
Hari ini di sekolah SMK Melati, Nadin terlihat sangat bahagia, alasan dari ke bahagia nya itu, tak lain karena dia mendengar kabar bahwa Arin sedang di rawat di rumah sakit dan selama beberapa hari tidak akan masuk sekolah.
Ya karena tubuh Arin masih lemah akibat siksaan yang ia terima dari Rey, dokter mengusul kan agar Arin di rawat inap, untuk pemulihan stamina tubuh nya,
________________________________________
Note :
Stamina adalah kekuatan dan energi fisik seseorang yang memungkin kan dia dapat bertahan dalam bekerja atau dalam kesehatan tubuh; daya tahan.
Stamina adalah kemampuan daya tahan lama organisasi manusia untuk melawan kelelahan dalam batas waktu tertentu, dimana aktivitas di lakukan dengan intensitas tinggi (tempo tinggi, frekuensi tinggi, dan selalu menggunakan power).
________________________________________
Satya, Arka dan Fuji sebenar nya ingin menemani Arin, namun Arin melarang, karena mereka harus sekolah,
__ADS_1
Tapi mereka sempat menolak, mereka masih tetap ingin menemani Arin, karena takut sesuatu akan terjadi lagi bila mereka tak bersama Arin,
Arin tak habis akal ia tetap memaksa, ia mengancam bila mereka bolos karena merawat diri nya, maka Arin akan mogok makan juga tidak akan meminum obat-obat nya,
Mendengar ancaman Arin itu mereka dengan terpaksa tetap bersekolah, namun Satya dan Arka menyewa beberapa pelayan dan juga bodyguard untuk merawat dan menjaga Arin selama mereka belum kembali.
Hari ini turun hujan, Arin yang tengah bosan menatap ke luar jendela kamar tempat ia di rawat, mata indah nya mendapati ada beberapa anak-anak kecil yang tengah asyik bermain di bawah hujan, melihat anak-anak itu Arin jadi bernostalgia,
Ia mengingat kenangan manis saat Arin dan Satya masih kecil, dulu mereka juga sering bermain di bawah hujan seperti anak-anak kecil itu, namun jika orang tua mereka tau maka mereka akan di hukum, tapi setelah mendapat hukuman buka nya mereka menyesal malah mereka akan berbuat ulah lagi, entah itu mencoret-coret dinding atau mengganggu Ana sehingga dia sering manangis karena ulah kaka dan sahabat nya itu -- Ya dulu Ana sering menjadi target Satya dan Arin saat bermain perang-perangan.
Tanpa sadar saat Arin bernostalgia ia menjadi senyum-senyim sendiri namun saat ia mengingat bahwa Satya kini sudah memiliki tunangan dan itu bukan lah diri nya, ia menunduk kan kepala nya sembari mengacak-acak rambut nya sendiri karena kesal.
Seketika mata Arin terbelalak mendengar perkataan itu, ia langsung mendongakan kepala nya dan membuka jendela untuk mencari tau asal suara itu -- Ya Arin kini sedang di rawat di kawar VIP kelas I terletak di lantai 3 rumah sakit itu, karena itu ia tersinggung mendengar suara yang entah milik siapa,
Arin menjulurkan kepala nya keluar jendela untuk mencari sumber suara itu, ia toleh kan kepala nya ke arah kanan jendela kamar tempat ia di rawat,
__ADS_1
Betapa terkejut nya Arin saat mendapati ada seorang cowo dengan pakaian rawat inap nya bak seorang pasien tengah duduk santai di dahan pohon yang terletak di samping jendela kamar Arin, sembari memakan pisang yang ia pegang di tangan nya, saat Arin melihat nya, cowo itu hanya tersenyum sambil melambai kan tangan nya.
"Hey,, kamu siapa?,, cepat turun bahaya tau." Ucap Arin sembari memperingat kan cowo itu
"Oh,, hay cewe gila dari kamar VIP kelas I,, tenang gua udah biasa kok." Ucap cowo itu dengan santai
Kesan pertama Arin terhadap cowo itu adalah Menyebal kan
"Cewe gila?,, kamu kali yang gila!." Timpal Arin yang sudah mulai kesal
"Gua gak kaya lo yang senyum-senyum sendiri terus tiba-tiba marah gak jelas,, baru tempe gua kalo ni rumah sakit menyedia kan kamar VIP kelas I buat orgil kaya lo." ejek cowo aneh itu
Arin makin kesal, ia membalas ejekan dari cowo aneh itu "Aku juga baru tau kalo ada monyet yang bisa pake baju pasien."
Tiba-tiba saja cowo itu membuka dua kancing baju pasien nya, spontan Arin menutup mata nya sambil berteriak " "DASAR CABUL,, MONYET MESUM,, GILA,, NGAPAIN KAMU!?."
__ADS_1
"Hahahaha (tertawa terbahak-bahak),, kamu mikir apa sih...
Belum sempat cowo itu menyelesai kan ucapan nya, tiba-tiba ada bodyguard yang mendatangi Arin karena mendengar teriakan Arin, secepat kilat cowo itu menghilang karena menyadari kehadiran bodyguard itu.