Apakah Aku Salah

Apakah Aku Salah
#31


__ADS_3

Nadin sangat kesal kepada Arin, karena sekarang Arin memiliki banyak teman yang mendukungnya.


"Din,, liat deh Arin sekarang makin songong,, kenapa sih kamu diem aja beberapa hari ini?,, kenapa gak buat perhitungan sama cewe murahan itu?." keluh salah satu anggota geng anti badai


"Berapa hari ini aku diam karena lagi nyiapin kejutan besar untuk si cabe(Arin) itu." jawab Nadin sambil menyeringai jahat


.


.


.


*Pulang sekolah*


Nadin tengah duduk di salah satu kafe yang terletak tidak jauh dari area SMK Melati, nampak Nadin sedang asyik memainkan hp nya, tiba-tiba saja ada orang yang memeluknya dari belakang,


Mata Nadin terbelalak karena terkejut, kemudian Nadin membuka kamera hp nya dan berusaha untuk melihat siapa yang sedang memeluknya dirinya dari balik kamera hpnya, ternyata yang sedang memeluknya adalah orang yang sedari tadi di tunggu-tunggu oleh Nadin,


"Emm,, kak jangan peluk Nadin ya,, nanti kalo Arin liat bisa bahaya buat Nadin." ucap Nadin dengan nada sendu dan dari wajahnya nampak seperti dia sangat ketakutan,

__ADS_1


Yah karena Nadin itu drama queen jadi mudah baginya untuk menampakkan berbagai ekspresi dan membuat orang lain percaya padanya.


"Arin lagi,, dulu kamu nolak aku karena dia juga kan,, sekarang setelah sekian lama kita gak ketemu,, aku cuma mau meluk kamu,, tapi aku di tolak lagi,, dan lagi-lagi karena Arin." melepaskan pelukannya dengan kesal


Mendengar itu lagi-lagi Nadin langsung mengeluarkan bakatnya sebagai drma queen, dengan mengeluarkan air mata palsunya dan bertingkah seolah-olah Arin telah menyiksanya sampai membuat dia tak berdaya,


"Huhuhuuuu,, ma~maaf kak,, Nadin gak bisa ngelawan Arin,, karena Nadin takut sama Arin,, Nadin harus menolak semua orang yang menyatakan cintanya kepada Nadin termasuk menolak kaka,, huhuhuuuu,, maaf kak,, maaf." kata-kata bohong ke luar dari mulut Nadin dan yah air mata palsunya itu mendukung kebohongannya


"Jangan menangis lagi Nadin,, liat aja,, aku bakal balas dendam untuk penderitaan yang kamu rasain karena dia." ujar cowo yang ada di hadapan Nadin itu


"Ja~jangan kak,, jangan sakiti Arin." lagi-lagi berbohong sambil menampilkan wajah memelas dan tetap mengeluarkan air mata palsunya itu


Melihat cowo itu sudah pergi dari kafe, Nadin langsung mengusap air matanya dan menyeringai jahat, dalam hati dia berkata Hahaha semua berjalan sesuai dengan rencana ku, bom waktu ini akan meledak sebentar lagi, tunggu lah kejutan ku Rin,, tapi sejujurnya aku juga penasaran,, apa yang akan di lakukan bom waktu ini pada mu Rin.


.


.


.

__ADS_1


*Malam harinya*


Arin sedang berjalan seorang diri menuju ke supermarket, tapi di tengah jalan tiba-tiba ada tangan yang membungkam Arin dengan saput tangan yang telah di berikan obat tidur, Arin ingin memberontak tapi tenaganya tak sebanding dengan tenaga orang yang membungkam nya itu,


Arin tidak tau siapa yang membungkamnya, dan akan di bawa kemana dia, atau apa yang akan di lakukan oleh orang yang membungkamnya itu terhadap dirinya, ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam benaknya saat orang itu secara tiba-tiba membungkam Arin, namun ia tidak berhasil menemukan jawabanya karena obat tidur itu bereaksi lebih cepat, dan membuat Arin kehilangan kesadarannya.


______________________________________


**Minal Aidin Wal Faizin


Taqabbalallahu minnaa wa minkum


Mohon maaf lahir dan batin


Selamat hari raya Idulfitri 1 Syawal 1441H 🥳


Salam hangat dari author Apakah aku salah?😘


Jangan bosen-bosen buat dukung karya ini ya😉**

__ADS_1


______________________________________


__ADS_2