
Aruni adalah gadis berumur 17 tahun yang duduk dibangku kelas tiga SMA. Anak yang selalu ceria dan patuh kepada orang tua. Hari ini sudah saatnya Aruni menentukan kemana dia hendak melanjutkan kuliah.
Baru beberapa bulan ini Aruni rupanya menyukai teman dekatnya bernama Rasyid, sayang Rasyid yang dulu teman satu SMP dengan Aruni ini ternyata sudah menyukai gadis lain, hingga akhirnya Rasyid pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Bandung.
Mendengar kabar Rasyid hendak kuliah di Bandung, Aruni agak sedikit sedih karena selama ini Rasyid adalah teman yang sering bercanda dengan Aruni walaupun ketika bertemu mereka kadang hanya diam atau malah bertengkar.
Aruni diharapkan oleh orang tuanya untuk melanjutkan kuliah sebagai seorang guru namun Aruni menolak, suatu hari orang tua Aruni berkata kepada Aruni
"Aruni kenapa engkau tak suka jadi seorang guru nak?"
Aruni menjawab "Aku ingin sekolah yang tinggi bu". Mendengar jawaban Aruni, Ibunya pun kemudian berkata
__ADS_1
"Baiklah Aruni tentukan pilihanmu ibu dan ayah akan mendukungmu"
Aruni pun tiba-tiba bingung hendak melanjutkan kuliah dimana, Aruni begitu mengagumi kakak perempuannya yang bekerja dalam dunia kesehatan, jadi Aruni putuskan ingin melanjutkan kuliah sebagai bidan, selain itu dia ingin menyendiri diasrama karena tahu nanti disekolah kebidanan diwajibkan untuk asrama.
Hari terakhir Aruni dan Rasyid bertemu, mereka tak bicara sepatah kata pun. Aruni pun mendaftar sebagai mahasiswa disebuah perguruan tinggi yogyakarta jurusan kebidanan. Dan diterima. Mulai saat itu Aruni tinggal diasrama, Aruni dan semua mahasiswa tidak diperkenankan pulang. Mereka baru boleh pulang setelah menjalani asrama selama dua bulan.
Di asrama Aruni tinggal satu kamar bersama tiga orang sahabat baru yaitu Monis,Tati,dan Dewi. Dewi anak Solo yang lemah lembut, Monis anak Wonogiri yang cantik, dan Tati anak Tegal yang sedikit tomboi.
Dewi memperkenalkan namanya lebih dahulu,
Selanjutnya Tati dan Monis pun ikut memperkenalkan diri. Hari demi hari dilalui oleh Aruni dan teman-temannya mulai akrab. Jarak kampus dan asrama yang lumayan jauh harus mereka tempuh dengan jalan kaki bersama-sama.
__ADS_1
Pemandangan pagi yang indah ketika semua anak asrama harus berangkat kuliah dengan seragam biru laut kombinasi putih. Jadwal kuliah yang padat. Kegiatan asrama yang penuh membuat Aruni dan teman-temannya mulai bosan.
Monis yang pernah kuliah di jurusan informatika tiba-tiba mengajak Aruni untuk maen di sebuah warung internet atau warnet.
"Aruni ayo maen ke warnet", kata Monis.
Aruni pun mengangguk tanda setuju. Di warnet itu Monis mengajari Aruni cara membuat surat elektronik dan chating. Mereka berteman akrab.
Aruni perlahan mulai melupakan Rasyid. walau sesekali mereka pernah bertemu. Namun tak pernah lagi mereka bersenda gurau seperti dulu. Beberapa kali Aruni mencoba menghubungi Rasyid namun sepertinya Rasyid telah sibuk dengan kuliahnya di Bandung.
Aruni menjalani kuliah kebidanan ini dengan suka cita. Sepertinya dia mulai menemukan teman teman baru yang baik.
__ADS_1
"Piring-piring" terdengar suara ibu asrama memecah kesunyian, mengingatkan agar anak-anak tidak menaruh piring di dalam kamar.
Suara adzan Magrib terdengar dan semua anak asrama harus sudah berkumpul di masjid. Seusai sholat berjamah, setumpuk tugas kuliah sudah menanti. Itulah kegiatan Aruni setiap hari selama di Asrama