
Arin yang bingung mengapa Zara secara tiba-tiba ingin membatal kan acara ulang tahun yang sudah dia persiapan kan dengan meriah itu, langsung menanyai Zara alasan dari pembatalan acara ulang tahun nya, namun Zara hanya berkata untuk menghemat biaya — ya Arin tau betul, bukan itu alasan sebenar nya, karena sangat tidak mungkin karena masalah biaya, sebab persiapan acara pesta ulang tahun Zara sudah 9,9% selesai, hanya tinggal membagi kan sisa undangan saja, juga karena keluarga Zara termasuk kelurga yang cukup kaya di kota mereka, jadi Arin mengira pasti Zara memiliki alasa lain
"Kak plis jujur,, bukan maksud Arin ge'er,, tapi apa alasan kaka batalin pesta ultah kaka itu karena Arin?." Tanya Arin dengan ragu dan malu-malu
"Kaya nya aku ada urusan osis yang belum kelar deh." Ucap Zara untuk kabur dari pertanyaan Arin itu
Tapi Arin langsung menahan tangan Zara, dan dengan tatapan mata tajam Arin berkata "Kak,, Arin akan ngerasa bersalah banget kalau kaka batalin pesta ultah kaka."
"Haih,, anak satu ini,, kenapa sih kamu gak bisa aku bohongin,, (menarik nafas panjang),, oke kita akan nyebar undangan nya." Ucap Zara
"Karena calon bibi aku yang satu ini tuh terlalu baik." Goda Arin
Zara yang mendengar itu langsung merona dan langsung membungkam mulut Arin,
__ADS_1
"Ssstt,, jangan panggil aku kaya gitu nanti ada yang dengar." Bisik Zara kepada Arin
Karena mulut Arin di bungkam, ia tidak bisa menjawab, jadi ia hanya mengangguk kan kepala nya,
Sebenar nya Zara ingin hubungan nya dengan Leo bisa di publikasi kan, namun dia lebih tidak ingin jika ada gosip yang tidak baik tentang Leo dan dia tidak ingin Leo di cap sebagai pedofil,
Setelah itu mereka membagi kan sisa undangan ulang tahun Zara, saat mereka sudah selesai membagi kan undangan, mereka beristirahat di kantin, dan saat di kantin tiba-tiba ada seorang guru yang menegur mereka,
Ya sebenar nya meski guru tidak ada saat jamkos, tidak seharus nya siswa bermain-main atau berkeliaran di luar kelas, karena meski jamkos guru tetap akan memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan jam mata pelajaran nya,
"Noh pak (melirik speaker yang terpasang di ujung atap kantin),, bel istirahat udah bunyi,, berati kita gak bolos kan." Ucap Satya membela diri
"Kalian itu sudah ada di kantin sebelum bel istirahat berbunyi,, ini lagi (menunjuk Zara),, kenapa bendahara osis ikut-ikutan bolos sama adik kelas nya,, kalian mau langsung mendapat sangsi dari saya atau mau ke ruang BK dulu?." Tanya guru itu dengan muka sangar nya
__ADS_1
"Ma~maaf pak,, kita pamit ke ruang BK dulu pak." Ucap Zara dengan tegas dan langsung menarik Arin untuk pergi
Setelah mereka sampai di ruang BK, berkat penjelasan Zara mereka bisa terbebas dari hukuman maupun poin pelanggaran,
.
.
Kini mereka sedang berbincang-bincang di gazebo,
"Huff (menarik nafas panjang),, untung saja ada kak Zara,, kalau gak tadi kita bisa dapat poin atau hukuman lain." Ucap Arin
"Kita di bebasin dari sangsi karena kita emang gak salah-salah amat." Ucap Arka dengan santai nya
__ADS_1
Mendengar ucapan Arka yang seolah merasa diri nya tidak berbuat salah, langsung membuat Zara menatap nya dengan tajam, sedang kan Arin dan Satya hanya tertawa kecil.