
Saat pelajaran akan di mulai namun Arin belum juga kembali ke kelas, Satya dan Arka menjadi khawatir, dan mulai mencari ke tempat yang selalu Arin datangi namun mereka sama sekali tidak bisa menemu kan Arin, bahkan mereka sampai menghampiri Zara di kelas nya tapi tetap saja tidak ada yang tau Arin ke mana, Zara yang juga khawatir dengan Arin langsung mengajak Satya dan Arka ke ruang CCTV,
Di ruang CCTV mereka hanya dapat melihat Arin saat sedang berpamitan dengan Satya dan Arka, aneh nya CCTV setelah itu rusak, seperti ada yang sengaja merusak nya — ya pasti nya anggota geng Nadin yang lain nya yang merusak CCTV itu, namun Zara, Satya dan Arka yang tidak mengetahui hal itu semakin khawatir dengan Arin.
"Tunggu dari CCTV yang di rusak ini...
Zara tidak melanjut kan ucapan nya dan langsung berlari ke suatu tempat
Satya dan Arka langsung mengejar Zara,
"Ki~ kita mau ke mana sih ini?." Tanya Arka sambil berlari
Tapi Zara hanya fokus berlari dengan wajah cemas nya dan tidak menjawab pertanyaan dari Arka, dia terus berlari dan ternyata dia pergi ke arah gudang, tak lama kemudian mereka sampai di depan gudang,
__ADS_1
"Sat,, kita gak ada kunci gudang kamu bisa gak dobrak pintu gudang ini,, aku rasa Arin ada di dalam." Ucap Zara yang sedang panik
"Wow tunggu dulu kita gak boleh merusak fasilitas sekolah atau kita akan dapat po...
Arka tidak dapat melanjut kan ucapan nya karena Satya sudah duluan mendobrak pintu gudang itu, dan betul saja ternyata Arin sedang terkapar di lantai gudang yang kotor itu,
Secepat kilat Satya langsung menggendong Arin dan membawa nya ke UKS,
"Kak Arin pasti bakal sedih saat dia sadar dan melihat kak menangis karena dia." Ucap Satya berusaha menenang kan Zara
Zara langsung mengusap air mata nya sambil berkata, "Ma~maaf aku gak tau kenapa air mata ini menetes begitu aja."
"Wah kak,, kaya nya bendungan di mata kaka perlu di perbaiki tuh biar gak ada yang bocor lagi,, hahaha." Ucap Arka berusaha menghibur Zara
__ADS_1
"Otak mu kaya nya yang perlu di perbaiki,, hahaha,, makasih Satya dan Arka karena sudah menghibur ku." Ucap Zara
"Dih kenapa berterimakasih ke Satya juga!?,, kan dia gak ada ngapa-ngapain kak." Ucap Arka sambil menatap Satya dengan sinis
"Kekanak-kanakan,, bilang suka sama Arin,, tapi saat Arin sedang dalam bahaya kaya sekarang,, kamu masih sempat-sempat nya iri sama aku,, dasar fakboy." Sindir Satya
"Apa,, ternyata Arka juga suka sama Arin ya?." Tanya Zara dengan sedikit menggoda Arka
Mendengar pertanyaan Zara itu membuat pipi Arka merona, sekarang pipi Arka seperti tomat merah, untuk menutupi pipi nya yang merona, Arka langsung membalas perkataan Satya,
"Heh aku gak pernah mendekati atau menipu perempuan hanya agar bisa berhubungan seksual denga mereka ya,, jadi aku bukan fakboy,, dan lagi siapa juga yang iri sama kamu ge'er,, cinta ku untuk Arin itu tulus,, aku gak kaya seseorang yang bisa nya hanya menyakiti perasaan Arin." Ucap Arka dengan tegas berusaha membela diri nya dan sedikit menyindir Satya
"Kalian ini bisa berhenti ribut gak sih!,, kasian Arin!." Bentak Zara tiba-tiba dengan wajah galak nya, mebuat mereka langsung terdiam
__ADS_1