Apakah Aku Salah

Apakah Aku Salah
#34


__ADS_3

Arin mulai membuka mata nya secara perlahan, yang terlihat pertama kali oleh mata indah nya adalah palfon putih, ia melirik sedikit ke arah atas nampak Panel Oksigen dan vakum yang biasa nya menempel di dinding bagian kepala dari bed tempat tidur pasien.


__________________________________________


Note :


Panel Oksigen merupakan alat tambahan yang biasa nya sudah tersedia dan menempel di dinding bagian kepala dari bed tempat tidur pasien.


Apabila tidak tersedia panel tersebut, jika ada pasien yang membutuhkan tambahan oksigen, biasa nya di datang kan khusus memakai tabung oksigen yang mobile.


Untuk memakai panel oksigen yang sudah terpasang atau pun yang tabung oksigen di perlukan selang oksigen.


Dari panel oksigen atau tabung oksigen di perlukan botol khusus oksigen yang di isi air atau cairan untuk menentukan kelembaban udara yang di hirup melalui selang tersebut.


Di samping itu botol khusus tersebut juga untuk mengatur keluar nya oksigen.


Kapan pasien perlu di bantu alat pernafasan atau tambahan oksigen? jawab nya yakni bila pasien sesak nafas atau kalau melalui alat ukur, bila kandungan oksigen di dalam darah kurang dari angka 95.


__________________________________________


.


.


.

__ADS_1


Arin menduga bahwa kini ia sedang berada di kamar rumah sakit,


Fuji yang sadar bahwa Arin sudah bangun, segera menekan tombol di Call Nures -- Yah sebelum nya Dokter berkata jika Arin sudah sadar harus memanggil perawat untuk mengecek kondisi Arin.


.


.


.


__________________________________________


Note :


Bila panel oksigen sifat nya optional maka alat panggil perawat biasa nya selalu tersedia untuk tiap-tiap pasien rawat inap.


Apa bila dulu hanya berupa tombol panggil, saat ini sudah alat panggil bisa untuk percakapan, sehingga perawat tidak mondar-mandir.


Fungsi alat ini bisa bolak balik, mengingat terdapat speaker pada alat tersebut di samping juga mic, sehingga suara perawat ketika menjawab atau membalas tanda dari pasien dapat terdengar dengan jelas.


Pasien dan atau penunggu pasien dapat memanfaat kan alat panggil tersebut tanpa harus mondar-mandir atau berjalan ke tempat ruang jaga perawat.


__________________________________________


Beberapa saat kemudian perawat datang dan memeriksa kondisi Arin,

__ADS_1


Kemudian perawat sudah selesai memeriksa kondisi Arin, perawat mencatat perkembangan kondisi Arin setelah itu, perawat meninggal kan kamar Arin.


"Rin,, gimana kondisi lo?." Tanya Fuji


"Hmm,, sudah lebih baik lah (Menampak kan senyum indah nya),, oh iya,, di mana Satya dan Arka?." Tanya Arin


"Eciee,, nyari in para pangera nya,, terus gue di abai kan gitu?,, kehadiran gua gak berarti buat lo!." Gerutu Fuji


"Ululu,, jangan ngabek,, kalian semua berarti buat ku,, aku tanya soal nya mereka gak ada di sini,, masa iya aku nyanya di mana kamu Fuji,, padahal kan kamu ada di depan mata ku." Ucap Arin


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki -- Ya langkah kaki itu milik Satya dan Arka,


"Kita di sini Rin." Ucap Satya dan Arka secara bersamaan


Arin terkejut melihat tangan Satya yang di perban, "Sa~Satya,, tangan mu kenapa?." Tanya Arin


"Itu pas Satya mau nyelamatin lo,, Rey langsung melukai tangan Satya." Jelas Fuji


"E~eh,, karana aku kamu jadi terluka,, maaf ya Satya." Ucap Arin


"Halah,, cuma luka kecil kaya gitu aja kok Rin,, dia nya aja yang lebay." Ledek Arka


Tapi Fuji, Arin, dan Satya tak menggubris Arka karena mereka tau kalau mereka meladeni Arka, maka akan ada keributan dan akan mengganggu pasien yang lain.


"Lu gak gak salah apa-apa kali Rin,, jadi gak perlu minta maaf lah,, kek ama siapa aja." Ucap Satya

__ADS_1


__ADS_2