Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Pertemuan dan Perpisahan


__ADS_3

Dua Purnama telah berlalu


Sejak Aruni memberanikan diri mengutarakan isi hatinya Andra tak pernah lagi terlihat bertamu.


Aruni memulai kembali hidupnya, mencoba melupakan perlakuan Andra. Wajahnya tampak kembali ceria, apalagi mendengar kabar bahwa kakak Rasyid akan menikah.


Aruni diundang dalam pernikahan itu.


***


Janur kuning melengkung di depan rumah Rasyid menandakan hari itu ada pernikahan dirumahnya


Hiasan bunga menghias indah pelaminan, pernikahaan kaka Rasyid, mba Nia namanya.


Mba Nia dan Suami nampak duduk di pelaminan, wajahnya cantik berseri menyambut Aruni. Mba Nia berdiri menyalamiku sambil berbisik


"Rasyid ada di samping tenda"


"Kenapa mba", jawabku lirih takut terdengar tamu yang lain


Mba Nia menyalami beberapa tamu dan memberi isyarat seseorang untuk menemuiku. Mba Nia ini cukup akrab dengan Aruni, sewaktu SMA memang pernah menyomblangkan Aruni dengan Rasyid.


Laki-laki yang tingginya hampir 2 meter, memakai kemeja kotak-kotak dan celana panjang hitam, menghampiri Aruni.


Rasyid tiba-tiba sudah ada di sebelah Aruni


"Ruuni...," kata Rasyid sambil tersenyum


"Eh kamu..., kapan anak Bandung ini pulang", kata Aruni membalas senyumannya.


"Sini duduk", Rasyid menarik tangan Aruni untuk duduk.


"Aku baru pulang kemaren"

__ADS_1


"Jadi pasti kamu sibuk , sampai ga pernah bales pesanku", tanya Aruni


"Ga juga, cuma pengen cepet selesai kuliah biar bisa mengikuti jejak mba Nia, cepet nikah"


"Lhah..Cita-cita lulus cepet kok pengen nikah, masnya ini." Kata Aruni dengan gaya sedikit meledek.


Aruni dan Andra kali ini terlihat akrab, mereka tak terlihat bertengkar atau saling diam.


"Mas..Mas Rasyid", Terdengar suara fotografer memanggil Rasyid untuk berfoto. Mba Nia pun melambaikan tangannya ke arah Aruni menyuruh untuk ikut berfoto.


"Lhah Mba Nia..kok aku diajak ikut foto keluarga" kata Aruni lirih


"Gapapa,..kamu kan adek perempuanku" jawab Mba Nia sambil menarik Aruni berdiri disampingnya.


Selesai berfoto Rasyid mengajak Aruni keluar,


"Aruni..,aku antar pulang ya" Rasyid sudah berdiri disamping motor roda dua kesayangannya.


Aruni hanya mengangguk dan mengiyakan.


"Udah turun disini aja ya", Aruni meminta Rasyid untuk berhenti.


"Lho kenapa ?, Aku ga boleh mampir ini."


"Ga, takut ada Ibu," Aruni menjawab dan tersenyum


"Aku langsung pulang ke Bandung hari ini", kata Rasyid


"Owh.." wajah Aruni berubah seketika.


Rasyid kemudian pergi dan berlalu.


Peristiwa hari ini cukup menghibur Aruni, walaupun agak kecewa, karena Rasyid harus segera pulang ke Bandung.

__ADS_1


***


Liburan semester kali ini membuat Aruni lama berdiam di rumah ibu. Terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Aruni, diambilnya ponsel warna biru dimeja. Sebuah pesan masuk, tertulis nama Andra pengirimnya


Dengan hati agak sedikit was-was dibacanya pesan itu ;


" Aku minta maaf, mungkin kita emang lebih baik temenan aja."


Sebuah puisi menyertai pesan itu


"Aku tahu rizkiku tak akan diambil orang,


karenanya hatiku tenang


Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain,


maka aku sibukkan diriku untuk beramal


Aku tahu, Allah selalu melihat,


karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat


Aku tahu kematian menantiku,


maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku."


"Seperti kenal, ini seperti dikutip dari perkataan Imam Hasan Al Basri", Aruni membaca serius pesan Andra


"Semoga ini beneran insyaf". bisik Aruni dalam hati


Dibalasnya pesan itu :


"Iya aku gapapa, semoga itu benar dari dalam hatimu,

__ADS_1


Senang berkenalan denganmu walaupun aku ga ngerti dan ga bisa mengerti tentangmu."


__ADS_2