Antagonis Or Protagonis

Antagonis Or Protagonis
23. Tragedi


__ADS_3

Tiga hari berlalu, tersisa dua hari lagi untuk pulang ke rumah masing-masing. Malam hari ini semua orang berkumpul mendengarkan arahan dari panitia.


"Apa kalian mengerti?!"


"Ya!!"


"Satu kelompok berisi lima orang, silahkan melihat nama kelompok masing-masing pada tenda PMR." Mata semua siswa menoleh kearah tenda PMR. di sana terdapat kertas putih berisikan nama kelompok mereka.


"Setelah menemukan anggota tim kali, segera berkumpul kembali untuk menerima bendera. Sekarang cepat!"


Para siswa berbondong ke arah tenda PMR melihat nama anggota tim mereka nantinya. Rain dkk juga ikut serta.


Beberapa menit kemudian semua orang telah berkumpul dengan kelompok masing-masing.


Kelompok pertama di isi oleh Reyhan, daniel, tony, aliya dan eka.


Kelompok dua di isi oleh Rain, Jessie, vera, dewa, leon.


Kelompok tiga di isi oleh zein, bima dan 3 anggota lainnya.


Setelah semua berkumpul, panitia memberikan satu bendera kepada setiap tim.


Reyhan mendapatkan warna hitam. Rain mendapatkan warna merah sedangkan zein mendapatkan warna pink.


"Waktu kalian untuk menemukan bendera yang sama seperti bendera yang kalian pegang hanya 30 menit, ada 5 bendera yang tersebar di hutan, jadi saat pulang kalian akan membawa 6 bendera. Yang berhasil keluar membawa kesemua bendera akan dinyatakan menang. Mengerti?!!"


"Mengerti!!"


"Waktu akan di mulai 10 menit lagi, silahkan berdiskusi dengan tim masing-masing."


Vera tersenyum misterius, rencana licik terlintas di benaknya."hari ini ku pastikan kau akan menyusul ibu mu"


"Semua sudah membawa senter?" Ujar dewa saat mereka berkumpul.


"Sudah"


"Ingat jangan ada yang berjalan sendiri, kita harus saling menjaga. Jangan ada yang egois." Semua mengangguk. Mata dewa beralih menatap vera."dan lo vera, akan gw pantau"


"A-aku mengerti" dewa mengangguk."cepetan ra"


Rain mengangkat tangannya."wa gw kebelet pipis. Gw permisi dulu"


Rain berlari tapi bukannya ke arah toilet yang memang di khususkan untuk buang air kecil bagi siswi perempuan. Namun ia malah berlari menghampiri reyhan yang berpisah dari kelompoknya.


Reyhan melihat rain lantas berdiri dan menyambut gadis itu."ada apa?" Rain tak menjawab, Reyhan baru saja ingin kembali bertanya namun tangannya terlebih dahulu ditarik oleh rain ke tempat sepi.


"Ada apa rain?" Tanya Reyhan sesaat setelah mereka sampai. Jujur saja Reyhan merasa aneh dengan sikap rain.


"Ra..." Sebuah ciuman lembut mendarat di bibir Reyhan. Reyhan terpaku sesaat, apa? Apa rain sedang mencium nya?


Rain melepaskan ciumannya. Air matanya menetes."rey maafin aku. Aku minta maaf, aku salah hiks. Aku mencintaimu rey" rain menubruk dada bidang Reyhan dengan pelukan. Pelukan ini yang ingin ia rasakan dari dulu tapi tak pernah dirinya dapatkan.


Tangan Reyhan mengelus rambut rain dengan lembut. Badan rain bergetar dalam pelukan Reyhan. Reyhan melepaskan rain dari pelukannya lalu menatap dalam mata berair milik rain."gw yang harusnya minta maaf ra. Selama ini gw salah telah menuduh orang yang nyatanya gak bersalah. Gw minta maaf atas semua sifat kasar gw selama ini"

__ADS_1


"Aku aku sudah memaafkan mu Rey. Aku tidak pernah sekalipun membencimu" air mata rain masih terus menetes.


Reyhan berfikir sejenak sebelum mengatakan hal yang membuat rain senang."gw awalnya gak sadar akan perasaan ini tapi tiap kali gw liat lo tertawa dengan pria lain. Hati gw sakit ra, gw sadar selama ini gw juga cinta sama lo. Tapi gw yang bodoh karena memilih ego dari pada hati. Maaf"


"Gw cinta sama lo rain" setelah itu rain menghapus jarak di antara mereka, bibir keduanya kembali bertemu. Ciuman karena cinta tersalur dari keduanya. Tangan reyhan mendorong tengkuk rain untuk memperdalam ciuman mereka.


Sementara mereka berciuman, Rain tengah menangis dalam diam karena terjebak di antara momen romantis keduanya.


"Setan sialan!! Seenggaknya biarin gw keluar dari tubuh ini. Rain Gilbert!!! Gw sumpahin lo jadi arwah gentayangan. Murahan lo rain asu! Lo yang ciuman gw juga yang kena. ASU!!! bibir gw gak perawan lagi. Setan anjing lo rain!!!"


"Mata gw ternodai hiks, mau ditaro dimana muka gw nanti hah?! Woi setan! Lo udah jadi arwah masih aja nyusahin orang ya! Rain laknat, dajjal,asu, anjing. Seneng kan lo sekarang bisa ciuman sama dia?! Kenapa gak sekalian aja lo ***** sama dia." Oceh rain tak terima, rain Gilbert menguasai tubuhnya. Rain hanya pasrah dan mengikuti keinginan laknat arwah gentayangan itu.


Di luar sana rain Gilbert tersenyum mendengar umpatan yang dilontarkan padanya. Ia tak peduli, ia hanya ingin menyalurkan rasa cintanya yang selama ini ia pendam.


Tangan Reyhan mulai meraba-raba punggung dan perut rain.


Rain gilbert melenguh panjang, beda lagi dengan rain yang kini terbelalak kaget saat tangan Reyhan mulai meraba badannya. Alarm perlindungan mulai siaga. Gak ini sudah di luar batas! Rain hanya mengatakan ingin mencium reyhan tidak lebih. Tapi apa ini?!!


" Hei rain Gilbert, sadar hei gw gak mau lepas perawan sama orang yang gak gw cintai. Berenti SIALANN" ucapnya frustasi.


Rain Gilbert tak mendengar kan rain, ia malah mengalungkan tangannya ke leher Reyhan. Reyhan tersenyum miring. Rain memberinya izin maka dengan senang hati ia melakukannya tapi bukan sekarang. Ia tidak ingin menghancurkan masa depan rain.


"Langit bisakah kau turun kan petir aku ingin membunuh mereka berdua tanpa harus turun tangan!"


"Seseorang tolong hentikan perbuatan laknat kedua orang ini!!!" Rain terus berteriak dalam hati.


Reyhan sontak menghentikan kegiatannya, entah kenapa hatinya mengatakan seseorang menyuruhnya berhenti. Reyhan menatap sendu wajah rain dan mengusap bibir yang akan menjadi candunya mulai sekarang.


Rain terkejut, apa reyhan mendengar suaranya? Tapi mana mungkin! Hanya rain Gilbert yang bisa mendengarnya.


Rain Gilbert segera keluar dari tubuh rain membiarkan rain mengambil alih kembali. Sontak rain gelagapan sendiri di atas pangkuan Reyhan. Bagaimana ini? Gw harus ngapain sat!! Rain Gilbert! Dia yang berbuat ulah kenapa harus dirinya yang menanggung malu.


"Re-rey gw" rain tak tau harus berkata apa. Wajahnya sudah semerah tomat bahkan lebih."gw harus pergi" rain melepaskan diri dari pelukan reyhan kemudian berlari menjauh. Namun tangan Reyhan kembali menarik nya hingga menimpa tubuh Reyhan.


"Lo sekarang milik gw" suara dingin tak terbantahkan itu...rain tak menggubris nya dan langsung menghentakkan tangan reyhan lalu berlari meninggalkan Reyhan yang tersenyum manis ke arahnya. Akhirnya rain menjadi miliknya dan bebannya sudah menghilang entah kemana.


Rey beranjak dari sana dan menemui kelompoknya.


Rain berlari menyusul kelompoknya yang sedang menunggu dirinya. "Hosh hosh sorry gw lama."


Mereka mengangguk paham kecuali vera. Jessie menatap penampilan rain yang acak-acakan dan beralih menatap bibir rain yang bengkak. "Bibir lo kenapa?" Pertanyaan jessie membuat rain gelagapan.


"I itu tadi di gigit semut ya! Di gigit semut" rain menatap jessie, berharap alasannya dapat diterima.


"Oh"


"Ayo berangkat"


...***...


Mereka telah berada di pinggir jurang, sudah ada 5 Bendera ditangan dewa, sisa satu lagi maka misi mereka akan selesai.


Mata rain menyusuri hutan yang gelap dibantu pencahayaan dari senter di tangannya. Cahaya senternya tak sengaja mengarah pada bendera terakhir yang dicari.

__ADS_1


"Hei! itu bendera terakhir kita!" Semuanya langsung melihat ke arah dimana cahaya senter rain menyorot. Raut kebahagiaan terpatri di wajah mereka.


"Akhirnya!!!" Teriak leon. Mereka berlari mengambil bendera yang berdekatan dengan jurang.


Mereka berkumpul mengambil bendera yan tertancap di pohon. Perhatian dewa pun teralihkan. Vera mengambil kesempatan untuk mendorong rain ke dalam jurang.


"AKHHHH" badan rain berguling ke bawah, tubuhnya menghantam pohon dan juga batu hingga tiba di dasar jurang kepalanya terbentur kuat pada batu besar. Kesadarannya mulai menghilang digantikan kegelapan. "Apa aku akan mati lagi" ucapnya lirih sebelum kegelapan merenggut.


"RAINNN" teriak vera dan mulai menangis.


Deg.


Jantung semua orang berdebar kencang terutama Jessie. Sahabat yang ia jaga sedari tadi. Sial dirinya lengah. Dengan cepat ia berlari ke pinggir jurang. Tidak rain tidak boleh pergi sebelum kedua ****** itu di hukum.


"RAIN!!!"


"RAINNN"


"RAIN"


suara teriakan mereka semua menggema di kesunyian malam. Dewa tersentak."jangan berteriak! Itu hanya akan mengundang hewan malam datang ke sini. Sebaiknya kita cepat kembali ke tenda dan melaporkan kejadian ini. Cepat!!!"


Mereka semua berlari tanpa menyadari vera tersenyum senang.


Setelah mereka sampai, semua orang menatap ke arah mereka berempat. Semua orang telah kembali dari misi mereka.


"Pak! Rain jatuh ke jurang! Cepat selamatkan dia pak!! Saya mohon" jessie menangis di hadapan salah satu gurunya.


Semua orang terkejut bukan main tak terkecuali Reyhan. Jantungnya berdegup kencang.


Aliya tak percaya."jes jangan becanda!!"


"Gw gak percaya! Lo pasti bohong kan?! Rain pasti ada disekitar sini! Rain pasti sembunyi di suatu tempat!!" Eka menatap sekelilingnya.


"RAIN KELUAR! GW TAU LO ADA DISINI! CEPAT KELUAR!!!" aliya berteriak histeris.


"Gw gw gagal menjaga rain. Gw lengah!"


Dewa angkat bicara."pak kami tidak bercanda. Rain jatuh ke dalam jurang."


"Siswa laki-laki berkumpul! Kita akan mencari rain malam ini!! Tapi kalau rain tidak di temukan maka pencarian akan di lanjutkan besok pagi. Bapak akan menghubungi tim SAR." Setelahnya guru itu pergi menghubungi tim SAR.


Bugh


Reyhan memberikan pukulan pada dewa."gw udah bilang jaga dia! Bagaimana bisa dia jatuh ke jurang hah?!"


"Gw salah rey. Maaf" bukan hanya Reyhan yang merasa kehilangan tapi dirinya juga merasakan hal yang sama. Rain sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Kakak mana yang rela adiknya jatuh kedalam jurang? Tidak ada!


Dan begitulah malam yang seharusnya penuh tawa kini digantikan dengan kesedihan dengan tragedi tak terduga.


...Tbc....


...Duh si vera makin ngadi-ngadi emang. Ishh pengen tak potong-potong terus cincang² terus author jadiin makanan kucing....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk vote dan melontarkan umpatan kalian pada vera di kolom komentar....


__ADS_2