
Ke esokan hari nya saat pulang sekolah, Arin sedang pergi sendiri ke kafe yang terletak tidak jauh dari gang rumah Arin,
Di kafe itu Arin melihat cowo asing yang menyelamat kan dia dulu sedang berkumpul dengan teman-teman nya, tidak sengaja dia mendengar kalau cowo itu tengah menyebut kan nama nya.
Dan dari pembicaraan mereka Arin mengetahui kalau sebenarnya mereka sudah pernah melihat Arin satu hari sebelum mobil cowo asing itu menabrak Arin yang sedang patah hati,
Kebetulan saja target taruhan mereka kali ini malah muncul sendiri ke hadapan cowo asing itu,
Akhir nya Arin berhasil memecah kan misteri kenapa cowo itu bisa bersikap baik terhadap nya selama ini.
"Kalian tau cewe yang waktu itu nama nya Arin Natalia,, sebentar lagi aku bisa dapetin dia,, jadi kalian harus meyiapkan mobil dan duit sepuluh juta yang kalian janjiin,, karena seperti biasa aku pasti akan bisa memenang kan taruhan kali ini." Ucap cowo asing itu dengan sombong nya
"Ka,, lu jangan banyak omong mending bukti in aja!." Ucap salah satu teman nya
Mendengar itu Arin langsung menghampiri meja mereka, sebelum menghampiri mereka Arin mengingat-ingat nama cowo asing itu.
"Halo (tersenyum paksa),, kaya nya kalian harus ngasihin mobil dan uang sepuluh juta yang kalian janjiin ke Arka hari ini juga!." Ucap Arin dengan sedikit tegas menahan kekesalan nya
__ADS_1
Akhir nya teman-teman Arka mengakui ke hebatan Arka dalam menaklukan seorang gadis yang bahkan belum ia kenal.
Arin langsung pergi meninggal kan mereka karena ia tak ingin berlama-lama di sana atau dia tidak akan bisa menahan kekesalan nya lagi.
Ketika Arin berlari, Arka langsung mengejar nya, dan mulai menjelas kan semua nya,
"Udah gak papa (tersenyum paksa),, ini bukan yang pertama kali nya ada orang yang jadiin cewe gemuk kaya aku ini sebagai bahan taruhan,, aku tuh cuma bingung aja sama kalian kenapa sih cewe gemuk yang harus jadi korban kalian!?,, kenapa kalian mudah banget mempermain kan perasaan orang lain!?." Ucap Arin yang tidak bisa menahan emosi nya lagi
"Ma~maaf." Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Arka
"Kamu makin cantik kalau tertawa,, tenang aja nanti kita bagi hadiah nya." Goda Arka
Arin memukul pelan bahu Arka, mereka sedang berjalan bersama sambil bercanda gurau,
"Aku pulang sekarang ya." Pamit Arin
Tapi Arka menarik tangan Arin menahan nya agar tidak pulang dulu, ternyata dia ingin meminta nomor hp Arin,
__ADS_1
Arin sempat ragu untuk memberikan nomor nya, tapi Arka berhasil menyakin kan Arin kalau dia tidak punya niat jahat, dia hanya ingin bisa menjadi teman Arin.
Setelah Arin memberikan nomor nya, Arka memaksa akan mengantar Arin sampai depan rumah karena dia takut jika ada yang melaku kan hal buruk kepada Arin,
Kini mereka sedang berjalan bersama di bawah sinar bulan yang indah,
"Waktu itu kamu lagi patah hati ya?." Tanya Arka yang mengungkit kejadian Arin yang tertabrak mobil nya
Arin mengangguk kan kepalan nya dengan berat,
"Pacar mu selingkuh ya." Ucap Arka
"Aku gak punya pacar tau!,, waktu itu aku kacau karena orang yang aku cintai dari kecil sudah punya tunangan!." Jelas Arin
"Eh kenapa aku malah cerita ini ke kamu!." Tanya Arin yang merasa bingung terhadap diri nya sendiri
Arka tertawa kecil dengan sikap Arin, menurut nya Arin sangat imut dan berbeda dengan gadis-gadis yang pernah ia temuin.
__ADS_1