
Arin yang sudah mulai tersadar dari pengaruh obat tidur, mulai membuka mata nya, yang dapat terlihat oleh mata inda nya itu hanya, ada dinding-dinding tua yang kumuh dan beberapa prabotan yang usang, seperti ia sedang berada di gudang yang terbengkalai cukup lama,
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang mendekat, mendengar langkah kaki itu Arin langsung menutup matanya kembali, dan berpura-pura bahwa dirinya masih di bawah pengaruh obat tidur,
Langkah kaki tadi semakin mendekat pada nya, terdengar suara gaduh mereka sedang membicarakan Arin yang tak kunjung sadar, ada pula yang merasa khawatir dengan tindakan mereka yang menculik Arin,
Dari suara-suara itu Arin menduga bahwa jumlah mereka sekitar lima belas orang,
"Kak Rey,, bagai mana ini?,, dia gak bangun-bangun,, anak-anak yang lain juga khawatir sama rencana ini." Ucap salah seorang dari komplotan penculik itu,
"Dasar lemah,, siapa pun yang berani nge~gagalin atau gak setuju sama rencana ini bakal habis di tangan ku." Ancam Rey dengan nada tinggi,
Arin menduga bahwa orang yang di panggilan Rey itu lah bos mereka dan dalang dari penculikan nya ini,
"Kalau dia belum sadar juga,, ya,, siram aja,, kenapa kalian ini beg* betul,, masalah sepele kaya gini aja harus aku yang turun tangan." Ucap Rey dengan kesal
__ADS_1
Sesuai perintah, salah seorang dari komplotan penculik itu segera mengambil air dan menyiram kan air itu ke tubuh Arin, padahal malam itu udara nya begitu dingin, sehingga membuat badan Arin menggigil kedinginan.
"Bagai mana rasanya?,, dingin?,, apa sekarang kamu sudah sadar!!,, atau mau di siram lagi biar otak mu itu bisa tercuci bersih!!." Geretak Rey
"A~apa yang kamu maksud?,, ke~napa kalian men~culik aku,, apa~kah aku ada salah sama kalian?." Tanya Arin dengan suara yang terbata-bata karena kedinginan
Arin memperhatikan sekeliling, dari mata nya terlihat beberapa cowo yang ia kenal,
Betapa terkejut nya Arin karena, orang yang ia kenal itu adalah sekumpulan penculik yang tidak lain adalah kumpulan beberapa cowo yang pernah di tolak Nadin,
Sontak Arin langsung bertanya "A~apa,, kalian menculik aku ada hubunga nya dengan Nadin?"
Sebenernya Nadin itu ada salah apa sama kamu (bertanya dengan nada tinggi),, sampe kamu tega nyiksa dia,, dan nyuruh dia buat nolak semua cowo yang menyatakan cintanya." Ucap Rey
"Hah! (terkejut),, aku nyiksa Nadin?,, kaka-kaka semua kayanya sudah kemakan sama sandiwara nya Nadin,, aku gak pernah berbuat jahat ke dia,, malah dia yang selalu nge~bully aku." Jelas Arin
__ADS_1
Mendengar penjelasan Arin itu Rey menjadi murka, baginya Nadin tidak mungkin membohongi diri nya, Arin lah yang sedang membohongi nya,
°PLAK° Rey yang murka menampar pipi lembut nan tembem milik Arin dengan sangat keras, sampai telapak tangan milik Rey membekas di pipi Arin,
Arin menangis tersedu-sedu, bukan hanya karena rasa tamparan itu begitu menyakitkan tapi juga karena mereka tidak percaya dengan kejujuran Arin malah lebih percaya dengan sandiwara yang di buat Nadin.
"Sakit kan!,, kenapa gak senang karena sebelum nya,, kamu begitu senang menyiksa Nadin,, dan sekarang giliran kamu yang kami siksa!!." Ucap Ray dengan senang nya
Namun Arin tak sanggup menjawab, badanya seperti membeku kedinginan dan dia tau apa pun yang akan dia ucap kan tidak akan di percaya karena mereka hanya mempercayai sandiwara Nadin, dan jika ia berani melawan makan dia akan semakin tersiksa, karena itu, hanya air mata nya yang sanggup menetes tanpa henti, mengutarakan kesedihan yang tidak dapat ia ucap kan.
______________________________________
Karena kita dalam suasana lebaran di hari pertama, saya author "Apakah aku salah?", kembali Update episode baru😊
Saya☝ sekeluarga👪 mengucapkan Selamat👏 hari raya Idulfitri 1 Syawal 1441H🙌, Mohon maaf lahir dan batin🙏,
__ADS_1
Taqabbalallahu minnaa wa minkum😊
______________________________________