Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Kelahiran Anak Pertama


__ADS_3

Diklat prajabatan harus ditempuh Aruni untuk menjadi seorang PNS, Waktunya bersamaan dengan perkiraan lahir anak Aruni, mau tak mau Aruni harus ikut. Diklat ini harus dijalani selama 14 hari.


Andra mengantar Aruni di sebuah gedung pertemuan, yang dijadikan tempat diklat.


Sebuah bangunan besar dengan beberapa kamar yang cukup luas. Di Setiap ruangan terdapat enam tempat tidur. Kamar mandi jadi satu berada di ujung.


"Aku tinggal ya, hati-hati" , pesan Andra pada Aruni.


"Iya", jawab Aruni lirih


Aruni mendapat kamar yang berisikan 6 orang penghuni. Malam harinya, Aruni merasakan perutnya terasa mulas,


"Mungkin sakit magku kambuh", bisik Aruni dalam hati. Aruni mencari obat mag dalam tas dan meminumnya.


Pada hari pertama Aruni dan peserta prajabatan lain mengikuti acara menjalin komitmen, dalam acara itu penuh dengan permainan seru, Aruni yang perutnya kelihatan besar pun masih mengikuti acara itu.


Seharian ini Aruni terlihat senang. Malam telah datang kembali dan perutnya mulai mulas lagi. Dicobanya minum obat mag namun tak berkurang, rasanya seperti mau ke belakang.


Aruni pergi ke kamar mandi, namun setelah dilihatnya ternyata ada lendir darah yang keluar. Dengan menahan rasa sakit, Aruni berjalan menyusuri lorong dengan berpegangan tembok.


Sampai dikamar, direbahkan tubuhnya pada bed tempat tidur, dirogohnya tas biru, mencari ponsel dan segera menelfon teman seangkatan yang berada di lain kamar,


"Mba Tari bisa kesini, aku keluar lendir darah"


Mba Tari ini temen seangkatan yang profesinya juga bidan.

__ADS_1


"Aku kesitu," Tari bergegas ke Kamar Aruni.


"Kenapa Aruni," Tari masuk dan langsung menuju tempat tidur Aruni.


"Aruni ayo aku antar ke klinik terdekat", Tari segera menghubungi panitia, dan meminjam mobil untuk mengantar Aruni.


"Suamimu bagaimana Aruni,apa tidak dikasitau"


"Ga usah mba, suamiku sering panik, nanti saja kalo sudah sampai klinik"


Aruni langsung dilarikan ke klinik terdekat dan diperiksa,


"Ini sudah pembukaan delapan mba", kata seorang bidan yang memeriksa Aruni.


Setelah dipriksa, Aruni menyuruh mba Tari agar segera pulang kembali ke tempat diklat. Dan segera menelfon Andra,


"Aku mau melahirkan"


"Ini dimana?!!, Andra mulai terdengar panik.


"Di klinik di kota , ga usah buru-buru"


Andra bergegas menyusul Aruni.


Tak lama Andra sudah terlihat menyusul Aruni di klinik, menjinjing tas berukuran sedang yang isinya perlengkapan bayi. Andra segera menelfon memberi kabar pada orangtua Aruni kalo istrinya mau melahirkan.

__ADS_1


"Sakit ya Allah, Astagfirullah..."terdengar lirih suara Aruni. Rintik hujan terdengar samar menemani suara lirihnya doa.


Dua jam kemudian..., "Cepat panggil dokter sudah mau keluar," teriak seorang bidan kepada teman jaganya.


Perempuan setengah baya dengan jas putih tanda dia seorang dokter, hadir seketika itu juga.


"Oe...oe...oeeekk.."..lahirlah anak pertama mereka, perempuan pada pukul 6.30 pagi.


"Selamat ya bu Aruni, putranya perempuan"


"Trimakasih dokter,...Alhamdulillah..."


"Apa saya besok boleh langsung pulang dokter, saya harus menyelesaikan diklat"


"Boleh bu, nanti kita lihat semoga tidak ada perdarahan"


Aruni telah kembali sehat. Aruni dan Andra berangkat ke tempat diklat. Si bayi dibawanya juga ketempat diklat.


Di tempat diklat disediakan barak yang luas jika ada yang membawa keluarga, Aruni, andra dan bayi tidur di bawah dengan alas kasur.


Aruni tak lagi merasakan sakit masa nifasnya, Dia sudah beraktifitas normal kembali. Walaupun sudah sehat, asinya tidak keluar membuat bayi harus mendapat susu formula.


Selama diklat Andra yang merawat bayi, dan Aruni menyelesaikan diklatnya. Untung saja kemaren temen-temen membantu dengan memalsu tanda tangan Aruni, jadi kehadiran tetap terisi. Kehadiran ini sangat penting karena menentukan kelulusan diklat


Anak pertama ini mereka berinama Raihana.

__ADS_1


Andra dengan tlaten merawat Raihana hingga diklat selesai.


__ADS_2