
Pagi harinya di kelas, rain kembali membully vera. Sahabatnya juga heran dengan tingkah laku rain yang berubah.
"Hiks kak sakit..."
"Makanya kalau punya temen tuh di jaga! Gw gak akan berenti sampe temen lo itu dateng"
"Tapi kak aku gak tau kalau dia akhh.."
"Gw gak butuh penjelasan dari mulut kotor lo itu." Rain semakin memperkuat cengkraman tangannya.
Orang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. Mita heran dengan kejadian di kelasnya."ada apa ini? Heh anjing! Lepasin vera gak!" Ucap mita.
"Lepasin? Gini?"
Brak
Rain mendorong vera hingga menubruk tembok kelas.
"Akhh" teriak vera.
Rain melompat turun dari meja, berjalan mendekati mita yang menatapnya was-was.
"Maksud lo apa nyebarin foto gw hm?" Nada rendah rain membuat bulu kuduk orang yang mendengar nya merinding.
Mita langsung paham arah pembicaraan rain dan dengan bangganya ia berani menatap mata rain."emang bener kan kalo lo itu pelayan di cafe! Jadi, pelayan kayak lo gak usah belagu di hadapan gw" tunjuk mita tepat di wajah rain.
Senyum miring tercetak di wajah cantik rain. Ia menunduk sedikit guna menyamakan tinggi badannya dengan mita. Kemudian membisikkan sesuatu yang membuat mita mematung.
" Lo pilih mana keluarga lo gw bantai atau gw nyebarin pekerjaan hina lo itu. Gw punya banyak vidionya di handphone gw. So lu hapus postingan lo itu atau vidio lo ngelonte gw sebarin. Lo tau sendiri kan, followers gw banyak. Sebelum bertindak fikirin dulu dampak setelahnya gimana and-"
PLAKK
PLAKK
Rain menampar kedua pipi mita dengan keras."Itu buat lo yang udah buat gw ditampar dan buat rasa sakit dari tamparan itu"ucapnya.
Kedua sudut bibir mita mengeluarkan darah segar di ikuti air matanya yang mulai menetes."makanya kalau masih cengeng gak usah nyari ribut sama singa kek gw. Yok guys cabut" rain berjalan dengan santai keluar dari kelas Vera.
"Dengerin tuh" ucap eka
"Mentalnya di kuatin dulu" ucap aliya
"Bego" ucap jessie
Setelah kepergian mereka berempat, vera berlari ke arah mita untuk mengecek kondisinya."kamu gak papa ta?"
Mita tak menjawab, ia terus menangis dan dengan tangan yang gemetaran ia mengambil handphonenya kemudian menghapus postingannya kemarin. Ia lalu memposting permintaan maaf kalau ia salah mengira orang. Mamam tuh, rain di lawan.
"kita ke uks ya" bujuk Vera pada mita yang di angguki oleh mita.
"Hiks hiks hiks" suara tangis mita di sepanjang perjalanan menuju uks.
°°°
"Hahaha gw suka banget ngeliat raut ketakutan mereka berdua tadi" ujar eka.
"Lagian salah mereka sendiri nyari masalah sama kita eh lebih tepatnya rain" balas aliya melirik rain di ujung matanya.
"Itulah bego di pelihara, masih untung gw gak buat perhitungan untuk kejadian kemarin di cafe. Oh gw lupa." Rain menepuk keningnya."kan tadi udah hehehe" lanjutnya cengengesan.
Mereka bertiga memutar bola matanya malas."Bego ngatain bego. Dasar bego" ucap jessie tajam.
"Untung gw udah kebal jes, kalo enggak? Gw udah nangis dari tadi kek si mita" canda rain, ia kemudian berjalan di dekat eka dan mulai membisikkan sesuatu.
"Ekhm ka buat keributan yok, kita hebohkan kelas pagi ini. Mumpung si kulkas belum dateng. Gimana?"
Mendengar ide rain, eka lantas berseru semangat."yodah ayok!!"
"Ayok apaan?" Tanya aliya dan Jessie.
"Gada!" Balas keduanya serempak dan mulai berlari ke dalam kelas.
"Apasih gajelas lu berdua!" Ujar aliya kesal.
Di dalam kelas.
"ASSALAMUALAIKUM WAHAI PENGHUNI NERAKA JAHANAM!!" teriak rain menggelegar.
"SAKSIKANLAH PERTUNJUKAN HEBOH DARI KAMI BERDUA" timpal eka.
Murid-murid memandang mereka berdua aneh.
Rain menatap eka yang juga sedang menatapnya. Mereka berdua mengangguk tanda sedia.
"Cek sound. Coba di coba, tes tes 123. Ekhm ok mic siap." Canda rain padahal mah gada mic hahaha.
Ada apa ni?
Entah, gw juga gak tau.
__ADS_1
Mo nyanyi kali.
Liatin aja dulu.
Katanya Sih bakal heboh.
Rekam oi,jarang jarang mereka berdua kek gini.
Ucap salah satu siswa yang mulai merekam keduanya, para murid juga ikut merekam keduanya.
"Ok kita mulai,eka siap?" Rain menoleh menatap eka yang sedang sibuk dengan peralatannya.
"Ok sip. Pianika siap" balas eka lalu mulai meniup pianika yang diambil di dalam lemari kelas.
Suara pianika yang dimainkan eka mulai mengalun indah di dalam kelas. Setelah beberapa saat barulah rain mengiringi alunan pianika itu dengan suaranya.
🎶
"Jujur saja 'ku tak mampu~" suara rain mengalun indah di pendengaran semua murid.
"Hilangkan wajah mu di hatiku" lirik ini mengingatkan rain akan Revan. Hatinya mudah terbawa suasana ketika hal yang menyangkut Revan.
"Meski malam menganggu"
"Hilangkan senyummu di mataku" semakin rain menghayati lagunya, penonton juga semakin terbawa suasana. Bahkan diantaranya ada yang mulai bernyanyi meskipun suaranya kecil.
"Ku sadari aku cinta padamu"
"Semuanya tangan di atas" seru rain
Memasuki reff penonton mulai bernyanyi bersama. Sebelum itu tanpa disadari jessie dan aliya telah bergabung dengan gitar dan harmonika yang entah mereka dapat dari mana. Penonton semakin heboh karena perpaduan musik yang begitu menyatu ditambah suara rain yang merdu.
🎶
"MESKI KU BUKAN YANG PERTAMA DI HATIMU" sorak seisi kelas dengan satu tangan terayun di atas.
"TAPI CINTAKU TERBAIK UNTUK MU"
"MESKI KU BUKAN BINTANG DI LANGIT" suara heboh dari kelas mereka mengundang banyak perhatian dari murid yang berlalu lalang. Bahkan di depan pintu kelas pun sudah banyak yang menonton hingga ke jendela juga ada yang menonton. Mereka semua juga ikut bernyanyi. Saking semangatnya mereka,suara rain bahkan sudah tak terdengar lagi karena menyatu dengan suara yang lain.
"TAPI CINTAKU YANG TERBAIK"
Suara meja yang di tabuh semakin menambah riuh suasana. Kelas mereka seketika berubah menjadi konser dadakan.
"JUJUR SAJA KU TAK MAMPU~"
"TUK PERGI MENJAUH DARI MU"
"KAU TAK DI SAMPING KU SETIAP WAKTU"
"KUSADARI AKU CINTA PADAMU"
"SEMUANYA!!" Teriak rain, tangannya yang memegang penghapus papan tulis diarahkan ke penonton.
"MESKI 'KU BUKAN YANG PERTAMA DI HATIMU"
"TAPI CINTAKU TERBAIK UNTUK MU" dari kejauhan Reyhan dkk dan clara sedang berjalan menuju kelas mereka.
"Eh rame banget di atas,kek konser aja njir"sahut bima
"Ho'oh, ikutan kuy" timpal daniel yang kemudian berlari menuju lantai dua.
"Eh! Tungguin gw bangsat!!" Teriak bima gak nyelow.
"Lu gak ikut rey?" Tanya zein pada Reyhan.
Reyhan menjawab dengan datar."Gak"
"Eh kayaknya aku tahu deh lagu ini.kalo gak salah judulnya cinta terbaik. Rey ayok kita lihat!"seru Vera dengan semangat.
"Ga-"sebelum menyelesaikan ucapannya, ia keburu ditarik paksa dan akhirnya mengiyakan ajakan vera."lagian kelas gw juga ada di atas" batinnya.
"Kita ditinggal wa?" Tanya zein bengong.
"Ya, cepetan gak usah bengong. Yang ada mereka makin jauh"balasnya malas. Suara nyanyian semakin lama semakin jelas terdengar.
"Meski 'ku bukan bintang di langit"
"Tapi cintaku yang terbaik"
"Oh, meski 'ku bukan yang pertama di hatimu"
"Tapi cintaku terbaik untukmu"
"Meski 'ku bukan bintang di langit"
"Wah seru banget! Itu dikelas kamu loh Rey. Kira-kira siapa yang nyanyi ya? Orang kok pada liat ke dalem?" Suara vera terdengar pelan karena suara nyanyian dari para murid. Tapi untungnya Reyhan masih mendengarnya.
Tanpa aba-aba reyhan meninggalkan vera kemudian memasuki kelas, tapi itu pun butuh perjuangan karena banyaknya murid yang berdesakan. Sementara itu lagu masih terus dinyanyikan.
__ADS_1
"Tapi cintaku yang terbaik"
"SEKALI LAGI!!!" teriak rain yang mulai menaiki meja guru
"OH MESKI 'KU BUKAN YANG PERTAMA DI HATIMU"reyhan terperangah menatap rain yang bernyanyi diatas meja guru namun sedetik kemudian ia berlari menangkap rain yang terlihat kehilangan keseimbangan.
"TAPI CINTAKU TERBAIK UNTUK- akhh mati gw" rain menutup matanya bersedia menerima rasa sakit pada kepala atau bagian tubuh lainnya."jangan sampai wajah cantik gw luka,pliss ya allah jangan kau renggut wajah cantik ini plis." gumamnya ngawur.
Hap
Tepat waktu. Reyhan menangkapnya tepat waktu. Rain masih belum sadar dan terus berkata tak jelas."ya allah hamba masih belum nikah, jadi matinya di pending dulu entar kalo udah punya banyak anak terus punya suami kaya,tampan,cool,sholeh,gak cerewet baru deh matinya dilanjut."
"MESKI 'KU BUKAN BINTANG DI LANGIT"
"weh ini orang-orang pada kemana? Masa gada yang nolongin gw? Malah pada nyanyi lagi. Orang cantik terlupakan" celotehnya. Reyhan mengangkat sebelah alisnya bingung dengan sikap rain.
Rain perlahan membuka matanya dan BOOM, hal pertama yang ia lihat adalah wajah bak malaikat. Mata mereka bertemu dan seolah terkunci dengan sendirinya."cantik/ganteng" batin mereka berdua.
Mereka berdua hanyut dalam pesona masing-masing hingga melupakan bahwa disekitar mereka sedang ramai, momen ini terekam kamera handphone para murid, apalagi backsound nya agak mendukung.
"Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang
terbaik)"
"Tapi cintaku yang terbaik, oh (cintaku yang terbaik)"
"Tapi cintaku yang terbaik"
Prok...prok...prok
Suara tepuk tangan memenuhi kelas saat lagu berakhir. Tapi itu belum menyadarkan kedua insan yang tengah bersitatap.
Semua mata tertuju kearah mereka."Rain! Psh rain..woi rain" panggil eka tapi tak didengar.
Di luar kelas.
"Ada apa ini ramai-ramai?" Tanya guru bk a.k.a bu syuhada.
Semua murid disana menoleh dan langsung berlari ke kelas mereka masing-masing termasuk vera.
Bu syuhada perlahan berjalan memasuki kelas dan...
"RAIN REYHAN APA-APAAN INI? APA YANG KALIAN LAKUKAN!" teriak bu syuhada lantang.
"Mampus! Bu syuhada ngamok woi,balik ke kursi cepet" ucap aliya yang telah berada di bangkunya. Entah kapan ia kesana. Sekarang sisa dua sejoli itu yang berada di depan.
Reyhan dan Rain baru tersadar dari posisi mereka.
"Ish lepas" ucap rain dan dengan senang hati reyhan melepaskan nya.
Bukk
"Akhh sakit bego" rain mendelik tajam ke reyhan dan mulai berdiri menatap bu syuhada.
Reyhan bingung sendiri jadinya."lah katanya suruh lepas,salah dia sendiri kan? Kenapa jadi gw yang salah?"
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya bu syuhada menatap keduanya.
Rain berlari memeluk bu syuhada tanpa ragu."Huaa saya teringat mantan saya bu, mantan saya itu ganteng,tinggi,putih,holkay, baik lagi tapi dia ninggalin saya bu. Dia janji bakal nemenin saya buat selamanya tapi dia malah pergi duluan ke neraka eh maksudnya akhirat. Siapa yang gak sedih coba bu? Makanya secara gak sadar saya tuh nyanyi soalnya dia cinta terbaik saya bu. Sedih kan bu? Hiks" drama rain.
Semua murid terpelongo."mantan? Rain punya mantan? Sejak kapan? Diakan jomblo" batin semua murid termasuk Reyhan dan para sahabat rain.
"Ibu ikut prihatin nak atas kejadian yang menimpa mantan kamu"
"Yes! Gak jadi di hukum hehehe, bakat juga gw di bidang per drama-an." Rain tersenyum miring, bangga dengan bakatnya. Disamping itu bu syuhada juga tersenyum miring. Jadi mereka berdua senyumnya bersamaan ya.
"Tapi kamu tetap di hukum, selama jam pelajaran sampai bel istirahat berbunyi. Kamu harus berdiri dan hormat ke bendera. Mengerti!" Rain terbelalak kaget, senyumnya seketika luntur.
"Tapi bu saya lagi beduka cita"ucapnya mencari alasan.
"Tidak ada tapi tapian atau hukuman kamu saya tambahin"
Rain berfikir sekilas lalu melirik seisi kelas dan memberikan senyuman manisnya."perasaan gw gak enak". Batin seisi kelas.
"Bukan gitu bu tapi yang nyanyi bukan saya doang tapi yang nyanyi seangkatan bu. Gak adil lah kalau cuma saya yang di hukum." Ucap rain jujur. Rain berbalik menatap seisi kelas."iya kan teman-teman?" Rain menaikturunkan kedua alisnya.
"I-iya" pasrah mereka semua.
Setelah itu tanpa aba-aba bu syuhada berlalu keluar dari kelas.
"Hufft gak jadi di hukum kita" ucap rain lega.
Krik krik
Tak ada balasan. Yang rain lihat hanya wajah masam para murid, selanjutnya rain menoleh menatap Reyhan yang juga menatap nya dingin."ada apa dengan mereka?" Batinnya heran.
Selang beberapa saat, suara bu syuhada terdengar di seluruh penjuru kelas."Bagi seluruh kelas 12 diharap berkumpul di lapangan untuk menjalani hukuman. Bagi yang kabur akan di denda 100 juta. Titik gak pake koma. Sekarang cepat ke lapangan."
"Mampus 100 juta cuy, kan kaleng kaleng emang. Duit gw gak bole kebuang sia-sia. Dah semua gw duluan. Awas lu semua kena denda 100 juta. Gw mah ogah." Rain berlari ke arah lapangan di ikuti seluruh murid yang mengoceh tidak jelas.
__ADS_1
Dihukum satu kelas❎
Dihukum satu angkatan✅