
Saat pulang sekolah Satya ingin mengajak Arin untuk pulang bareng, tapi lagi-lagi Arin menolak dengan alasan hari ini jadwal nya untuk piket perpustakaan, karena Arin sering ke perpustakaan dan meminjam buku, Arin menjadi anggota perpustakaan, dan setiap anggota perpustakaan akan mendapat kan giliran untuk piket membersih kan dan merapikan ruang perpustakaan.
Kini Arin dan tiga teman sesama anggota perpustakaan tengah sibuk membersih kan perpustakaan tapi ada yang membuat Arin kesal, yang membuat Arin kesal karena Satya juga ikut membantu Arin bersih-bersih, padahal ia ingin menghindari Satya sampai ia bisa mengubur dalam-dalam perasaan yang ia simpan selama ini untuk Satya.
Setelah satu jam akhir nya mereka berlima berhasil membersih kan dan merapikan perpustakaan dengan sangat baik, ketika ke tiga teman sesama anggota perpustakaan sudah meninggal perpustakaan, tersisa Satya dan Arin di ruangan yang sepi dengan suasana awkward.
Tak mau berlama-lama berduaan dengan Satya, Arin langsung mengabil tas nya dan saat Arin membalik kan badan nya, ternyata Satya ada di belakang nya, membuat badan Arin menabrak badan Satya,
Arin yang hampir terjatuh kerena menabrak badan Satya langsung di tangkap oleh Satya, memang Arin tidak jadi jatuh tapi kini Arin berada dalam pelukan Satya dan badan nya dengan badan Satya begitu dekat, membuat jatung mereka berdegup kencang dan tidak beraturan, awal nya Arin khawatir jika Satya mendengar degup jantung nya yang sangat kencang itu, tapi tangan Arin mersakan kalau ternyata jantung Satya juga berdegup sangat kencang.
__ADS_1
Satya langsung memandang wajah Arin yang sudah memerah sepeti kepiting rebus dan bertanya "Lu gak papa kah?."
Arin yang malu tidak bisa menjawab dia hanya mengguk kan kepala nya.
Suana makin awkward, kini Arin dan Satya sudah berdiri agak berjak karena masing-masing tidak ingin kalau degup jatung nya terus berdetak dengan kencang dan tidak beraturan.
Setelah sedikit bisa mengontrol detak jantung nya, Arin langsung berjalan dengan cepat untuk meninggal Satya, tapi Satya bisa menyusul Arin dan kini mereka berdua sedang jalan berdampingan untung saja sudah tidak ada murid lain, jika ada mungkin mereka tidak akan tau harus berekspresi seperti apa.
"Gak." Penolakan lagi yang di dapat Satya
__ADS_1
Satya yang tidak menghirau kan penolakan Arin langsung menggenggam erat tangan Arin sambil menarik nya menuju motor Satya yang masih terparkir di tempat parkir sekolah.
Kini Arin sedang duduk kesal di motor Satya, namun aneh nya motor Satya melaju ke arah yang berlawanan dengan arah rumah mereka,
"Ki~kita mau kemana?,, seharus nya kalau mau pulang kan belok sebelah kiri kenapa masih lurus aja?." Tanya Arin yang kebingungan juga ketakutan
"Tenang aja,, gua cuma mau bawa lu ke seuatu tempat yang indah supaya lu mau maafin gua." Jelas Satya
"Maafin buat apa,, a~aku gak marah kok sama kamu,, jadi kita pulang aja ya,, ini udah mau senja." Bujuk Arin
__ADS_1
"Tadi gua udah izin kok sama nyokap lu,, dan emang yang mau gua tunjukin ke lu itu senja di pantai." Ucap Satya