbal nenek gayung plus kakek cangkul"


"Makasih ya pak"


"Jangan ngomong yang aneh-aneh. Mending kalian berdua pulang. Kalian berdua bau amis"setelah mengucapkan itu pak agus segera keluar dari sana.


Eka menatap daniel."syukur gw bisa keluar, kalo enggak? bisa pingsan duluan gw gara-gara nyium bau amis dari lo. Laki kok ngompol . Bay gw pulang hm" eka mengibaskan rambutnya lalu pergi dari sana.


"Junior gw yang ngompol bukan gw satt!" Ucap daniel keras


"Sama aja nyett!" Balas eka dari kejauhan


Daniel menghela nafas gusar saat eka telah menghilang dari pandangannya."sialan tuh cewek. Gw sumpahin gada cowok yang mau sama dia. Amiinn"


"Eh bentar...tuh pasangan hantu kemana? Kok ilang?"


"Dahlah gw juga pulang"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2