Apakah Aku Salah

Apakah Aku Salah
#33


__ADS_3

Arin masih menangis tersedu-sedu, namun tiba-tiba saja dia berhenti menangis dan dari ekspresinya menunjukan bahwa dia tak takut lagi dengan mereka,


"Ke~kanapa kamu berhenti menangis!." Tanya Rey yang bingung dan kesal


Arin tidak menjawab dia hanya tersenyum, melihat senyum Arin itu Rey semakin murka,


°PLAK° Tamparan Rey berhasil mendarat di pipi Arin


"Apakah sekarang ini kamu sudah gila!!." Ucap Ray


"Hahaha,, kalian lah yang akan gila,, karena Satya akan segera menyelamatkan ku!." Timpal Arin dengan suara tawanya yang memenuhi ruangan itu


"Apa!,, menyelamatkan mu,, haha,, jangan bermimpi!!,,


Siapa pun tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu!!,,


Gudang ini sangat terpencil,, karena terletak di tengah hutan XX,, sebelum nya gudang ini di pakai oleh King si psikopat desa ini untuk menyimpan para korbannya,, jadi kau juga akan mengalami nasib yang sama dengan para korban itu!,,


Kamu akan mati membusuk di sini!!,, tak akan ada yang bisa menyelamatkan mu,, hahahahaha." Ancam Rey dengan aura membunuh,

__ADS_1


Tapi Arin tak menggubris ancaman itu, ia masih tetap tertawa, bahkan tawanya semakin lantang lagi setelah mendengar ancaman Rey itu,


Rey yang merasa murka kembali menyiksa Arin, tapi kali ini Arin mendapatkan siksaan yang lebih parah dari sebelumnya,


Melihat itu sebenarnya ada yang merasa tidak enak dengan Arin, tapi ia juga tidak berani melawan Rey, karena dari dulu Rey itu di kenal sebagi preman jalanan yang sadis,


.


.


.


Namun rencananya untuk mengambil smartphone itu hampir saja gagal karena komplotan Rey memasuki ruang itu, jadi Arin terpaksa mengeluarkan tanganya dari saku celananya dan berpura-pura bahwa ia masih dalam kondisi pingsan,


Dan saat mereka tengah asyik sendiri tak memperhatikan Arin,


tangan Arin kembali berusaha mengambil smartphone yang ada di sakunya itu, butuh waktu yang cukup lama memang untuknya bisa mengambil smartphone miliknya itu,


Namun dengan usaha yang gigih darinya akhinya ia berhasil mendapatkan smartphone miliknya itu, setelah mendapatkan nya jari jemari Arin langsung berusaha menekan tombol telpon darurat -- yah nomor yang ada di telpon darurat itu pastinya milik Satya,

__ADS_1


Setelah Arin merasakan getaran dari smartphone nya itu, yang menandakan bahwa dia sudah terhubung dengan Satya, maka ia memberanikan diri untuk memancing Rey atau salah seorang dari komplotan penculik itu untuk memberi tau lokasi tempat Arin di sekap,


Dan yah benar saja, Rey masuk ke dalam jebakan Arin dan memberi tau kan lokasi tempat Arin di sekap.


Tak berselang lama, tiba-tiba dari luar terdengar suara kegaduhan seperti ada yang sedang berkelahi,


Arin menggunakan seluruh tenaganya untuk tertawa dan berkata "Kak,, apakah kau dengar suara gaduh itu!,, sepertinya Satya berhasil menemukan lokasi ini dan mengalahkan teman-teman mu yang sedang berjaga di depan,, hahaha"


°PALK° Lagi-lagi tamparan dari Rey berhasil mendarat di pipi Arin,


"DIAM!." Teriak Rey yang takut


°BLAM° suara pintu gudang yang di banting


"Yo,, maaf Rin Kami telat,, tapi yang datang bukan hanya Satya loh." Ucap Fuji


Arin yang melihat kedatangan para sahabatnya itu tersenyum lepas, namun karena dia sedari tadi sudah menghabiskan sisa tenaganya untuk tertawa dan melawan Rey,


Kini tubuh nya mulai melemah dan kesadarannya mulai hilang, sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya ia melihat para sahabatnya itu yang tengah berkelahi dengan hebat untuk menyelamatkan nya.

__ADS_1


__ADS_2