Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
5. Balapan


__ADS_3

Malam harinya. Rain telah siap dengan pakaian serba hitamnya. Ia memakai celana jeans yang sobek dibagian lutut, baju kaos hitam di tutupi jaket kulit serta topi dan sneaker hitam. Perlahan ia menuruni tangga dan berjalan ke arah ayahnya yang berada di ruang keluarga.


"Yah, rain pamit mau ke luar bareng temen" ucapnya menatap ayahnya.


"Ini udah malem nak, gak baik anak cewek keluyuran malam malam" balas ibu vera. Dari arah tangga vera turun dengan menggunakan dress selutut berwarna pink."ayah bunda vera pamit mau ke perpustakaan" ucapnya.


"Tuh contoh adik kamu. Malam gini masih mikirin pelajaran" ujar ibu vera sambil menatap anaknya lembut. Pipi vera memerah malu mendengar pujian ibunya.


"Kamu boleh pergi vera" ucap ayahnya kemudian menatap rain."kamu gak usah keluar kalau gak penting" lanjut ayahnya dingin.


"Ayah apa-apaan sih! Ayah pilih kasih tau gak!!" Teriak rain dan berlalu tanpa mendengar panggilan ayahnya.


"RAIN KALAU KAMU KELUAR SELANGKAH SAJA DARI RUMAH INI, JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI UNTUK SELAMANYA" teriakan ayahnya menghentikan langkahnya. Rain berbalik menatap ayahnya tak percaya.


"Mas kamu gak boleh ngomong kayak gitu sama rain" ucap ibu vera menenangkan ayah rain.


Rain tersenyum tipis menatap mata ayahnya."ok kalau itu kemauan ayah. Rain gak bakal pulang ke rumah ini lagi!" Ucap rain dingin dan keluar dari sana tanpa membawa sepeser uang atau pun barang-barang berharga lainnya termasuk motor yang baru ayahnya belikan tadi pagi.


Rain berjalan kembali kearah pintu tanpa masuk ke dalam. Tangannya merogoh saku celananya dan mengambil handphonenya kemudian melemparkannya ke hadapan ayahnya."ayah tenang saja rain gak bakal bawa apa pun dari rumah ini. Dan untuk semua yang rain pakai hari ini, ini baju jessie jadi aku gak harus lepas ini juga kan? Selamat tinggal tuan Gilbert" ucapnya kembali berlalu dari sana.


Jantung ayahnya seakan di tusuk ribuan jarum. Tidak ia tidak boleh membiarkan anak dari istri yang sangat dicintainya pergi meninggalkannya. Ia berlari mengejar rain tapi telat rain telah pergi bersama para sahabatnya. Ayah rain jatuh terduduk di depan pintu.


Di belakangnya kedua ibu dan anak saling menatap kemudian tersenyum miring. Ibu vera berlari menuju ke arah suaminya." Mas rain pasti cuma becanda doang. Dia pasti kembali, mas yang tenang ya" ucapnya membantu ayah rain masuk ke rumah.


"Bun vera berangkat dulu ya, reyhan udah dateng"ucap vera dan berlari keluar rumah.


"Ayok" ucapnya setelah menaiki motor reyhan.


Di rumah Jessie, Rain, leon, aliya dan eka telah berkumpul."Leon gw boleh minjem motor lo gak buat balapan nanti?kalo gw menang nanti hasilnya kita bagi dua" Tanya rain.


"Emang motor lo kemana ra?" Tanya eka bingung.


Rain termenung sesat."gak papa kok, gw cuma gak mau orang ngenalin motor gw" ucapnya berbohong.


"Beneran? Bukan karena ada apa-apa kan?" Tanya aliya curiga.


"Beneran gak papa" balas rain tersenyum.


"Lo boleh minjem kok ra. Hasilnya gak usah dibagi" timpal leon." Yaudah ayok berangkat, entar kita telat datangnya" lanjutnya.


Ketiga sahabatnya berjalan memasuki mobil sedangkan rain akan bersama dengan leon mengendarai motor.


Saat mereka tiba sudah banyak orang yang memadati lokasi balapan. Leon menuntun rain menuju ke tengah arena balap dimana orang yang akan bertanding berada. Rain memakai maskernya guna menutupi wajahnya. Sedangkan ketiga sahabatnya menunggu di garis pinggir.


"Halo bro, tumben banget lo mau ikut balapan?" Ujar cowok yang sedang duduk di atas motor kemudian menghampiri Leon.


"Ck bukan gw yang balapan tapi dia" balas leon agak kesal. Orang itu meneliti penampilan rain dari ujung kaki hingga kepala."lo cewek?" Alisnya mengernyit.


"Iya" balas rain dingin.


"Hahaha ngapain cewek ikut balapan?" Tawanya menggelegar. Semua orang juga ikut menertawakan dirinya."Hahahaha"


"Kenapa? Jangan bilang lo takut ngelawan gw" ujar rain datar. Orang itu menghentikan tawanya lalu menatap rain sombong."gw takut sama cewek? Hahaha gak bakal. Oke karena khusus malam ini yang gw lawan adalah cewek maka taruhannya gw naikin 100 juta gimana? Kalo lo menang lo bisa ngambil hadiah 200 juta itu lengkap dengan motor gw tapi kalo lo kalah lo harus nurutin semua kemauan gw." Ucap orang itu.


"Gw terima" balas rain masih dengan nada dinginnya.


"Wow wow wow, gw akuin keberanian lo. Kenalin nama gw Tony. Lo?" Tony mengulurkan tangannya ke arah rain.


Rain membalas tangan tony."cloudy" rain sengaja memberikan nama samaran pada lawannya."Sekarang kita mulai?" Lanjutnya.


"Baiklah"


Setelah mengucapkan itu semua orang yang mengelilingi mereka pergi menuju pinggir jalan, rain berjalan menuju ke arah motor leon dan menaikinya. Ia memasang helmnya.

__ADS_1


Pundaknya di tepuk dari samping."semoga berhasil" ucap leon memberi semangat kemudian berlalu dari sana


"YUHU...SEMANGAT RAI..AKH apa sih jes kok lo nginjek kaki gw hah?!" Eka menatap jessie kesal saat jessie menginjak kakinya.


"Panggil cloudy not Rain. You understand?" Balas jessie.


"Ups gw lupa. Yaudah YUHU.. SEMANGAT CLOUDY!! GW YAKIN LO PASTI MENANG" Rain menoleh kesamping menatap ketiga sahabatnya, tangannya mengepal ke depan membalas teriakan eka.


Gadis cantik dengan pakain ketat dan pendek berjalan ke tengah sambil membawa bendera. Gadis itu mulai menghitung mundu.


"3...2...1"


Setelah gadis itu melempar bendera ke atas, tony dan rain melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.


"Wuhuuu cloudy!!!" Teriak eka.


Di lain sisi dari posisi jessie, reyhan juga ikut serta menonton balapan ini disampingnya vera terus memeluk lengannya.


"Menurut lo siapa yang bakal menang?" Tanya bima


"Udah pasti tony lah, disini gada yang bisa ngalahin dia kecuali tuh" balas daniel menunjuk reyhan dengan dagunya.


"Kita belum tahu akhirnya" timpal dewa masih setia dengan pertandingan di depannya.


Sedangkan reyhan terus menatap rain dengan pandangan yang tak dapat di mengerti. Ia tersenyum tipis.


Sementara kedua orang yang tengah berlomba terus berada di posisi sejajar, sesekali tony menyenggol motor rain namun rain dengan cekatan berhasil menghindarinya. Di hadapan mereka terdapat tikungan tajam, tony memelankan laju motornya sesaat tapi berbeda dengan rain yang semakin menambah laju motornya.


"Cewek gila!" Gumam tony.


Rain dengan gaya ala pembalap internasional melalui tikungan itu dengan lutut yang bergesekan dengan aspal hingga menimbulkan luka disana.


Semua orang tercengang dengan aksi nekat rain.


"Gila!"


"Keren woi"


"Jes,al itu beneran rain kan? Gw gak salah lihat kan? SUMPAH CLOUDY KEREN BANGETT." eka berseru setelah tercengang beberapa saat.


Sekarang jarak antara motor rain dan tony terbilang cukup jauh. Rain tersenyum senang saat garis finis telah di depan matanya. Dengan satu tarikan gas, motornya semakin melaju dan melalui garis finis. Selang beberapa detik tony ikut melalui garis finis.


Ckiitt..


Tak


Ban belakang motor rain terangkat saat rain melakukan rem mendadak. Ia turun dari motor dan membuka helmnya tapi matanya tak sengaja bertatapan dengan mata Reyhan. Rain segera berbalik menghindari tatapan itu. Ia berusaha menghilangkan kecemasannya.


Ke tiga sahabatnya dan leon mendekat ke arahnya."wah lo keren banget tadi" ucap eka.


"Selamat ya cloud" ucap aliya.


"Selamat" ucap jessie.


"Wah gw gak nyangka lo bakalan menang ra tapi sumpah tadi lo keren banget tau gak" ucap leon menatap rain dengan mata berbinar.


Rain terkekeh."hehe makasih ya ucapannya"


Tony melepas helmnya lalu mendekat ke arah rain."ck gw gak nyangka bakal dikalahin sama cewek gila kayak lo" ujarnya.


"Gw anggep itu pujian" balas rain.


"Sesuai janji. Ini uang 200 juta dan ini" tony melemparkan kunci motornya pada rain dan dengan sangat mudah rain menangkap nya."motor itu baru gw beli dua hari yang lalu" lanjutnya.

__ADS_1


"Hm makasih, senang bisa balapan bareng lo" balas rain.


"Heh harusnya gw yang bilang kek gitu. Selama ini cuma reyhan yang bisa ngalahin gw di arena balap tapi sekarang lo juga termasuk salah satunya. Gw jadi penasaran kalo kalian berdua balapan siapa yang bakal menang?" Kata tony.


"Gimana niel, lo jadi balapan gak?" Tony menatap ke belakang rain dimana reyhan dan temannya sedang berjalan ke arahnya.


"Gak deh ton, lo aja dikalahin apa lagi gw" tolak Daniel. Ia menatap rain."kenalin gw Daniel" tangan daniel terulur ke arah rain.


Rain membalas uluran tangan daniel."cloudy". Rain tak sengaja menatap vera."cih katanya mau ke perpus. Big liar" batinnya.


Vera merasa tak asing dengan perempuan di hadapannya. Dengan lancang ia menarik masker rain.


Mata rain dan sahabatnya membola kaget dengan sifat lancang vera. Rain secara reflek memeluk tony yang berada tepat di hadapannya. Jantung tony berdebar saat matanya tak sengaja menangkap wajah rain yang sangat cantik di tambah lagi rain sekarang memeluknya.


"Heh apa apaan sih lo! Main narik masker orang aja! Punya sopan santun gak sih lo hah?!" Cerca eka menatap vera tajam.


"Ma-maaf a-aku gak sengaja" balas vera gagap.


Jessie menatap Leon." Buka"


"Apa?" Balas leon tak paham.


"Jaket lo"


Leon membuka jaketnya kemudian memberinya pada Jessie. Jessie mendekat ke arah rain yang masih menyembunyikan wajahnya di pelukan tony. Ia menutup kepala rain dengan jaket leon kemudian menuntunnya menjauh dari sana.


Tony baru bisa bernafas lega saat rain melepaskan pelukannya.


"Lo gak boleh kek gitu ver" peringat dewa.


"Tapi aku cuma reflek, entah kenapa aku ngerasa kalau perempuan itu adalah kak rain" jelas vera.


Reyhan menatap vera sebentar dan beralih menatap rain yang tengah duduk tak jauh dari sana."dia memang rain" batinnya seraya tersenyum tipis.


"Gw pulang dulu ton. Kasihan cloudy, lututnya perlu di obati. Bay gw duluan" ucap leon berlalu di ikuti aliya dan eka.


"Pulang" ucap jessie dingin.


"Gw naik motor" balas rain beranjak dari duduknya." Kalian duluan aja gw bakal pulang sendiri dan leon ini buat lo" rain memberikan uang sebesar 50 juta kepada leon namun leon menolaknya."gak usah rain, uang gw masih banyak kalo lo nambahin lagi. Gak abis abis uang gw nantinya" balas leon dengan nada sombongnya.


Rain jadi tak perlu memberinya uang itu."sombong amat" ucap aliya.


"Biarin"


"Eh tapi kita pulangnya bareng aja ra" ujar aliya.


"Gak papa lagian rumah kita beda arah ditambah lagi sekarang udah larut. Gw pulang sendiri aja." Ucap rain.


"Gak kita pul-"


"Gw gak bakal kenapa-napa jes. Gw janji" potong rain cepat. Leon mengangguk dan menarik mereka bertiga pergi dari sana.


Rain kembali berjalan ke arah tony yang sedang berbicara dengan teman Reyhan. Tony memandang rain yang semakin mendekat ke arahnya. Dengan kepala yang tertutup jaket, rain berjinjit menyesuaikan tingginya dengan tony."makasih" setelah mengucapkan itu ia mengendarai motornya dan berlalu dari sana.


Tony di buat deg degan untuk kedua kalinya."kayaknya gw perlu ke dokter deh. Gw takut punya penyakit jantung" ucapnya.


Sekilas kalau kita melihatnya, rain mencium pipi tony tapi yang sebenarnya rain hanya mengucapkan terimakasih padanya.


"Gila main nyosor aja tuh cewek, gw kan juga mau" ucap daniel dan dihadiahi jitakan oleh zein.


"Gw yakin itu rain, tapi bagaimana ia bisa sehebat itu dalam balapan. Biarlah yang penting dia gak bakal jadi penghalang lagi di keluarga Gilbert." Batin seseorang.


...Tbc....

__ADS_1


Gimana? Bagus gak?


Votmen ya.


__ADS_2