
Permintaan Andra yang tak masuk akal untuk mempunyai dua istri, membuat Aruni mempunyai ide untuk membatalkan pernikahan. Namun Andra kemudian tetap memilih Aruni saja sebagai istrinya.
"Aku akan nikah kalo lulus, kalo ga lulus aku gamau nikah," kata Aruni pada Andra
Andra mengiyakan persyaratan Aruni.
Pengumuman kelususan telah tiba dan Aruni dinyatakan lulus, itu berarti dia bersedia untuk menikah secepatnya.
Aruni mulai membulatkan tekad menikah untuk menjaga diri agar tidak jatuh dalam lubang dosa.
Semua persiapan pernikahan dari keluarga Andra, Aruni yang mengurusnya. Karena kondisi ibu Andra yang tidak memungkinkan. Selain jauh, calon mertua Aruni ini tidak paham bagaimana harus menyiapkan pernikahan layaknya orangtua dari pengantin laki-laki.
Tiba sudah waktu pernikahan, Walaupun waktu itu Aruni masih berharap ada yg membawanya lari dan pergi dari pernikahan itu.
Tamu undangan ramai memenuhi rumah orangtua Aruni. Halaman yang luas telah disulap menjadi ruangan luas bak gedung pertemuan dengan hiasan bunga di setiap pojok ruang. Aruni sengaja berdandan sendiri, dengan gaun dan make up natural, Pernikahan berjalan cukup lancar, bahkan Mba Nia kakak Rasyid juga hadir dalam pernikahan itu.
Selesai acara pernikahan Aruni membersihkan diri dan memeriksa ponselnya. Banyak pesan masuk ke ponsel Aruni. Salah satunya sebuah pesan dari Rasyid;
"Aruni, selamat menikah"
__ADS_1
Entah kenapa ucapan itu begitu kaku, seolah ada kata yang tak sempat terucap.
Ada juga teman yang saat itu menyempatkan telfon untuk mengucapkan selamat kepada Aruni. Salah satunya adalah Roni, teman Aruni yang tinggal di Jakarta,
"Aruni selamat ya atas pernikahanmu, smoga bahagia", Roni menyempatkan menelfon dan sedikit berbincang.
Roni ini adalah teman masa kecil Aruni
Mendengar istrinya menerima telfon dari seorang laki-laki Andra memperlihatkan raut wajah tak menyenangkan,
Aruni menutup telfon, Andra segera memanggil Aruni,
"Aruni siapa orang itu"
"Temen yang mana !! ", Andra agak sedikit berteriak.
Andra memang belum pernah bertemu dengan Roni. Mulai terlihat sifat Andra yang arogan, Andra marah dan mengintrogasi Aruni, hampir-hampir kepala Aruni terbentur tembok, karena perilaku Andra yang terkesan keras saat menanyakan perihal teman Aruni ini.
"Dia temenku sejak aku masih di bangku sekolah dasar sekarang di Jakarta, kalo tidak percaya tanyakan saja pada Ayahku, Ayah tahu. Kami teman, dan tidak lebih dari itu",Dengan isak tangis Aruni menjelaskan hubungannya dengan Roni.
__ADS_1
Baru setelah dijelaskan oleh ayah Andra berhenti marah pada Aruni. Andra ternyata laki-laki yang pencemburu. Peristiwa itu membuat Andra menyita ponsel Aruni dan menghapus semua kontak yang berinisial laki-laki. Tak hanya itu saja kontak perempuan juga beberapa ada yang dihapus.
Aruni tak kuasa menghadapi perilaku Andra yang begitu pencemburu. Aruni hanya bisa patuh dan bersedih karena perlakuan Andra. Berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Dalam perjalanannya menjadi seorang istri di tahun pertama cukuplah sulit.
Belajar untuk hidup dengan orang yang tak dikenalnya, atau mungkin karena dalam hati Aruni masih ada perasaan terpaksa.
Setelah menikah Aruni dan Andra tinggal bersama orangtua dan keluarga kakak laki-laki-lakinya. Mas Wawan namanya
Aruni mendapat bagian satu kamar yang berhadapan dengan kamar wawan. Wawan ini adalah seorang polisi dan perokok berat.
Pada awalnya semua berjalan normal, dan biasa-biasa saja. Tapi konflik dengan mas Wawan mulai terlihat. Andra tak suka orang yang merokok, melihat wawan yang merokok tiba-tiba terdengar percekcokan kecil antara Wawan dan Andra,
"Tidak tahu diri merokok di dalam rumah", Andra berkata dengan suara keras
Mendengar omongan Andra, Wawan menjawab dengan nada keras juga;
"Seenaknya saja ngomong, cuma bisa numpang"
__ADS_1
Mendengar kakak dan suaminya bertengkar lagi-lagi Aruni hanya bisa menangis dan bersedih.
Aruni dan keluarga kakaknya mulai saling mendiamkan, tak ada senyum sapa diantara mereka.