
Aruni mulai bersiap menemui Rudi suami Devi, Digasnya motor beat pink kesayangannya. Sambil terus berdoa sepanjang jalan, berharap yang dilakukannya ini sedikit memberi titik terang. Sampai di Rs, Aruni langsung menuju ruang kantin, dan membuka hp, menulis sebuah pesan
"Aku sudah di kantin"
Sosok laki-laki tinggi sekitar 165 cm , dengan kulit sawo matang menghampiri Aruni,
"Maaf dengan ibu Aruni?"
"Iya betul"
"Silakan duduk", kata Aruni sambil menyilahkan
"Mau pesan apa?"
"Es teh saja bu"
"Baik, silahkan pak Rudi yang mulai duluan"
"Jadi begini bu, memang akhir-akhir ini istri saya Devi mulai berubah, sering mengurung diri dikamar sendirian, setiap kali saya ajak keluar tidak mau, lha puncaknya kemaren malam dia menangis bercerita kalo menyukai suami ibu.
Saya cukup kaget mendengar cerita itu, oh ya dia juga punya buku ini dari suami ibu," Rudi menjelaskan kemudian menyerahkan sebuah buku kepada Aruni.
"Owh ini, jadi pengen beragama yang benar, hmmm...saya mohon maaf kalau suami saya berperilaku seperti ini, memang sudah lama suami ingin punya istri yang lain, dan baru-baru ini berencana menikah dengan istri Pak Rudi. Katanya menunggu dua tahun lagi setelah bercerai dengan suami."
"Kok bisa seperti itu bu, putra ibu berapa?"
"Saya punya anak dua, klo dari mba Devi sendiri pernah saya tanya katanya karena belum punya momongan sampe saat ini dan ingin suami yang tegas, saya sendiri tidak keberatan kalo memang suami saya ingin menikah dengan istri bapak, tapi saya pasti akan pergi"
"Suami ibu pasti sudah gila, dia pikir gampang punya istri yang lain, apa dia tidak memikirkan anak-anak?. Saya mungkin cuma buruh, tapi saya selalu berusaha mencukupi kebutuhan Devi, pekerjaan rumah dan memasak juga saya yang mengerjakan.
Saya sangat prihatin kepada ibu, tapi saya akan pegang erat Devi saya ga akan nglepasin Dia, saya mencintainya."
__ADS_1
Aruni tak kuasa menahan air matanya, mengingat anak-anak yang masih kecil dan perilaku suaminya.
"Baik pak mungkin cukup itu saja, saya pamit pulang. kapan-kapan akan saya sempatkan untuk bertemu dengan istri bapak, dan akan saya kembalikan buku ini pada suami saya"
Aruni pulang, seperti biasa sudah disambut oleh Hafis dan Raihana. Malam mulai datang, Aruni segera memanggil Andra untuk bicara,
"Mas aku ingin bicara, apa benar kamu pengen nikah sama Devi ?"
Andra sedikit kaget,
"Iya, itu benar!"
"Aku sudah tahu semua, tadi aku ketemu dengan suaminya"
"Ngapain kamu ketemu, kurang kerjaan, aku memang berencana menikahinya setelah bercerai dengan suaminya. mungkin sekitar dua tahun lagi."
"Mas aku minta cerai sekarang,"
"Klo kamu memang pengen cerai sekarang panggil kedua orangtuamu sekarang"
Aruni pun memanggil kedua orangtuanya,
Ayah dan ibu Aruni tidak lama sudah datang,
"Jadi begini pak, saya ingin minta cerai dari Mas Andra karena mas Andra ingin menikah lagi,"
"Apa benar begitu Andra?"
"Iya benar, saya punya hak untuk menikah lagi, saya punya hak untuk punya istri lebih dar satu, dan istri saya seharusnya patuh kepada saya"
"Aruni kamu bagaimana"
__ADS_1
"Kalo mas Andra seperti itu aku minta cerai saja"
"Bapak ga bisa campur tangan masalah ini, bapak cuma bisa memberi nasehat, semua dipikirkan, anak-anak, yang lebih baik seperti apa. Ini semua tergantung Aruni, dan bapak juga tidak akan mendukung siapa-siapa. Silahkan dipikirkan yang terbaik. Setelah memberi nasehat ayah Aruni Pulang, wajahnya tampak sedih
Aruni masih bersikeras dengan keinginannya. Kalau suaminya masih menginginkan untuk menikah lagi, Aruni akan meminta cerai.
Malam mulai larut, Aruni tertidur bersama anak-anak. Andra menyelinap masuk dan langsung membangunkan Aruni, layaknya seorang suami meminta jatah dari istrinya.
Beberapa hari berlalu, hubungan Aruni dan Andra masih cukup tegang. Andra sepertinya berusaha menuruti Aruni untuk tidak menikah lagi, tapi Devi masih saja sering menghubungi Andra dan sering berkata manis, kalau sudah seperti ini Andra pun pasti tetgoda untuk membalas rayuan Devi.
Sebulan berlalu dan ternyata Aruni sadar, dia hamil anak ketiga. Melihat keadaannya ini, dia berniat menemui Devi agar tidak mengganggu suaminya.
Aruni diam-diam, pergi ke kantor Andra, dilihatnya Andra tertidur di meja, dan Devi ada di meja yang lainnya, Aruni membangunkan Andra,
"Mas bangun"
Andra terkejut melihat Aruni sudah ada di depannya.
"Ngapain kamu ke sini"
"Mau nge cek"
Devi terlihat pergi ke ruangan yang lain.
"Itu tadi orangnya, kamu bilang sendiri aja, ayo sambil pulang."
Aruni dan Andra pulang, tak lupa mampir ke ruangan Devi,
"Jadi maaf mba, jangan ganggu suami saya lagi, mbak Devi sendiri sudah punya suami, jadi tidak sepantasnya seperti itu."
Mendengar ceramah Aruni, Devi hanya manggut-manggut mengiyakan.
__ADS_1