
Aruni yang waktu itu begitu cepat menjawab pertanyaan Andra seolah tak berfikir dulu tidak membuat Andra putus asa. Ketika pamit pulang Andra berkata pada Aruni,
"Aku ga minta jawabanmu sekarang, satu atau dua minggu akan kutanyakan lagi"
***
Dua minggu berlalu, di suatu malam ketika Aruni sedang bersantai menikmati sunyi dan suara jangkrik, ponselnya berbunyi kring...kring...dilihatnya nama Andra dalam layar ponselnya.
Bukannya menjawab panggilan itu, Aruni malah sengaja mengatur nada deringnya silent agar tidak terdengar.
"Sedang tidak menerima panggilan", bisiknya dalam hati.
Tau panggilannya tak dijawab Andra mengulangi beberapa kali bahkan sampai berkali-kali, dan hampir puluhan kali. Sedangkan Aruni dengan sengaja tak ingin menjawab panggilan itu.
Pagi harinya Aruni mengamati pnselnya, ada sekitar 20 panggilan tak terjawab dan pesan berbunyi,
"Aruni maukah kau jadi istriku?"
Aruni lagi-lagi tak menjawab pesan Andra.
Siang hari sepulang kuliah, Aruni melihat Andra sudah ada di depan kampusnya, Andra dengan cepat menghampiri Aruni,
"Aruni, apa jawabanmu?"
"Maaf aku ga bisa" jawab Aruni
__ADS_1
"Tapi kenapa? Aku sudah minta maaf", Andra seolah tak trima
"Ga semua pertanyaan harus di jawab kan", dengan tenang Aruni menjawab pertanyaan Andra.
"Aku akan tanya terus sampai kamu bilang iya". Andra berkata agak memaksa
"Apa yang bikin kamu menyerah bertanya?" Aruni mencoba mencari celah untuk menghindar.
"Kalo kamu udah jadi milik orang", jawab Andra
"Baiklah, minggu depan aku sumpah dokter, ini undangan buat kamu" Andra memberikan sebuah kertas kepada Aruni, dan pergi.
***
Aruni sengaja tidak datang ke acara Sumpah, takut memberi harapan palsu pada Andra. Ketika acara sumpah telah selesai Aruni menulis mengirim pesan untuk Andra :
"Selamat Atas Sumpah dokternya, maaf aku ga bisa datang ."
Andra menjawab pesan itu."Ya thanxx."
Sempat terpikir dalam pikiran Andra, kenapa Aruni tidak datang. Namun Andra tak pernah menyerah, ketika ada kesempatan selalu mencoba menanyakan hal yang sama kepada Aruni
Bodohnya, muncul sebuah ide bodoh di benak Aruni...,
Ya...Andra akan berhenti mengejarnya kalau tahu dia sudah jadi milik orang.
__ADS_1
Sempat terpikir untuk bicara pada Rasyid, tapi itu tak mungkin, karena Rasyid sèdang fokus kuliah, saat ini tak bisa di ganggu.
Aruni kemudian meminta tolong kepada seorang teman bernama Irsyad, Ia teman yang pernah dikenalnya melalui seorang kawan, Irsyad ini paham kalo dirinya hanya dimanfaatkan oleh Aruni untuk menghindari Andra.
Dan bodohnya lagi Irsyad benar-benar menyukai Aruni. Pada suatu hari Irsyad mengantar Aruni ke sebuah tempat praktek di daerah pegunungan di Yogyakarta. Dan meninggalkan Aruni disana.
Waktu itu Aruni tidak bercerita kepada siapapun perihal tempat prakteknya itu kecuali kepada keluarga.
Entah darimana Andra tahu dimana Aruni berada. Sebuah telfon masuk ditempat praktek, telfon rumah tempat Aruni praktek berdering , kriiiing....kriiiiing...
seorang mahasiswa yang lain mengangkat telfon itu.
"Ada telfon untuk Aruni bu", Kata Shila teman Aruni di lahan praktek kepada ibu bidan pemilik tempat praktek.
"Aruni ada telfon untukmu," kata bu bidan.
Diangkatnya telfon itu oleh Aruni, terdengar suara Andra keluar,
"Aruni...aku tanya sekali lagi, mau ga jadi istriku?"
"Aku ga bisa", jawab Aruni
"Baiklah, besok aku kesitu".kata Andra
Aruni kemudian menutup telfon, dan berfikir Andra tak kan datang karena tak tahu tempatnya berada.
__ADS_1