Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
2. Rain Gilbert


__ADS_3

Di lain tempat yang entah dimana, rain terbangun di ruangan yang gelap gulita. Kakinya melangkah mencari jalan keluar.


"Dimana ini? Hello ada orang?!" Teriaknya. Kakinya terus melangkah mencari jalan keluar, tak jauh dari sana ia melihat setitik cahaya yang sama seperti yang ia lihat di tebing. Ia berlari menuju ke arah cahaya itu, semakin dekat ia semakin terang pula cahaya itu. Tangannya menutup matanya saat ia telah keluar dari kegelapan.


Perlahan tangannya turun dan waw."indahnya"


Pemandangan indah menjadi hal pertama yang ia lihat.


"Hai rain,selamat datang di ruang dimensi" sapa seseorang dari belakang. Rain berbalik ke belakang.


"Siapa?" Tanyanya dingin.


"Rain Gilbert"


"Pasti kau bingung dengan semua ini, tapi yang pasti suara yang kau dengar adalah suaraku. Aku yang memanggil mu untuk menggantikan posisi ku. Kau adalah Rain dan aku juga adalah Rain. Kita adalah satu jiwa yang terpisah" lanjutnya.


"Tap-"


"Kehidupan yang akan kau hadapi berbeda dengan kehidupan mu yang dulu. Perbaiki apa yang perlu di perbaiki dan tinggalkan apa yang perlu di tinggalkan." Potong rain Gilbert sebelum rain menyelesaikan ucapannya. Tangannya perlahan terangkat menyentuh dahi rain. Cahaya biru keluar dan perlahan kesadaran rain menghilang.


"Itu adalah sedikit dari ingatanku dulu. Dan selamat tinggal" itu adalah kata-kata terakhir yang rain dengar sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya.


...****************...


Di dalam kamar yang penuh dengan nuansa pink. Seorang gadis tergeletak tak sadarkan diri setelah meminum obat tidur hingga overdosis. Tak ada yang mengetahui kejadian ini.


Perlahan mata dengan bulu mata lentik itu terbuka."Akh kepala gw" kedua tangannya menumpu pada lantai. Ditatapnya sekeliling kamar yang sangat luas kemudian pandangannya beralih pada obat yang berhamburan di sampingnya.


"Obat tidur? Dan kamar siapa ini? Warnanya menyakiti mata" ujarnya. gadis itu bersandar pada dinding dan berusaha mengontrol rasa sakit di kepalanya.


Tok tok


"Non bibi bawa makanan" ujar orang di balik pintu. Rain buru-buru menyembunyikan obat itu dibawah kasurnya.


"Masuk" ucapnya.


Cklek


"Non astaga! Non kenapa?" perempuan berumur itu panik saat melihat salah satu anak majikannya terduduk dilantai dingin. Ia segera menaruh nampan berisi makanan itu ke meja lalu membantu rain untuk berdiri.


"Ukh gak papa kok bi, cuma agak pusing dikit" balas rain canggung.


"Bibi panggilin dokter ya?"

__ADS_1


"Gak usah bi" tolak rain lembut.


"Emm..Bibi bawa apa?" Rain menunjuk nampan di meja pink yang tak jauh darinya. Ingatkan rain untuk merenovasi kamar ini nanti. Sungguh warna pink membuat matanya sakit.


"Bibi bawa makanan non, dari kemarin non gak mau makan. Bibi khawatir non kenapa-kenapa" balas bi aisa lembut.


"Ouh..hehe lagi diet bi" ujar rain asal.


"Yaudah bibi ke bawah dulu ya non. Bibi mau nyiapin minuman buat temen non vera" pamit bi aisa melangkah keluar dari kamar rain.


Setelah kepergian bi aisa,rain menghela nafas."Hufft apa yang sebenarnya terjadi?"


"Rain Gilbert, itu nama gw sekarang. Tapi yang jadi pertanyaan kenapa rain bunuh diri? Sedangkan yang gw lihat di ingatannya gak ada hal aneh. Apa ini cuma sebagian dari ingatannya?"


"Satu lagi kenapa rain di cap sebagai orang jahat? Akhh rain kenapa ingatan yang lo kasi setengah-setengah gini sih?" Rain frustasi dengan jalan hidup Rain Gilbert.


Rain meringkuk di atas kasur dengan tangisannya. "Hiks pa mah, aku kangen kalian. Maafin tingkah bodoh rain, seharusnya rain gak lompat ke jurang dan berakhir disini. Kalian pasti syok. Maafin rain hiks, sisi maafin gw,gw terlalu bodoh hiks."


"Mah pah disini rain sendiri, gak ada yang rain kenal. Gak ada lagi tempat rain buat bersandar,semuanya asing. Aku ingin pulang"


Selang beberapa menit menangis dan menumpahkan semua keluh kesahnya,rain akhirnya tertidur hingga malam hari.


Tok tok tok


Cklek


Bi aisa masuk dan melihat rain yang tengah tertidur. Ia melangkah mendekat membangunkan rain." Non bangun. Tuan nyuruh bibi buat manggil non makan malam"


Rain duduk mengumpulkan sebagian nyawanya."aku mandi dulu bi. 5 menit aku turun" ucapnya berlalu ke kamar mandi.


"Baiklah" bi aisa melihat makanan yang ia bawa tadi masih utuh."apa non rain ada masalah?" Gumamnya. Ia mengambil nampan itu lalu turun ke bawah.


...****************...


"Rain mana bi" tanya ayah rain yaitu tuan Gilbert.


"Dia sedang mandi tuan. Lima menit lagi non rain akan turun" balas bi aisa sopan.


"Ah baiklah. Kita tunggu rain setelah itu kita makan" ujar ayah rain kemudian menatap istri dan anaknya.


"Saya permisi ke belakang tuan" pamit bi aisa.


Selang 5 menit rain turun dan bergabung ke meja makan."malam semua" ucapnya datar.

__ADS_1


"Malam" balas ketiga orang dihadapannya. Rain duduk di depan gadis yang terlihat lebih muda darinya.


"Mari kita mulai makan malamnya" ujar ayah rain.


Makan malam berjalan dengan sempurna hingga suara ayahnya mengambil alih perhatian mereka.


"Rain Masalah keuangan kamu,ayah akan berikan pada vera. Jadi kalau kamu perlu sesuatu tinggal minta sama adik kamu." Ujar ayahnya.


"Tapi yah itu uang aku, kenapa vera yang harus pegang?"


"Adik kamu lebih bisa ngatur keuangan kamu rain."


"Yah aku lebih tau tentang keuangan aku!!."


"Ma-maaf kak tapi ayah benar, akhir akhir ini aku sering lihat kakak menghamburkan uang. Kalau uang kakak aku yang pegang pasti keuangan kakak bisa lebih aman." Ucap vera lembut.


"Vera benar sayang. Kamu harus lebih hemat kedepannya. Bukannya ayah kamu gak mau ngasih kamu uang tapi ayah kamu hanya ingin kamu belajar hemat sayang" ucap ibu vera lembut. Namun kelembutan itu membuat hati rain tidak nyaman.


"Apa nih? Belum genap sehari disini, keuangan gw udah pindah tangan." Batin rain.


"Tapi yah"


"Keputusan Ayah sudah bulat rain." Tegas ayahnya. Vera dan ibunya tersenyum sementara rain hanya pasrah.


"Ok tapi aku minta dua hal. Yang pertama aku ingin ayah membelikan aku motor sport hitam dan yang kedua aku ingin kamar aku di renovasi. Aku mau semua barang berwarna pink disana diganti dengan warna gelap." Ucap rain dan berlalu meninggalkan meja makan.


"Aku mau motornya sudah ada besok pagi"lanjunya menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Tuan Gilbert hanya menghela nafas.


Di dalam kamar, rain berusaha meredam amarahnya saat melihat kedua orang itu tersenyum di hadapannya. Entahlah tapi hati kecilnya seakan mengatakan ia harus menjauhi kedua orang itu.


"Siapa sebenarnya mereka berdua? Kenapa gw risih di dekat mereka? Ck gw baru sehari disini tapi otak gw udah di buat pusing" ucapnya memandang langit-langit kamar. Beberapa menit kemudian ia telah terlelap.


Dalam mimpinya rain melihat siluet wanita cantik dengan pakaian putih melekat di tubuhnya."rain sayang, ibu merindukan mu" wanita itu merentangkan tangan kearahnya.


Rain tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang itu. Tiba-tiba rasa rindu yang teramat dalam bisa ia rasakan."ibu" rain berlari ke dalam dekapan orang itu.


"Berhati-hatilah dengan orang di sekitar mu nak. Terkadang orang yang kita lihat baik ternyata memiliki niat jahat pada kita. Tetaplah pada pendirian mu. Jangan dengarkan perkataan orang lain. Ibu akan tetap melindungi mu sayang"


...Tbc....


...Votmen kuy...

__ADS_1


__ADS_2