
Satya dan Arka mendapat kan poin pelanggaran karena mereka bolos saat pelajaran sejarah — ya mereka bolos karena menemani Arin di UKS,
Untuk menghilang kan poin itu, setelah pulang sekolah mereka harus membersih kan toilet murid laki-laki,
"Rin lu pulang naik apa?,, sama siapa?." Tanya Satya
"Sama orang yang aku sayang." Ucap Arin dengan senyum sumringah nya dan langsung berdiri dari kursi nya dan mulai melangkah meninggal kan ke dua teman nya yang masih duduk di kursi mereka
Satya dan Arka yang sedang duduk di kursi belakang meja Arin, langsung saling pandang — setelah Arka pindah guru agama islam memindah tempat duduk Satya, yang tadi nya Satya duduk dengan Arin sekarang dia harus duduk dengan Arka, sempat terjadi ke penolakan dari Satya, namun guru selalu menang dari murid,
Arka dan Satya mereka yang penasaran siapa sebenar nya orang yang Arin sayang langsung saling pandang, karena seingat Satya, Arin hanya punya mereka dan Nadin sebagai sahabat nya,
Namun Nadin pasti nya bukan orang yang Arin maksud karena Nadin dari istirahat ke dua sudah pergi,
__ADS_1
Ya sebagai wakil ketua osis Nadin pergi bersama beberapa anggota osis lain nya untuk meninjau lokasi yang akan di gunakan untuk merayakan ulang tahun sekolah yang ke 22 tahun
"Aku pulang duluan ya,, mau nyantai di depan televisi sambil ngemil,,
Semangat ya buat ngebersihin nereka,, hahaha." Ucap Arin dengan riang nya memanas-manasi ke dua teman nya itu sambil melambai kan tangan nya ke arah mereka berdua
"Aaarriiin." Teriak Satya dan Arka yang kesal dengan Arin
.
.
.
__ADS_1
Kira-kira tiga puluh langkah dari kelas nya, ia melihat ada seorang gadis cantik dengan rambut panjang nya yang terurai tengah asyik bersandar ke dinding sambil memain kan hp nya,
Arin mendekati gadis itu perlahan, dan °DOR° Arin mengaget kan gadis itu, untung saja hp yang sedang di pegang gadis itu tidak jatuh ke lantai, jika iya entah bagai mana nasib Arin setelah mendapat amukan dari gadis itu,
Gadis itu tidak lain adalah orang yang Arin maksud di pembicaraan nya dengan Satya dan Arka tadi,
Meski pun hp gadia itu tidak jatuh tapi dari raut wajah nya nampak dia sedang kesal, Arin dapat menduga bahwa kekesalan gadis itu pasti karena dua hal, yang pertama pasti karena ia meminta nya secara mendadak untuk pulang bersama dan yang ke dua pastin nya karena dia tadi sudah mengaget kan gadis itu.
"Emm,, ma~maaf kak." Ucap Arin dengan raut wajah yang pura-pura bersalah padahal dia senang bisa mengerjai gadis itu
"Udah gak usah bohong,, kamu tiba-tiba ngeline karena gak ada temen pulang dan karena paman mu kan." Tiba-tiba wajah gadis itu berubah, namun ekspresi nya kali ini menunjuk kan kalau dia sedang galau
"Tepat sekali,, tapi kita ngomong nya di mobil aja ya,, yuk kaka ke mobil." Ucap Arin
__ADS_1
Dalam benak gadia itu mengumpat kasar, karena mobil yang di maksud Arin adalah mobil gadis itu dan bukan hanya itu alasan gadis itu mengumpat kasar, tapi memang karena sore itu Arin sudah berulang kali membuat nya marah.