
Angin kencang menghempas dedaunan, halaman penuh daun berserakan. Aruni mengambil sapu lidi dan menyapunya.
Andra tergesa-gesa mendatangi Aruni,
"Aruni, ibu dan adekku mau kesini, ayahmu bisa ikut kesini ga?"
"Ada apa mas", tanya Aruni penasaran
"Adeku sakit, mau dibawa ke sini"
"Sakit apa?"
"Kata ibu ngamuk, nodongin pisau trus lari ke jalan"
"Maksudnya gimana mas?"
"Gatau ntar aja aku crita, aku juga ga paham kondisinya"
Malam harinya, ayah Aruni sudah duduk diruang tamu menunggu kedatangan keluarga Andra.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Aruni,
"Sepertinya itu ibu datang", Andra membuka pintu
Ibu mertua Aruni duduk dan menceritakan kejadian bahwa adiknya Andra ini ingin sekali bekerja , kemudian dirumah tiba-tiba berkelakuan tidak wajar, berani menodongkan pisau dan lari kejalan membuang uang dan pakaian.
"Baiklah kalau begitu kita bawa ke rumah sakit jiwa", kata Ayah Aruni
Andra, ayah Aruni dan keluarga Andra pergi ke Rumah Sakit Jiwa. Aruni tinggal di rumah menunggui Raihana.
Malam sudah larut, Aruni menunggu ayah dan suaminya pulang. Tepat pukul 12 ayah dan Andra pulang. Keluarga Andra langsung pulang ke Cirebon.
Andra menceritakan bahwa memang ada saudaranya yang menderita gangguan jiwa anak ke 3, namanya Budi dan ini adalah anak ke 5 namanya Fani.
__ADS_1
Menurut cerita, Fani ini ingin bekerja namun tidak diijinkan oleh ibu dan dikurung di dalam kamar selama beberapa minggu, dan akhirnya berani memberontak dan bersikap anarkis.
Sekarang Fani menjalani perawatan di RS jiwa.
Sebulan telah berlalu, Fani dinyatakan sembuh. Akhirnya diberikan ijin pulang, Fani pulang ke Cirebon dan dimasukkan ke pondok.
Kriing....kring...suara ponsel Andra berbunyi keras, diterimanya panggilan itu,
"Andra adikmu kabur sekarang ke yogya", Ibu Andra menelfon.
Andra segera menutup ponselnya dan mencari tahu dimana adeknya
Beberapa saat kemudian ada mobil polisi berhenti di rumah Aruni. Tok..tok..tok.., dua orang polisi mengetuk rumah.
"Ada apa pak",
" Maaf mba ini apa bener adeknya? katanya tersesat minta diantar pulang"
"Baik mbak, ini saya tinggal ya"
Pak polisi meninggalkan Fani bersama Aruni.
"Mba Aruni, aku pengen kerja", kata Fani pada Aruni.
"Ya coba besok cari kerjaan yang cocok"
Andra sudah tak lagi menghiraukan adeknya dan sibuk dengan pekerjaannya.
Keesokan harinya Aruni sibuk mencarikan
pekerjaan untuk Fani, dari membuat pas foto sampai menulis lamaran pekerjaan.
Fani mendaftar bekerja di sebuah pabrik.
__ADS_1
Beberapa kali Fani bercerita kalau ibunya tak setuju dia bekerja, dan menyuruhnya tetap dirumah,
"Aku ingin bekerja mba, tapi ibu ga boleh", beberapa kali Fani mengatakan kata-kata yang sama dan menceritakan pertemuannya dengan seorang laki-laki.
Aruni mendengarkan dengan baik, tanpa mengomentari apa yang diceritakan Fani.
Setelah mendaftar Fani diterima bekerja, namun selang dua hari Aruni sudah mendengar kalo adiknya dipecat karena tidak bisa bekerja.
Dipecat dari pabrik, Fani ingin mencoba bekerja di sebuah rumah makan. Fani diterima dan berja di rumah makan selama dua minggu saja. Atasannya memecatnya karena Fani tak bisa melayani pelanggan.
"Mba..., aku di warung makan itu disuruh makan daging ***".
"Apa benar", kata Aruni
"Ya sudah , sekarang mau gimana?"
"Aku mau ketempat adikku yang kuliah di yogya"
Akhirnya Fani tinggal bersama adiknya yang kuliah di Yogya namanya Nadira.
Tidak berlangsung lama, dua hari berlalu..Aruni mendengar Nadira mengeluh karena Fani sering menggedor pintu temen kostnya.
Andra pun memutuskan untuk membawa adeknya ke Rumah Sakit Jiwa lagi. Fani kembali harus menjalani perawatan di sana.
"Aruni, kalau Fani sudah keluar gimana kalo tinggal bersama kita".
"Maksudmu gimana mas, lihat Raihana masih kecil , aku takut kalau ada apa-apa."
Mendengar jawaban Aruni, Andra marah dan memukul jendela. Hampir -hampir kayunya patah,
"Maksudmu apa?!!, dia adekku kenapa kamu gamau dia bersama kita."
Mendengar Andra marah Aruni hanya bisa diam, hampir mengeluarkan air mata. Terpikirkan olehnya kesibukan Andra yang kadang tak sempat memberi perhatian pada anaknya. Ditambah lagi harus diberi beban mengurus adiknya yang sakit. Yang dikhawatirkan Aruni adalah keselamatan anaknya.
__ADS_1