
Sepulangnya Andra, Perasaan Aruni bertambah bingung, perasaan sedih karena terlalu cepat mengambil keputusan, perasaan bersalah karena memanfaatkan Irsyad, semua bercampur menjadi satu.
Ini hari terakhir Aruni berada dirumah Bu Nuri. Besok pagi Irsyad datang, akan menjemputnya pulang ke yogya. Bingung memikirkan apa yang harus dikatakan kepada Irsyad.
Aruni pun bertanya-tanya darimana Andra bisa tahu lokasinya sekarang berada.
Aruni mencoba menghubungi rumah, ditelfonnya ibu,
"Ibu, apa Andra pernah telfon ke rumah?"
"Iya, dia tanya kamu dimana"
"Ibu jawab, ibu kasian, spertinya dia sedih banget nyariin kamu"
"Duwh ibu, kenapa harus diberi tahu," mendengar jawaban ibu, Aruni segera menutup telfon seakan marah dengan apa yang dilakukan ibu
Esok harinya Irsyad datang menjemput Aruni,
"Ayo pulang", kata Irsyad
Aruni dan Irsyad berpamitan pulang kepada Bu Nuri
"Hati-hati" Bu Nuri berpesan kepada mereka berdua.
Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba terdengar isak tangis Aruni belakang Irsyad.
Sambil melaju dengan montornya Irsyad bertanya :
" Kamu kenapa Aruni "
"Hiks...hiks...", Aruni terus saja menangis tak menjawab pertanyaan Irsyad.
"Ada apa ini ", hujan deras mengguyur dan Irsyad memutuskan untuk berhenti.
Aruni memberanikan diri bicara :
"Maafkan Aku, kemaren Andra datang, dan aku terlanjur bilang mau menikah dengannya"
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu sedih, harusnya aku yang sedih kan, cuma kamu manfaatin, "
"Maafkan aku Irsyad"
Aruni meminta maaf sambil menangis, kesedihannya bukan cuma karena mengecewakan Irsyad, tapi karena keputusan yang dibuatnya.
"Sudahlah Aruni..., ayo kita pulang, kamu masih bisa cerita kalau kamu sedih,.. aku ga akan ninggalin kamu selama kamu masih butuh".
Akhirnya mereka pulang ke Yogya.
***
Sampai di Yogya Aruni memutuskan untuk tidak pulang ke rumah. Wujud amarahnya karena ibu sudah mendukung Andra.
Biasanya waktu libur digunakannya untuk pulang ke rumah tapi kali ini Aruni pulang ke rumah kakaknya
Rumah kakak Aruni tak jauh dari rumah ibu. Rumah sederhana bercat biru dengan halaman yang tidak begitu luas.
Kakak Aruni, Mba Ika namanya, perempuan tinggi cantik, berumur 35 tahun.
Bertemu kakanya Aruni bercerita, ia pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Aruni kalau kau memang tidak mau menikah dengan Andra, kamu harus bilang, jangan bersedih seperti itu. Mbakmu ini akan selalu mendukungmu. Kamu harus bilang pada ibu kalau kamu emang gamau."
Mendengar kata-kata kakaknya Aruni kemudian memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Andra :
"Andra maafkan aku, aku ga bisa menikah dengan orang yang aku ga cinta"
Membaca pesan Aruni, Andra segera menelfon,
"Aruni apa maksudmu?".
Aruni tak menjawab. Dan Andra menutup telfon.
Aruni lega bisa bicara jujur, tapi dia tahu kalau Andra tidak akan tinggal diam.
Ibu yang tau kalau Aruni dirumah kakaknya datang menyusul. Terlihat Ibu datang bersama Ayah. Ibu segera mendekati Aruni dan bilang,
__ADS_1
"Aruni, kalau kau memang tidak mau tidak apa-apa, tapi kamu harus bilang kepada Andra alasannya karena memang sudah ada yang lain. Karena orang menolak menikah itu karena memang sudah ada yang punya. Itu adat kita, jangan sampai kamu jadi perawan tua karena menolak lamaran orang"
Tentu saja Aruni bertambah bingung mendengarkan ibu berbicara seperti itu.
"Lalu aku harus minta siapa untuk menikahiku, Rasyid tak mungkin, darimana aku bisa mencari laki-laki yang mau menikah denganku dalam waktu sehari?" Ucapnya dalam hati.
Aruni mencoba menghubungi Irsyad, barangkali Irsyad bisa menolongnya. Namun berkali- kali Aruni mencoba menghubungi, Irsyad tak kunjung menjawab.
Sore harinya Aruni memutuskan pulang ke Yogya. Hari beranjak berganti malam, Aruni masih gelisah tak menentu.
Sunyinya malam menambah kegelisahan Aruni bertambah.
Tok..tok..tok... terdengar suara pintu rumah ada yang menetuk, Aruni membuka pintu dan tampak Andra di depan pintu.
Andra yang tadi pagi mendapat pesan dari Aruni ternyata langsung memesan bus dan berangkat ke Yogya,
"Aruni katakan sekali lagi apa yang kau katakan tadi", Andra terlihat membawa pisau ditangannya.
"Kau boleh tidak menikahiku, tapi kau harus mengabarkan kematianku kepada ibu" Andra mengarahkan pisau di lengannya,
"Jangan..apa yang kau lakukan" Aruni segera menahan agar Andra tak melukai lengannya.
Melihat itu Aruni berlari dan memegangi tangan Andra.
Aruni segera merebut pisau di tangan Andra, dan dengan bodohnya mengarahkan pisau itu ke lengannya sendiri,
"Maksudmu apa?, lebih baik aku saja" kata Aruni
Melihat kebodohan Aruni, Andra segera bertindak dan menahan tangan Aruni,
"Jangan Aruni...Kamu tahu kan Ayahku sudah meninggal, aku ngerasa seorang diri, kamu tuh tempat aku berpijak", kata Andra pada Aruni.
"Ayo kita bicara baik-baik, kita sudah sama- sama dewasa kan", kata Andra mendinginkan suasana.
Pisau diambil oleh Andra dan disimpan.
Aruni yang sempat ingin bertindak bodoh kemudian menyerah.
__ADS_1
" Ya sudahlah..., ya Allah.. kalau hidupku ini bisa bermanfaat untuk orang lain, akan aku jalani semua ini. "
"Saat ini aku akan membantumu Andra, tapi ketika telah kau temukan hidupmu aku akan pergi." bisik Aruni dalam hati.