
Arin Natalia seorang pelajar yang kini tengah duduk di bangku SMK, saat ini usia nya 16 tahun, berat bada nya 64kg, tinggi nya 145 cm, dia memiliki kehidupan yang biasa saja, sampai sahabat masa kecil nya Satya Wijaya hadir kembali ke dalam kehidupan nya, dan mulai merubah kehidupan nya yang biasa-biasa itu.
Satya Wijaya adalah sahabat masa kecil Arin Natalia, namun saat SMP, Satya Wijaya dan keluarga nya harus pindah ke Amerika Serikat untuk pengobatan nyonya Wijaya atau ibu kandung dari Satya Wijaya.
Kini Arin dan Satya menjadi tetangga dan sekarang Arin sedang membantu Satya memberes kan barang-barang nya,
"Rin,, jangan bengong aja,, kesambet sentan baru tau!,, mending bantuin gua beresin barang-barang!." Tegur Satya kepada Arin yang sedang bengong sambil memegang kotak yang berisi buku-buku milik Satya
"Iya setan nya kamu,, lagian barang-barang mu banyak amat!,, dari tadi gak kelar-kelar!." Keluh Arin
"E'lah pantas aja lu gak punya pacar,, orang males gini!." Ledek Satya
"Sesama jomblo itu di larang saling menjelek kan." Sindir Arin
"Siapa bilang gua jomblo,, orang gua udah punya tunangan!." Ucap Satya dengan santai nya
__ADS_1
°BRUK.° Seketika kotak yang di pegang Arin terjatuh, dan semua buku-buku yang ada di dalam kotak itu jadi berhamburan.
"Aku mau pulang!." Ucap Arin yang langsung berlari keluar rumah Satya
Dunia Arin seketika hancur di tertepa oleh badai yang menghancur kan secerca cahaya harapan yang mulai muncul ketika Satya Wijaya hadir kembali dalam hidup nya,
Sore itu saat Arin berlari hujan mulai turun, seperti nya alam juga mendukung suasana hati Arin saat itu, Arin terus berlari tanpa arah tujuan sampai tiba-tiba ada mobil yang menabrak Arin yang tengah berlari di jalan tanpa melihat situasi, — Ya saat Arin berlari dia bahkan tidak melihat bahwa lampu lalu lintas sudah berwana merah.
Saat mobil itu menabrak Arin terlintas ucapan Satya yang mengata kan bahwa ia sudah memiliki tunangan,
Mungkin ini yang terbaik agar aku tidak merasakan rasa sakit ini lagi. Pikir Arin
Beberapa jam kemudian
Arin merasa seperti dia sedang berjalan namun hanya ada kegelapan, kemana pun dia melangkah kan kaki nya, hanya gelap yang dapat ia temui,
__ADS_1
Di tengah kegelapan itu samar-samar Arin mendengar ada suara yang asing sedang mengkhawatir kan nya.
Setelah mendengar suara asing itu ada sedikit cahaya yang muncul, Arin berlari ke arah cahaya itu.
"Pak Dulah cepat panggil dokter,, seperti nya tadi aku melihat jari gadis ini bergerak,, mungkin saja dia akan segera sadar."
"Baik tuan muda."
Arin mulai membuka mata nya secara perlahan, nampak ada seorang cowo yang sedang melirik Arin.
"Untung saja nona ini tidak terluka terlalu parah jadi besok sudah boleh pulang." Ucap seorang laki-laki tinggi yang berpakaian bak seorang dokter
"Dok saya sudah tidak apa-apa,, jadi saya boleh pulang hari ini kan?." Tanya Arin karena ia takut jika mama nya akan khawatir bila Arin tidak segera pulang.
"Sudah kamu gak usah bandel,, dengar apa kata dokter!,, besok aku akan mengantar mu pulang,, dan jika kamu masih bandel jangan salah kan aku jika melakukan sesuatu ke pada mu!." Ancam cowo yang sedang berdiri di samping Arin
__ADS_1