Apakah Aku Salah

Apakah Aku Salah
#40


__ADS_3

Semalam Arin tidak sempat melihat nama kontak cowo aneh itu, karena Satya sudah bawel menyuruh nya untuk tidur,


Pagi hari nya Arin kembali hanya duduk bosan di kamar rawat inap VIP kelas I nya,


"Dari pada bosen mending coba buka aplikasi NovelToon ah." Ucap Arin ketika teringat ucapan cowo aneh itu semalam


Di tengah-tengah ke asyikan nya membaca novel tiba-tiba Fuji datang, dan kedatangan Fuji berhasil membuat Arin terkejut sakaligus bertanya-tanya,


"Loh,, Ji kamu gak ke sekolah?." Tanya Arin yang penasaran


"Ummm,, iya,, Rin ada yang mau gua omongin ke lo." Ucap Fuji dengan ragu


"Iya ngomong aja kenapa harus gugup gitu sih?." Tanya Arin dengan senyum manis nya

__ADS_1


Dengan penuh ragu Fuji bercerita, mendengar itu Arin sangat-sangat terkejut bada nya bergidik ngeri, mata nya terbelalak, tak ada kata yang bisa dia ucap kan saking terkejut nya,


"Gua tau lo pasti jijik sama gua,, tapi gua harap lo gak jahuin gua..." Fuji terdiam sesaat, kemudian dia mulai mendekat kan wajah nya ke wajah Arin, kini wajah mereka hanya berjarak 15 cm, nafas mereka seperti menyatu, menyadari itu Arin langsung mendorong badan Fuji agar sedikit menjauh dari nya,


"Maaf,, lagi-lagi gua udah kelewatan,, gua gak tau kenapa lo bisa ngebuat gua tergila-gila sama lo,, tapi kalo lo emang mau jauhin gua,, gua terima,, karena gua ini emang menjijikan,, tapi kalo gua boleh jujur gua seneng banget bisa sahabatan sama lo." Ucap Fuji dengan penuh penyesalan


Yah tadi Fuji bercerita bahwa diri nya sudah menyukai Arin sejak mereka duduk sebangku saat MPLS.


"Ji,, aku gak tau harus bersikap atau bicara kaya apa tentang pengakuan kamu,, tapi aku gak bisa ngebalas perasaan kamu,, bukan hanya karena kita sama-sama perempuan tapi karena aku sudah menyukai orang lain sejak dulu,, aku gak akan ngejauhin kamu asal kan kita tetap menjadi sahabat." Ucap Arin dengan badan yang masih bergidik ngeri dan tak berani mentap mata Fuji


"Makasih Rin,, makasih,, akhir nya gua bisa pergi ke Itali dengan perasaan bahagia." Ucap Fuji gembira


"A~apa,, kamu mau ke Itali,, kenapa baru bilang sekarang!." Ucap Arin yang terkejut sekaligus sedih mendengar sahabat nya itu akan pergi ke Itali

__ADS_1


Fuji hanya memeluk Arin dengan air mata yang sudah mulai membanjiri pipi nya, Arin sempat merasa takut dan tidak nyaman setelah mengetahui perasaan Fuji terhadap nya,


Namun Arin tetap membalas pelukan Fuji, karena dia tau bahwa Fuji sekarang sedang membutuh kan Arin sebagai sahabat nya yang percaya pada nya,


"Jam berapa jadwal penerbangan mu?." Tanya Arin yang hendak menenang kan Fuji


"°Hiks°Jam °hiks° lima sore." Jawab Fuji dengan air mata yang masih bercucuran


"Masih ada kesempatan buat kita ngabisin waktu bersama." Ucap Arin


"Lo gak usa ngeyel keluar rumah sakit ya!." Ucap Fuji dengan tegas tapi air mata nya masih tak henti menetes


"Jahat,, kan aku cuma mau ngabisin waktu sama sahabat aku yang bakal ninggalin aku ke Itali." Keluh Arin sambil mengembang kan pipi nya karena kesal

__ADS_1


"Ya udah kita jalan-jalan ke liling rumah sakit aja." Ajak Arin


Fuji mengiyakan ajakan Arin tapi dengan syarat Arin tidak boleh sampai kelelahan dan Arin menyetujui persyaratan yang di ajukan sahabat nya itu,


__ADS_2