Apakah Aku Salah

Apakah Aku Salah
#43


__ADS_3

Untung nya Satya dan Arin hanya mendorong motor sejauh 3 meter, setelah mereka mendapat kan bensi mereka kembali melanjut kan perjalan pulang ke rumah, sesampai nya di depan rumah Satya, Arin melihat ada mobil yang terparkir di depan rumah nya.


Arin berjalan menuju rumah nya, terlihat pintu rumah nya yang terbuka, Arin langsung masuk dan nampak mama nya sedang menangis di pelukan seorang laki-laki.


"Ma~mama,, a~apa semua ini?!." Tanya Arin yang kebingungan


Tiba-tiba ada seorang cowok yang memeluk nya sambil berkata "Adik ku", sontak Arin yang terkejut dan kebingungan berusaha mendorong tubuh cowok itu.


Mama Arin langsung mengusap air mata nya dan menyuruh Arin untuk duduk bersama mereka.

__ADS_1


"Sayang,, mereka adalah papah dan kaka mu." Ucap mama Arin yang berhasil membuat Arin makin kebingungan, dia seperti orang bodoh yang tidak tau apa yang sebenar nya terjadi dengan keluarga nya.


"Mama mau nikah lagi." Jawab Arin dengan candaan


"Arin mama serius mereka papah dan kaka mu,, sebenar nya mas Christopher adalah suami kedua mama,, kamu adalah anak mas William dan Ana adalah anak mas Christopher." Jelas mama Arin dengan serius, tapi Arin masih menganggap mama nya sedang mengerjai dia.


Melihat raut wajah Arin yang masih tidak percaya, mama nya mulai menjelas kan dan memberi kan bukti-bukti yang selama ini dia simpan rapat-rapat dari Arin dan Ana.


Melihat ibu dari anak-anak nya itu tidak sanggup menceritakan kejadian masa lalu, tuan William melanjut kan ucapan mama nya Arin, "Saat mama mu mengandung kamu dan kaka mu,, nenek kalian datang dan mengancam jika aku tidak meninggal kan ibu mu dia akan membuat ibu mu menderita,, ketika ibu mu sudah melahirkan,, nenek kalian memisah kan kami,, aku yang tak berdaya saat itu hanya bisa pasrah dan meninggal kan ib... "

__ADS_1


Belum selesai tuan William menjelas kan Arin langsung berteriak dan memotong penjelasan tuan William.


"CUKUP!!,, CUKUP,, aku tidak ingin dengar lagi,, ini semua bohong kan,, Ana bilang,, kamu sama mama cuma ngeprank aku!!,, iya kan!?." Arin benar-benar terpukul ia masih menganggap bahwa mereka semua tengah membohongi nya.


"Arin,, di sini sudah ada semua bukti,, foto pernikahan mama dan papah,, foto kebersamaan mereka ketika mama mengandung kita,, hasil tes DNA kita,, buku nikah mereka,, dan semua berkas-berkas..."


Lagi-lagi Arin berteriak, kali ini teriakan nya berhasil menghentikan ucapan cowok yang mengaku sebagai kaka nya Arin, tapi kali ini teriakan Arin di iringin isak tangis nya.


"Semua ini gak masuk akal,, mama dan Ana cuma pergi ke Bandung untuk merawat kake yang sedang sakit,, a~aku pasti lagi mimpi buruk,, i~ya,, iya ini pasti hanya mimpi buruk,, °PLAK° (manampar pipi sendiri) bangun Rin,,, BANGUN!! (meneriaki diri sendiri)."

__ADS_1


"Sudah cukup!!,, ini memang salah ku karena baru bisa datang sekarang,, Arin maaf-maaf kan ayah,, mungkin kamu memang butuh waktu,, besok kami akan datang lagi." Ucap tuan William dengan nada sendu


"KELUAR!!,, JANGAN PERNAH DATANG LAGI!!." Teriak Arin


__ADS_2