Antara Aku Kenangan Dan Waktu

Antara Aku Kenangan Dan Waktu
Suamiku Ingin Insyaf


__ADS_3

Sore yang dingin, hujan lebat usai mengguyur dari langit. Dedaunan segar sumringah basah oleh air. Aruni seperti biasa sibuk dengan Hafis dan Raihana, menyuapi mereka berdua.


Andra datang dan menyodorkan sebuah buku yang judulnya "Suamiku ingin insyaf",


"Ini ada sesuatu, dibaca kalo sempet", kata Andra


Aruni tak begitu menghiraukannya. Masih sibuk menggendong Hafis dan mengikuti Raihana yang lari kesana kemari.


Selesai menyuapi kedua anaknya, Aruni membuka buku yang diberikan Andra padanya, ya isinya tentang keinginan seorang suami yang ingin insyaf, dan ingin istrinya ikut juga dengan berhijab yang benar dan tidak bergaul dengan sembarang orang.


Dalam hati Aruni berkata," syukurlah kalo emang mau insyaf, semoga benar, jangan sampai agama kau jadikan pembenaran atas perilakumu".


Andra mulai berubah dari yang tadinya sholat molor-molor, sekarang mulai tepat waktu dan selalu di masjid. Mulai rajin ikut pengajian.


Aruni pun mengikuti perubahan Andra, mulai mengenakan baju dan hijab yang lebih lebar.


Belum lama Andra berubah, kabar baik datang. Andra diterima menjadi tenaga kesehatan haji Indonesia wilayah kota.


"Aruni, aku diterima TKHI", sambil tergesa mendekati Aruni.


"Alhamdulillah.., kapan berangkat?"


"Aku brangkat bulan depan, jadi harus mulai siap-siap."


"Ya sudah besok mulai disiapin apa yang harus dibawa".


Waktu pemberangkatan haji telah tiba. Aruni mengingatkan barang apa saja yang harus dibawa. Memastikan tidak ada yang ketinggalan,

__ADS_1


" Sudah dicek semua? baju, makanan, pelaralatan?"


"Sudah semua, tas aku antar duluan ke kementrian agama, nanti tinggal berangkat bawa tas kecil, kata Andra sambil menjinjing koper besar berwarna biru.


Hari berikutnya Aruni mengantarkan Andra berangkat sampai asrama haji,


"Aku pergi dulu," tangan Andra gemetar memegang pundak Aruni. Diciumnya kening Aruni sambil memberikan secarik surat,


"Dibuka dirumah," Andra kemudian pergi.


Aruni pulang bersama sopir pengantar. Sampai dirumah dibukanya surat dari Andra :


Untuk istriku tersayang,


Assalamu'alaikum wr. wb


Semua yang aku tinggalkan untukmu dan anak-anak. Maafkan aku kadang-kadang emang sering eror, tapi niatnya baik.


Jagalah dirimu dan anak-anak, aku mencintaimu.


Wassalamu'alaikum wr. wb


Dua minggu sudah berlalu, Andra telah sampai di tanah suci, setiap pagi disempatkannya menelfon Aruni, menanyakan kabar Aruni dan anak-anak


"Ternyata kalau jauh terasa lebih baik", bisik Aruni dalam hati.


Kepergian Andra sebagai tenaga kesehatan haji ternyata membuat Aruni merasa lebih baik. Jauh dari pertengkaran rumah tangga

__ADS_1


Tiba tanggal 9, waktunya wukuf di Arafah, dini hari Andra sudah menelfon, suaranya terlihat gelisah,


"Aruni kamu pengen apa, nanti tulis di kirim ya"


Aruni mengiyakan.


Beberapa saat kemudian ada pesan masuk dari Andra;


"Aruni hatiku tak tenang, aku takut, katakan sesuatu padaku"


Aruni membalas ;


"Aku harus gimana biar hatimu tenang"


Andra membalas lagi;


"Katakan padaku kau mencintaiku, kau takkan pergi meninggalkanku"


Melihat Andra gelisah dan posisinya jauh ditanah suci, Aruni kemudian menulis sebuah pesan;


"Aku mencintaimu, aku ga akan ninggalin kamu kecuali ada orang lain atau aku harus meninggal karena perdarahan melahirkan anak ketiga".


Membaca pesan Aruni Andra mulai tenang dan membalas pesan Aruni :


"Kamu pengen didoakan apa?"


Aruni menuliskan permohonannya dalam sebuah pesan;

__ADS_1


"Aku ingin keluarga bahagia dengan anak-anak yang sholeh, sholehah dan diberi kemudahan dalam hidupnya serta ditunjukkan jalan yang lurus dalam agamanya".


__ADS_2