
Beberapa waktu belakangan ini Andra mulai berubah, dia tak lagi perhatian pada anaknya. Setiap pulang hanya menyapa anaknya sebentar dan pergi ke ruangan lain untuk tidur dan bermain ponsel.
Aruni sibuk sendirian, sepulang bekerja harus menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus anak. Ketika Aruni bekerja, Raihana dititipkannya pada tetangga dekat rumah.
Siang begitu panas, matahari tepat berada di atas kepala. Kipas angin menyala sejak tadi malam tak dimatikan. Tanaman di depan rumah layu karena tak tahan dengan panasnya sinar.
Aruni mendatangi Andra, "Mas mbok ya jangan tidur terus, aku dibantu", kata Aruni kesal
Namun Andra tak menghiraukan Aruni dan melanjutkan tidurnya, sesekali terlihat membalas pesan di ponselnya.
Hari mulai gelap, tanda malam mulai datang, suara hewan malam terdengar...krik..krik..krik, jangkrik pun tak kalah ingin meramaikan.
"Aruni, aku ingin bicara, cepat tidurkan Raihana", kata Andra.
Selang satu jam Aruni telah selesai menidurkan Raihana.
"Ada apa?", kata Aruni sambil menghampiri Andra yang sedang duduk santai di ruang tengah.
"Aku boleh punya istri lagi ya?"
"Ga", Aruni dengan tegas menjawab.
Aruni tak lagi menghiraukan Andra dan bergegas tidur. Entah kenapa ketika mencoba tidur Aruni mulai memikirkan sesuatu, terbesit dalam benakny untuk memeriksa ponsel Andra.
Dilihatnya Andra sudah tidur pulas. Aruni mengambil ponselnya, betapa kagetnya Aruni ketika melihat isi ponsel Andra.
Dibacanya pesan Andra dengan seorang perempuan. Andra merayu perempuan itu dengan kata-kata mesra.
__ADS_1
Aruni meletakkan ponsel Andra seperti semula berlagak tak tahu apa-apa. Hari berikutnya Andra mengatakan hal yang sama pada Aruni,
"Aku boleh punya istri lagi ya..., cuma satu aja, aku ga minta dua atau tiga, aku cuma minta satu."
"Maksudmu apa Mas, kalo emang mau nikah lagi ya aku ga usah, aku gapapa kok kamu ceraikan"
"Masalahnya aku punya utang sama seorang perempuan."
"Maksudnya??"
"Jadi waktu dulu aku di Purwakarta punya pacar kamu aku punya pacar yang lain juga"
"Astagfirullah...mas..., kalau dulu aku tahu kan lebih baik kamu sama perempuan itu, kamu ga perlu maksa nikah".
"Jadi bagaimana?, boleh kan aku punya istri lagi."
"Masalahnya aku pusing kalau liat dia"
Emosi Andra mulai terpancing naik, Andra menyuruh Aruni membuatkan minuman, namun Aruni tak mau.
Melihat istrinya tidak menurut perintah ditamparnya pipi Aruni, Plaak....., tangan Andra melayang, meninggalkan jejak merah di pipi Aruni.
Seketika Aruni menangis dan menampar pipinya sendiri, plaak...plaak..., ditamparnya pipinya sendiri dengan tangan kecilnya,
"Udah..., kamu puas mas??".., mata Aruni bercucuran air mata, yang diingat dalam pikirannya adalah keterpaksaannya sewaktu menikah dengan Andra.
Melihat Aruni menangis Andra meminta maaf, dan bèrjanji akan menjauhi perempuan itu.
__ADS_1
Janji Andra ternyata tak dapat dipercaya, Andra masih saja bermesraan dengan perempuan itu.
Nama perempuan itu adalah Mila.
Peristiwa seperti ini berlangsung kurang lebih dua minggu, setiap malam Aruni dan Andra bertengkar.
Hingga di suatu malam ketika Aruni dan Andra bertengkar, tiba-tiba Aruni jatuh pingsan.Aruni tak sadarkan diri, Andra mulai khawatir bingung melihat kondisi istrinya.
Aruni mulai tersadar, matanya berlinangan air mata tanpa suara tangisan, seolah menahan sakit yang teramat dalam.
Andra berkali-kali meminta maaf, dia berjanji tidak akan lagi memikirkan perempuan itu.
Melihat istrinya pingsan, keesokan harinya Andra membelikan Aruni test kehamilan, dan hasil testnya adalah positif.
Ya , Aruni hamil anak kedua katika anak pertamanya berusia dua tahun. Jarak yang tidak begitu lama dari kehamilan pertama.
Mengetahui istrinya hamil Andra berkata pada Aruni,
"Maafkan aku Aruni, aku mencintaimu tapi dihatiku yang lain aku juga mencintai orang lain, ada sesuatu yang kosong."
"Iya aku tahu dalam hatimu itu akan selalu ada orang lain, kalau pun tidak ada Mila pasti akan ada Mila 2 ...Mila 3..."
Sejak saat itu Aruni mulai tak menghiraukan Andra, dalam hatinya berkata,
"Terserah engkau Andra, hidupmu hidupmu,hidupku hidupku..."
Sejak saat itu Aruni tak pernah mengeluh pada Andra, semua dikerjakannya sendirian.
__ADS_1