Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Ayah Sakit


__ADS_3

Pesan yang dikirimkan Andra rupa-rupanya masih sedikit terbesit dalam pikiran Aruni,


"Maksudnya apa ya kata- kata itu", diingat kembali tulisan pesan di ponselnya :


"Aku tahu rizkiku tak akan diambil orang,


karenanya hatiku tenang


Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain,


maka aku sibukkan diriku untuk beramal


Aku tahu, Allah selalu melihat,


karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat


Aku tahu kematian menantiku,


maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku."


"Hmmm..." Aruni menghela nafas panjang.


Sejak bertemu Andra, Aruni memang merasakan keanehan pada diri Andra.


Andra bukan type orang yang suka bercerita, mungkin laki - laki emang seperti itu.


Aruni menghitung-hitung usia Andra. Kalau dihitung-hitung usia Andra 25 tahun, trus adiknnya ada 7, yang paling kecil masih di bangku sekolah dasar, pastilah jarak kelahirannya cukup singkat, sedikit banyak pasti dalam keluarga itu banyak masalah, apalagi Bapak sudah meninggal.


Aruni tiba-tiba ingat membuka buku psikologi perkembangan, ternyata sibling pada anak sangat berpengaruh pada karakter anak.


Anak-anak yang berperilaku tidak bertanggungjawab biasanya juga dipengaruhi oleh kondisi keluarga mereka.

__ADS_1


Kalau dilihat dari crita Andra atau ketika Ibunya telfon, Ibu cukup over protektif. Andra seperti anak mami.


"Ya..sudahlah, bukan urusanku lagi, kata Aruni dalam hati.


Aruni memang suka melihat dan memperhatikan karakter orang.


***


Bulan ini Aruni mulai praktik klinik, dilihatnya jadwal praktik, dua minggu pertama di Rumah Sakit Kota, dua minggu kedua di Bidan Praktek,


"Hmm ..Alhamdulillah tidak terlalu jauh"


Di tengah-tengah jadwal praktek yang padat, Ayah Aruni mengalami kecelakaan, kakinya sakit. Walaupun tidak patah namun harus menjalani perawatan dan istirahat total.


Ibu Aruni sengaja tak memberi kabar. Takut Aruni khawatir dan meninggalkan tugas prakteknya. Sampai suatu hari ada seorang teman yang memberitahu,


"Aruni aku kemaren lihat ibumu di rumah sakit, katanya ayahmu sakit" kata Risna teman sekelas Aruni.


"Hah apa Ris..Ayahku sakit...dimana? Kenapa?" Aruni terkejut.


Seketika itu juga Aruni bergegas ke Rumah Sakit, sepanjang jalan air matanya menetes tak tertahan.


" Ayah...Ibu...kenapa tak memberitahu,.." sesal Aruni dalam hati.


Sepanjang jalan terbayang sosok Ayah yg disayanginya, walaupun sudah besar Aruni masih sering diajak jalan sore keliling kompleks bersama sang ayah.


Tiba di rumah sakit Aruni segera mencari kamar ayahnya, tak ingin terlihat mengeluarkan airmata, Aruni menyeka airmatanya terlebih dahulu.


Diketuknya pintu kamar tempat ayahnya dirawat dan dibuka pelan, tampak ayah bersama ibu terkejut,


"Aruni, tahu darimana?", tanya ibu

__ADS_1


"Lha Ayah kenapa, kok aku ga dikasi tau"


"Kamu kan lagi praktek, nanti malah kepikiran"


"Ibu sama Ayah ini sama.." Aruni agak kesal karena tak diberi kabar


"Nanti Ayahmu sudah boleh pulang" kata ibu menghibur


Mendengar perkataan Ibu, Aruni sedikit terhibur.


Ayah Aruni sudah diijinkan pulang, Aruni dan kedua orangtuanya pulang kerumah.


Aruni yang belum menyelesaikan tugas praktiknya memutuskan untuk pulang ke Yogya.


Dalam perjalanan pulang ada pesan dalam ponsel Aruni:


"Aku di yogya, bisa ketemuan?"


Ternyata Andra mengirim pesan.


pesan itu dibalas oleh Aruni : " Ya bisa "


Bersamaan saat Aruni sampai, Andra datang, mereka berdua masuk ke rumah,


"Aku boleh masuk?" sambil membuka pintu depan


"Ya silahkan". kata Aruni.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel Andra berbunyi, dijawabnya panggilan itu, terdengar suara seorang gadis yang sedang marah


"Andra tak melanjutkan percakapannya dan menutup panggilan seketika"

__ADS_1


Andra yang baru saja datang akhirnya pamit pulang.


Aruni menutup pintu tak bicara sepatah kata pun


__ADS_2