Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Rangkaian Mawar Merah


__ADS_3

Kedatangan Andra yang begitu cepat, membuat Aruni merasa sedikit aneh,


"Ini orang kenapa ya, dateng..trus tiba-tiba langsung pergi lagi...",


Karena capek Aruni tidak begitu memikirkan maksud kedatangan Andra.


Praktik klinik telah usai, Jadwal kuliah selanjutnya adalah pengabdian masyarakat, Aruni dan teman-temannya diwajibkan mengkaji kondisi kesehatan masyarakat di sebuah kelurahan di Kota Yogya


Masyarakat menerima dengan baik kedatangan Aruni dan kawan-kawan. Masalah yang diangkat dalam kelurahan itu adalah kesehatan ibu hamil serta peran serta remaja dalam pendampingan ibu hamil berisiko


Di sebuah pertemuan yang mengundang remaja, tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel Aruni, nomer tidak dikenal :


"Mba boleh kenal lebih lanjut ga"


Dibiarkannya pesan itu lewat begitu saja


"Paling cuma remaja iseng", bisiknya dalam hati.


Datang lagi pesan ponsel yang kedua:


"Aku punya kado buat mba Aruni"


Membaca pesan kedua, perasaan penasaran mulai merasuki batin Aruni.


"Maaf ini siapa?, kado apa ya", balas Aruni


"Aku seorang adek yang ingin tahu lebih dekat tentang kakaknya. Cuma sekedar tanda mata aja kak"


Perasaan Aruni mulai sedikit kacau,

__ADS_1


"ini apa siapa lagi?, adek siapa?, kakak siapa?"bisiknya dalam hati.


Dilihatnya nomer pengirim pesan yang masuk ke dalam ponsel. Angka di bagian depan menunjukkan kode daerah Bandung.


Sedikit terlintas dalam pikiran Aruni itu adalah Rasyid yang mungkin iseng.


Lelah dan penat Aruni selama menjalani pengabdian masyarakat membuatnya tidak begitu memikirkan pesan itu lagi.


Di suatu sore, ketika Aruni dan teman-teman serumahnya duduk bercerita terdengar suara seorang laki-laki mengetuk pintu depan,


"Tok..tok...tok..., permisi..,"Seorang laki-laki mengenakan jaket biru membawa sebuah bingkisan datang.


"Ada apa ya Mas?," tanya Iza sambil membuka pintu


"Ini mba ada bunga untuk Mba Aruni", kata laki-laki itu sambil menyerahkan rangkaian mawar merah kepada Iza.


"Siapa Za?", tanya Aruni penasaran.


"Ada bunga buat kamu Runi, tapi ini ga ada nama pengirimnya", Iza mencermati rangkaian mawar ditangannya. Diserahkannya bunga itu kepada Aruni.


"Haduwh...siapa lagi to ini?", kata Aruni dengan logat jawanya.


Aruni masuk ke kamar, duduk dan meletakkan bunga di atas meja belajarnya.


Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselnya:


"Kak aku udah kirim kado buat kakak, dan itu bukan bom, jadi ga perlu khawatir", terulis juga disitu


"Salam kenal,Riko"

__ADS_1


Aruni tak membalas pesan itu.


Dicatatnya nomer ponsel itu.


Tak disangka Andra datang tepat pada waktunya, entah apa yang membuat Aruni tiba- tiba langsung menyodorkan secarik kertas, menanyakan nomer ponsel yang telah ia catat kepada Andra,


"Tahu nomer ini nomer siapa?"


"Sebentar", Andra dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan memencet beberapa angka.


Agak terkejut juga Andra, ketika nomer itu ternyata ada dalam buku telfonnya. Ya..itu adalah nama Rico, dan Rico itu adalah adeknya sendiri yang saat ini berkuliah di Yogya.


Saat ini Andra dan Rico memang satu kos.


Sadar itu nomer adiknya Andra segera menutup ponselnya, dan berkata,


"Itu no ponsel adikku"


Aruni kaget mendengar kata-kata Andra,


"Apa..itu adikmu?, Maksudmu?"


"Aruni ...mau ga jadi istriku?", Andra segera menyambung pertanyaan Aruni.


Mendengar itu Aruni bertambah kaget, seolah disambar petir.


"Aku gamau", jawab Aruni dengan cepat.


Kaget mendengar jawaban Aruni, wajah Andra terlihat tak senang.

__ADS_1


__ADS_2