Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Sahabat Misterius


__ADS_3

Tak disangka Aruni hampir menyelesaikan masa wajib asramanya selama satu tahun. Selanjutnya Aruni pun berencana melanjutkan mengontrak rumah bersama kelima teman asramanya Arsa, Iza, Ari, Iva, dan Ida.


Selama di asrama biasanya Aruni menyempatkan pulang di hari Minggu. Kadang ketika tidak sempat pulang, Aruni menyempatkan maen di warnet.


Ketika menyempatkan membuka surat elektronik atau email tiba-tiba Aruni kaget ada surat masuk, dan sepertinya Aruni tak mengenal nama pengirimnya. Dalam surat itu berbunyi :


"Hai bolehkah berkenalan denganmu. aku Agung anak tehnik UMY".


Melihat surat itu Aruni berfikir ini adalah ulah jahil temannya.


Setau Aruni tidak ada temannya yang kuliah di Universitas itu. Dibalasnya pesan itu :


"Silahkan senang berkenalan denganmu".


Pesan itu pun kemudian dibalas kembali oleh sahabat misterius


"Jadilah engkau orang yang membahagiakan orang lain disaat engkau lahir orang tersenyum bahagia karena kelahiranmu dan ketika engkau pergi orang menangisi kepergianmu".


Hmmm..membaca balasan surat kali ini Aruni bergumam dalam hati


"ini kok kaya syairnya Mahatma Gandhi".


Dibalasnya surat itu dengan balasan "aku ingin membahagiakan orang lain tapi aku hanyalah manusia biasa yang penuh khilaf dan tak sempurna".

__ADS_1


Dihari berikutnya sahabat misterius itu pun mengajak bertemu dengan Aruni, mereka saling bertukar nomer ponsel.


Aruni yang telah menjalani asrama selama satu tahun pun akhirnya pindah ke sebuah rumah kontrakan bersama teman temannya. Tiba-tiba sahabat misterius itu pun mengajak bertemu. Aruni agak sedikit bingung. Dibalasnya pesan diponselnya dengan kata setuju.


Aruni memanggil teman serumahnya Iza,


"Iza temeni aku yuk ada temenku dijalan sana".


Iza pun setuju. Mereka berdua menemui seorang sahabat misterius di pinggir jalan.


Ternyata sahabat itu seorang laki-laki yang tak pernah di kenal oleh Aruni.


"Namamu siapa?" kata laki-laki itu.


"Aruni jawab Aruni terbata-bata dan ini temanku Iza".


Aruni agak kaget mendengar cerita anak laki-laki itu, serta merta Aruni merasa dikerjain dan bilang


"Owh jadi kamu anak koas ya..kenapa ga bilang dari kemaren?". Mendengar kata-kata Aruni Andra hanya tersenyum.


Dan akhirnya mereka pulang, membuat janjian besok bertemu lagi. Jadi koas adalah praktek mahasiswa kedokteran di akhir semester mereka diwajibkan untuk menempuh coass.


Pagi harinya mereka bertemu, Andra mengajaknya makan di sebuah rumah makan, tapi Aruni sama sekali tak mau memesan makanan dia hanya memesan minuman saja.

__ADS_1


Aruni bertanya pada Andra "Jadi kamu anak koas asli mana? Berapa bersaudara?"


Andra menjawab "Aku Cirebon, dari 8 bersaudara".


Andra menjawab sambil memperlihatkan 8 jarinya.


"Orangtuamu di Cirebon juga?" tanya Aruni, "Iya" jawab Andra. " Ayahku sudah meninggal dan ibuku jualan kelontong di Cirebon"


"Owh.." Aruni hanya manggut-manggut mendengar jawaban Andra.


"Jadi kenapa kemaren ngerjain aku", tanya Aruni.


"Hmm..ga..cuma pengen kenal aja. Kebetulan besok aku udah pindah jadi ga praktek di yogya lagi. Besok harus pindah praktek di Purwakarta",kata Andra.


"Satu lagi.. tahu darimana alamat e mail ku, perasaan aku ga pernah ngasi tahu orang?" tanya Aruni dengan wajah ingin tahu.


"Owh itu..,hmm gini ya non kalo buka e mail jangan lupa di sign out biar orang lain ga bisa masuk", kata Andra sambil tersenyum.


Mereka akhirnya pulang dan itu pertemuan kedua mereka. Andra pun mengantar Aruni pulang ke rumah kontrakannya.


Beberapa hari kemudian Andra hendak menemui Aruni kembali tapi Aruni menolak dengan alasan dia ingin pulang kerumah orangtuanya di sebuah desa di Yogyakarta.


Sebenarnya Aruni juga ingin menghindari Andra yang menurut kesan pertama Aruni entahlah orangnya misterius, di awal perkenalan aja dia udah berani bohong, orangnya juga kelihatan aneh, kalo dari perawakannya memang tidak begitu tinggi, ya mirip kaya aktor drakor gitu.

__ADS_1


Andra tak diam saja ketika Aruni menolak untuk menemuinya, Andra malah bersikeras hendak ikut pulang ke rumah Aruni. Dan Aruni pun tak bisa berbuat apa-apa akhirnya mereka berdua pulang ke rumah orangtua Aruni.


Aruni dan Andra menuju rumah mengendarai kendaraan umum. Dalam hati Aruni sudah bingung dan galau gimana nih caranya ngomong ke bapak ibu ada cowok ikut pulang ke rumah.


__ADS_2