
Aruni tampak cemas, matanya menatap jauh ke arah kaca bus yang menuju rumah. Sambil memangku tas gendong Aruni duduk tak tenang.
"Masih jauh?" tanya Andra yang duduk di sebelahnya
"Sebentar lagi".
Matahari pagi mulai menyilaukan mata. Kernet bus memberi aba-aba tanda Aruni telah sampai ke tujuan. Mereka berdua kemudian turun.
Terlihat rumah sederhana yang cukup besar dengan halaman yang luas. Pepohonan tinggi dan hijau mengisi penuh bagian samping rumah.
Keluar dari pintu rumah itu seorang ibu dengan pakaian motif bunga-bunga.
"Aruni kau pulang Nak" sapa ibu Aruni
"Ini siapa?"
"Iya bu, maaf tidak memberi kabar dahulu, oh iya ini temanku bu, Andra namanya, pengen ikut ke rumah katanya." sambil mencium tangan sang ibu
"Permisi bu nama saya Andra" , Andra yang dari tadi hanya diam mulai memperkenalkan diri.
"Owh ya mari masuk"
Ibu mulai memperhatikan penampilan Andra, Pakaian kaos panjang dan celana panjang warna abu-abu memberi kesan Andra seorang anak sederhana dan baik.
Ibu mulai menanyakan bermacam-macam hal pada Andra dari mana kuliah dan tentang orang tua Andra. Andra dan ibu tampak akrab.
Andra tak banyak berbicara, dia hanya mencoba menjawab pertanyaan yang telah ibu Aruni tanyakan.
__ADS_1
Selesai melakukan introgasi pada Andra, Aruni dan ibunya meninggalkan Andra sendirian di ruang tamu.
"Aruni, jadi siapa dia? Pacarmu?"
"Bukan bu cuma teman saja, gatau tiba-tiba pengen ikut ke rumah."
Sambil tersenyum ibu berkata , "Kalo dia jadi pacarmu pun ibu tidak keberatan"
"Ah ibu bisa aja"
"Owh ya bu, maaf ini aku langsung pulang ke yogya lagi, gara-gara si itu tuh, katanya harus ke Purwakarta malah ikut pulang,jadi harus cepet pulang balik."
"Iya tak mengapa nak, ayahmu pergi mungkin nanti sore baru pulang"
"Ya sudah bu nanti aku pulang lagi minggu depan,semoga dia ga ikut-ikut
Sebelum pamit pulang Aruni lari ke belakang rumah menemui seorang nenek tua
"Aruni kapan kau pulang Nduk?", Wanita tua berumur 70 tahun itu adalah nenek kesayangan Aruni, Wajahnya tampak tua dan keriput, namun ia masih tampak kuat, dan terlihat sedang membuat kayu bakar.
"Baru saja Mbah, tapi ini aku harus segera pulang ke Yogya lagi."
"Baru pulang udah mau balik yogya lagi?" Simbah menghela nafas sambil menggelengkan kepala.
"Ya udah hati-hati", nenek tua itu berhenti membuat kayu
Aruni kemudian keluar menemui Andra
__ADS_1
"Ayo pulang sekarang ke yogya udah siang"
"Lha kan baru sebentar kok udah ke yogya lagi"
"Gapapa ini sudah siang takut ga ada bus lagi". Aruni bergegas pamit dan keluar.
Mereka berdua akhirnya pulang ke yogya. Perjalanan sejauh 40km ditempuh selama 2 jam, Andra tampak tertidur di bus.
Lampu merah tanda mereka sudah sampai. Andra mengantar Aruni sampai ke rumah kontakannya. Rumah kontrakan terlihat sepi. Semua anak pulang ke rumah orang tuanya. Andra tak langsung pulang. Aruni yang tadinya ingin segera masuk tertahan di depan rumah.
"Jadi kamu mau kan jadi pacarku?"
Aruni hanya diam. Matanya tak berani menatap Andra. Entah apa yang ada di pikirannya.
Beberapa saat kemudian ponsel Andra berbunyi memecah kesunyian, Andra merogoh saku celana dan menerima panggilan.
Suara seorang perempuan dengan nada keras terdengar, parau dan sedikit berteriak dengan nada marah.
Suara dengan logat kasar cirebon yang tidak begitu dipahami oleh Aruni. Andra hanya berkata seperlunya dan mengiyakan apa yang dikatakan perempuan itu.
"Siapa ?" Aruni bertanya.
"Ibuku"
Aruni tak berani menanyakan lebih lanjut,
" Sebaiknya kamu pulang besok harus ke Puwakarta kan"
__ADS_1
"Ya sudah aku pulang, aku kesini lagi bulan depan., Owh satu lagi diam tanda mau ", kata Andra sambil tersenyum.
Aruni diam, masih bingung harus berkata apa. raut wajahnya tampak berfikir keras.