Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
20. Pertengkaran


__ADS_3

Tak disangka hari ini adalah hari dimana acara perkemahan untuk siswa kelas 12 di laksanakan. Mereka saat ini telah berada di dalam hutan yang gelap dengan beberapa jurang yang dalam.


"Baiklah anak-anak silahkan bangun tenda kalian masing masing dan setelah itu kembali berkumpul disini. Mengerti?!"


"Mengerti pak!"


Seluruh siswa mulai mendirikan tenda mereka.


"Hm rey, a-aku bisa minta tolong gak?" Suara vera mengalihkan atensi kelompok reyhan.


Sekilas mata reyhan berkilat dingin menatap vera."Gak" ucapnya lalu melanjutkan pekerjaannya.


Vera terkejut akan penolakan yang diterimanya, kenapa Reyhan menolak permintaannya? Biasanya reyhan akan dengan senang hati membantu nya tapi sekarang? Tolakan mentah yang di dapat nya. Tidak! Reyhan tidak boleh menolaknya.


Tangan vera mengepal kuat sebelum kembali bersuara."tapi a-aku tidak tahu cara bangun tendanya rey" vera menunduk dengan suara sendunya.


Sahabat reyhan tidak peduli dengan keduanya dan lanjut membangun tenda.


Tak ada balasan dari Reyhan, vera mendongak menatap reyhan yang sedang berjalan ke arah...tunggu! Itu arah tenda rain berada. Tidak! Reyhan tidak boleh kesana! Reyhan hanya miliknya.


Vera berlari menahan tangan Reyhan. Sontak Reyhan berhenti lalu memandang tangan vera yang menahannya.


"Lepas" ucapnya dingin. Berani sekali dia menyentuh nya, setelah kebusukannya terbongkar. Beruntung Reyhan masih berbelas kasih membiarkannya hidup.


"Aku mau minta tolong re-"


"GW BILANG GAK YA ENGGAK! LO BUDEK APA GIMANA!"


Rain tersentak kaget begitupun semua orang, mereka segera mengalihkan pandangan mereka ke arah tokoh utama pria dan perempuan.


Eka mengernyit menyaksikan pemandangan luar binasa di hadapannya. Dimana reyhan yang tidak pernah membentak vera kini membentak nya. "otak si reyhan lagi Koslet pa gimana? Masa cewek sendiri di Bentak."


Aliya mengangkat bahu tak tahu."Perhatikan saja"


Di tempat sahabat Reyhan.


"Weh itu si bos tumben banget ngebentak si vera? Biasanya halus-halus aja tuh ucapan." Ujar daniel sambil menyaksikan perdebatan Reyhan dan vera.


Zein, bima, dewa mengangkat bahu tak tahu."lihat saja"


Kembali pada kedua pasangan yang kini menjadi pusat perhatian.


"Hiks tapi rey aku cuma minta tolong, kamu kenapa sih hari ini? Biasanya kamu mau bantuin aku, tapi sekarang kamu beda tau gak! Apa karena si jal*ng itu? Iya kan?!! Kamu kayak gini karena RAIN JALA-"


PLAKK


Vera tersungkur ke tanah.


"Jaga ucapan lo itu sialan, sekali lagi lo menghina rain. Lo berurusan sama gw ngerti?!!" Vera terdiam kaku memegang pipinya yang memanas.

__ADS_1


Reyhan menjambak rambut vera hingga kepala vera mendongak."Ngerti gak?!!!"


"I hiks i-ya"


Reyhan menghempaskan kepala vera hingga terbentur pada batu di sampingnya. Vera mengepalkan tangannya, tidak ia tidak boleh membiarkan reyhan pergi ke rain.


"Ta-tapi aku pacar kamu rey hiks"


Reyhan yang sudah melangkah kembali menghentikan langkahnya, kakinya kembali melangkah ke arah vera.


"Hari ini kita putus!!!"


Pernyataan putus dari reyhan kembali menghebohkan semua orang.


Apa ini? Bukannya reyhan sangat mencintai vera?


Pasti ada orang ketiga


Ini pasti ulah rain ular itu


Iya.


Syukurlah mereka berdua putus


Bisik-bisik mulai terdengar. Rain sendiri juga terkejut. Ada masalah apa sampai Reyhan memutuskan vera? Sedangkan dirinya saja tidak menggangu hubungan mereka. Berdasarkan novelnya, sejak mereka jadian hubungan mereka tidak pernah putus seperti sekarang ini. Tapi kenapa sekarang mereka putus? Ada apa ini?.


"Tidak!! Aku tidak mau" vera berdiri menatap kearah mata Reyhan. Tamatlah riwayat mu vera.


Perasaan rain merasa akan ada hal yang harus ia hentikan dan terbukti sedetik kemudian, Reyhan memberikan bogeman mentah pada vera.


Vera tersungkur ketanah dengan darah mengucur dari hidungnya. Tampilan yang awalnya memang telah kacau kini makin tambah kacau akibat darah yang keluar dari hidungnya.


Mata Reyhan menggelap, berani-beraninya wanita murahan ini menciumnya. Akan ia habisi vera hari ini. Tangannya kembali memberi bogeman ke arah vera yang telah tersungkur.


"Akhhh TOLONG... Rey"


"Woi dewa! Si boss di tahan dongo. Jangan diem aja!" Zein menoyor kepala dewa yang hanya bengong menatap kejadian di depan.


"Lo gak liat mata Reyhan udah kek psikopat hah?! Lo mau gw mati muda!"


"Ya terus gimana? Kita harus menghentikan Reyhan sebelum tuh cewek isdet" celutuk daniel tak tahu lagi harus bagaimana.


"Eh! Itu si rain ngapain maju kesana?!" Bima menunjuk ke arah rain yang berlari menghentikan Reyhan.


"RAINN" kelima sahabat rain berusaha memanggil namanya namun rain tak mengindahkan.


Rain menangkap tangan Reyhan yang akan mengenai wajah vera yang sudah babak belur."berhenti!" Rain menghempaskan tangan reyhan.


Reyhan berhenti. Amarahnya memudar seiring ditatapnya wajah rain."Lo apa-apaan hah!! Lo mau bikin dia mati!! Dia cewek tolol!!!"

__ADS_1


Reyhan hanya terus menatap rain yang terus mengoceh.


Vera beringsut mundur ketakutan. Jantungnya berpacu cepat, nafasnya memburu seakan tak ada lagi hari esok baginya. "Gw...ham hampir huh hampir huh mati" batinnya menatap kosong ke depan sebelum kesadarannya menghilang.


"Kalau dia mat- emmphhh" sekali lagi semua orang terbelalak melihat reyhan yang ******* bibir ranum rain.


Rain berusaha melepaskan dirinya namun reyhan menahan tengkuknya agar ciumannya lebih dalam.


"Wah si bos enak banget di cium dua cewek!" Daniel menatap iri pada Reyhan.


Tak


Bima menjitak kepala daniel kesal."Bodoh!, bedain mana di cium dengan mencium!"


"Sama aja sih menurut gw" kata daniel acuh sambil mengusap kepalanya yang berdenyut nyeri.


Reyhan melepaskan bibirnya. Dan saat itu pula tamparan keras mengenai pipinya.


PLAK


"Brengsek!!!"


Reyhan menatap rain polos."apa salahnya? Gw cuma mau ngilangin bekas dari sampah itu dengannya. Emang gw salah??"


Rain mengalihkan pandangannya menatap vera yang sudah tak sadarkan diri. Batinnya berdecih saat tak ada seorang pun yang membantu vera.


"EKA ALIYA JESSIE BANTUIN GW" teriaknya dengan nada marah.


ketiga nama yang disebut menyadarkan diri mereka dari lamunan. Mereka berjalan ke arah rain dan membantu rain mengangkat vera ke arah tenda.


Hanya rain,eka dan aliya yang mengangkat. Jessie diam memandang ke arah Reyhan. Senyuman miring terbit di bibirnya.


"Sudah tau kebenaran nya heh?!" Reyhan diam tak membalas ucapan jessie.


"Bagaimana? Menyesal?"


"Pesta pembantaian nya pasti seru" Reyhan mengernyit. Bagaimana dia tau kalau dirinya melakukan pembantaian. Stefan! Nama itu yang melintas di pikirannya.


"Lo orang terkaya di negara ini. Tapi satu kasus saja tak bisa kau pecahkan secara rinci. Kejadian beberapa tahun lalu bisa gw pecahin tanpa menggunakan uang hanya dalam beberapa bulan. Tapi lo?! Lo punya banyak uang, lo bisa nyewa detektif untuk menyelediki kejadian hari itu! Tapi lo nutup mata!! Lo lebih milih percaya dengan penglihatan yang lo lihat!."


"Gak berguna"


Setelah mengutarakan unek-unek nya jessie menyusul ketiga sahabatnya.


Reyhan mengepalkan tangannya."ya gw emang salah. Maka dari itu gw pengen ngubah semuanya." Gumamnya.


...Tbc ...


...Vote vote vote....

__ADS_1


...Konfliknya sudah terpecahkan, eitsss tapi jangan senang dulu. Vera dan ibunya bahkan belum di hukum....


...Dah tekan vote belum. Awas kalau belum. Author sumpahin jadi istrinya bts. Eh gak deh! Nanti kalian ke enakan....


__ADS_2