Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
26. Masih tak percaya


__ADS_3

Kini semua perhatian tertuju pada gadis yang berdiri di belakang rain. Jessie ikut berbalik melihat ke belakang.


Jessie berdiri dan bertanya pada rain."ada apa?"


Rain menyodorkan kalung yang berada di tangannya pada Jessie."ini punya lo kan?" Jessie segera meraba lehernya dan benar saja kalung itu sudah menghilang. Dengan cepat ia mengambil kalung itu lalu memakai nya.


"Terimakasih"


Rain masih berdiri kaku. Ia ingin bertanya soal nama perempuan itu."anu...gw boleh tau siapa nama lo?"


"Jessie"


Semua orang di meja itu masih menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tidak! Itu bukan halusinasi mereka tapi ini nyata. Gadis yang berbicara dengan jessie memang rain. Tapi pertanyaannya kenapa rain hanya menyapa Jessie dan anehnya lagi kenapa rain menanyakan nama Jessie.


Setelah mengetahui nama Jessie, rain bergegas pergi tak lupa ia pamit pada Jessie."ah terimakasih Jessie. Kalau begitu gw pamit"


Rain beralih menatap kumpulan remaja yang ia yakini teman-teman Jessie."maaf mengganggu" setelah nya ia memakai masker kemudian pergi dari sana.


Saat rain ingin menarik gagang pintu keluar, lonceng cafe berbunyi tanda seseorang juga masuk.


Kembali lagi, bak adegan slow motion keduanya saling melewati satu sama lain. Jika ini di dunia komik maka akan ada sepercik listrik yang menghubungkan mereka berdua.


Tanpa mereka berdua sadari benang merah yang telah lama putus kini kembali terikat di masing-masing jari kelingking mereka. Benang merah yang mengikat mereka pada takdir yang belum sempat mereka selesaikan.


Reyhan memasuki cafe dimana para sahabatnya berada. Namun langkahnya terhenti, ia menoleh kebelakang namun tak ada seseorang, entahlah hatinya merasakan hal aneh saat berpapasan dengan orang itu. Tak ingin ambil pusing Reyhan kembali melanjutkan langkahnya.


Tanpa ia sadari setelah ia melangkah. Rain juga menoleh ke arah pintu tempatnya berpapasan dengan orang yang tidak dikenalnya.


"Reyhan..." Gumamnya tanpa sadar. Setelah itu ia kembali melangkah menjauh dari tempat itu.


***


"Tampar gw sekarang"


Plak


"Shhh apa apaan sih lo, kok nampar gw?" Daniel memegang pipinya yang terasa panas.


Eka heran sendiri dengan manusia jelmaan kuda di hadapannya itu."lah lo sendiri yang minta di tampar"


"Tapi gak ditampar beneran kali! Sakit ini!" Eka mengangkat bahunya acuh."bodo amat"

__ADS_1


"Ini gw gak mimpi kan tadi itu beneran Ra-mphhh lepwashin." zein membekap mulut daniel saat melihat Reyhan.


"diem! Ada Reyhan!" Suara rendah zein membungkam mulut semua orang.


Rey menatap aneh pada zein yang membekap mulut daniel dan keterdiaman semua orang. Sejujurnya Reyhan mendengar ucapan daniel tapi keburu di tahan oleh zein.


"Ra?" Ucapnya setelah duduk di samping bima.


Semuanya terdiam. Daniel sudah panas dingin di tempat nya saat mendapatkan tatapan tajam Reyhan dan semua temannya.


"Ra ra ra rancangan baju eka bagus banget! Gw gak mimpi kan?! Gw Jadi orang pertama yang ngeliat rancangan sebagus itu." Semua menghela nafas lega mendengar alasan tak masuk akal daniel.


Reyhan tak menanggapi perkataan Daniel. Semua ikut diam saat Reyhan diam.


"Gimana perusahaan lo?" Tanya dewa memecahkan keheningan yang terjadi.


Reyhan membalas dengan nada dinginnya."baik"


***


Disebuah apartemen mewah.


"Yuhhuu Revan!!!"


"Gw lagi mandi!!!" Suara teriakan pria terdengar dari dalam kamar mandi.


"Oh"


Sekali lagi matanya mencari seseorang."van! Stefan mana?!!"


Pria bernama revan keluar dari kamar dengan handuk yang tergantung di lehernya. "Keluar" rain menatap revan yang tak memakai atasan apapun.


"Sekali lagi gw liat lo gak pake baju dihadapan gw, semua baju lo gw sumbangin!" Ujarnya sebelum melemparkan buku ke arah Revan.


Revan dengan sigap menangkap buku itu."ya ya ya"


Rain ingin menceritakan kejadian di jalan tadi tapi ia juga ragu. Mengambil nafas panjang kemudian mengeluarkannya, rain memberanikan dirinya."van tadi sebelum kesini gw ketemu sama cewek. Kayaknya sih dia setahun di atas gw"


Revan menatap rain bingung."terus?"


"Kita berdua gak sengaja tabrakan tapi anehnya cewek itu tau nama gw. Gw tanya tuh dia kenal gw apa enggak tapi dia malah manggil rain gilbert. "

__ADS_1


Revan tersenyum misterius. Ini tujuan dia pindah ke kota dimana semuanya berawal. Revan tak pernah mengira pertemuan keduanya akan secepat itu. Tapi itu sangat baik untuknya.


Semakin cepat rain bertemu dengan masa lalunya maka semakin cepat pula ingatan nya kembali. Ia ingin Rain mengingat jati dirinya saat menjadi rain Gilbert dan rain Abraham.


Tebakan kalian benar bahwa gadis yang bertemu dengan jessie adalah rain Gilbert.


Flash back.


Malam itu saat rain jatuh dari jurang dan tak sadarkan diri. Stefan dan revan segera membawa tubuh rain pergi dari sana. Ya! Keduanya sudah mengetahui rencana vera. Maka dari itu mereka menunggu di dasar jurang.


Bagaimana cara mereka mengetahui rencana vera? Biarkan itu menjadi rahasia keduanya.


Stefan segera mengendarai mobil keluar dari hutan dan menuju ke rumah sakit terdekat guna memberikan pertolongan pertama pada rain.


Setelah rain di periksa. Dokter mengatakan ada gumpalan darah yang berada di dalam kepala rain dan itu harus segera di keluarkan agar tidak mengancam nyawa rain. Dokter menyarankan keduanya untuk membawa rain ke Paris. Disana ada dokter yang ahli dalam bidang ini ditambah lagi perlengkapan di sana lebih memadai.


Keduanya setuju dan malam itu mereka langsung berangkat ke paris. Setibanya disana, rain segera di periksa dan dokter mengatakan bahwa rain harus di operasi.


Keduanya mengangguk. Setelahnya tubuh rain dibawa kedalam ruang operasi. Revan dan stefan menunggu dengan cemas dan khawatir dengan kondisi rain.


7 jam berlalu, lampu ruang operasi kini berganti warna menjadi hijau menandakan operasi telah selesai. Sang dokter keluar dengan suster di sampingnya. Dokter itu mengatakan rain akan mengalami koma setelah operasi dilakukan. Dan kemungkinan buruknya rain mengalami lupa ingatan akibat benturan keras di kepalanya.


2 tahun berlalu tapi rain tak kunjung sadar dari komanya. Hingga beberapa hari kemudian tangannya mulai bergerak dan matanya mulai terbuka.


Setelah rain sadar, revan dan stefan memilih tinggal di Paris selama satu tahun lagi guna memperkenalkan rain dengan dunia luar.


Flash back off.


"Woi! Van lo dengerin gw gak sih!!"


Revan mengangguk tapi kepalanya memikirkan hal lain, Mungkin ia akan sedikit bermain dengan Reyhan.


"Ra. Inget misi lo disini buat balas dendam" rain berhenti mengoceh. Tatapan matanya berubah dingin.


"Gw gak akan lupa soal itu" ucapnya kemudian beranjak memasuki kamar.


...Tbc....


...Gimana part ini? Bagus gak?...


...Vote!!!...

__ADS_1


__ADS_2