
Pagi hari yang cerah, matahari bersinar begitu terang, udara yang sejuk dan cuaca yang begitu bersahabat membuat para pelayan dirumah mewah keluarga Adijaya bersemangat mengerjakan tugas mereka masing masing. Begitu pula dengan keluarga Adijaya yang seperti biasa memulai hari
dengan sarapan.
Dito, Boy, Vino :"Selamat pagi". Ucap mereka bertiga bersamaan dengan sikap mereka yang dingin tersebut.
Pak Arman, Bu Sinta :"Pagi". Jawab mereka
sambil tersenyum.
Pak Arman:"Dito, apa klien kita dari luar negeri
jadi datang untuk rapat hari ini?"
Dito :"Jadi pa". Jawab Dito singkat.
Bu Sinta :"Boy, Vin, bagaimana dengan kuliah
kalian. aman?"
Boy, Vino :"Aman kok ma."
Setelah itu, mereka semua langsung diam dan menghabiskan makanan mereka masing masing.
Setelah selesai makan, Dito dan Pak Arman berangkat ke kantor, sedangkan Boy dan Vino pergi ke kampus.
DI KAMPUS
Udara yang sejuk serta pepohonan yang rindang membuat suasana kampus begitu nyaman. Seperti biasanya, Boy dan Vino berjalan menyusuri lorong panjang kampus dengan sikap mereka yang dingin dan arogan. Dengan sikap mereka yang seperti itu, banyak orang yang membenci mereka maskipun mereka mampunyai wajah yang tampan dan berkharisma. Contohnya saja 2 gadis yang cantik dan juga kaya yang bernama Yasmin Hermansyah. Ayahnya adalah seorang dokter. Dan Jihan Wiguna. Orang tuanya mempunyai pekerjaan yang sama seperti keluarga Adijaya. Yasmin dan Jihan adalah sahabat sejak kecil. mereka sama sama menyukai membawa motor gede. Jadi, wajar kalau mereka berdua sering memakai pakaian seperti anak motor dengan rambut yang dibiarkan terurai panjang yang membuat mereka terlihat berbeda dengan wanita lainnya.
Karena bel kampus sudah berbunyi, Yasmin dan Jihan berlari dan tak sengaja menabrak Boy dan Vino yang berjalan dengan santai sambil menikmati suasana kampus yang nyaman. Sontak hal itu membuat Boy dan Vino menghentikan langkah mereka.
Yasmin, Jihan :" Aduuuuhh....aaawww. Kalau
jalan itu lihat lihat dong."
Mendesah kesal.
Yasmin :" Malah diam lagi. Emang dasar."
Boy :"Kenapa?!." Menatap tajam Yasmin.
Yasmin :"duhh... kok dia lihat aku kayak gitu
sih... kan jadi takut." Batin Yasmin.
Vino :" Dasar gak jelas." Melirik tajam.
Jihan :" Kalian tuh yang gak jelas. Dasar
__ADS_1
manusia aneh."
Vino hanya diam dan menatap Jihan dengan tatapan yang tajam dan meninggalkan mereka begitu saja.
Di sisi lain
DI PERUSAHAAN ADIJAYA
Dito yang sedang memimpin rapat tersebut terlihat sangat tampan dan berwibawa dengan kecerdasan yang ia miliki. Tak terasa, rapat pun selesai. Setelah semua karyawan mulai meninggalkan ruang rapat, terlihat Pak Arman sedang memegang bagian dada serta meringis kesakitan. Dito yang melihat papanya tersebut langsung mendekatinya.
Dito :" Pa... kenapa, jantung papa kambuh
lagi?." Terdengar suara Dito khawatir,
tapi wajahnya seperti biasa hanya
datar tanpa ekspresi.
Pak Arman memang sudah lama menginap penyakit jantung. Oleh karena itu, Pak Arman menyuruh anak tertuanya itu untuk meneruskan mengurus perusahaanya setelah anaknya pulang dari kuliahnya dari luar negeri.
Pak Arman:" Iya... Dit. Jantung papa kambuh
lagi."
Dito :" Yaudah kita kerumah sakit sekarang."
Sesampainya di rumah sakit, beberapa perawat langsung membawa Pak Arman ke ruang perawatan. Dito langsung menelpon mamanya.
Dito :"Halo ma.... papa masuk rumah sakit
karena jangungnya kambuh lagi."
Ibu Sinta yang mendengar itu langsung panik dan bergegas menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Ibu Sinta langsung menemui dokter dan juga Dito.
Bu Sinta :"Pak Duta gimana keadaan suami
saya." Tanya Bu Sinta khawatir.
Pak Duta :"Bu Sinta tenang saja. Keadaan Pak
Arman baik baik saja."
Pak Arman :"Duta, terima kasih ya, karena
kamu sudah mau merawat saya.
Pak Duta :"Iya sama sama Man."
__ADS_1
Pak Arman dan Dokter Duta sudah berteman sejak lama. Sejak Pak Arman merawat dirinya dirumah sakit ini. Bahkan Dokter Duta dan Pak Arman ingin menjodohkan anak mereka yang tak lain adalah Yasmin dan Boy. Yasmin dan Boy belum mengetahui rencana tersebut. Dokter Duta hanya tinggal bersama putri satu satunya yaitu Yasmin semenjak ibunya Yasmin meninggal.
Pak Duta :"Untuk pemulihan jantung Pak
Arman, saya akan panggilkan
dokter pribadi sekaligus dokter
keluarga untuk kalian."
Tak lama datang seorang wanita anggun dan cantik yang tak lain adalah Dokter Galuh Wirawan. Dokter yang akan merawat Pak Arman serta juga untuk Keluarganya. Dia dokter muda yatim piatu. Orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan saat dia kecil. Dia tinggal bersama pamannya Dokter Duta. Dia mengikuti karir pamanya itu menjadi dokter.
Pak Duta :"Ini ponakan saya yang akan
merawat Pak Arman dan juga
keluarga kalian."
Galuh :"Nama saya Galuh tante, om."
Tersenyum.
Bu Sinta :"Iya... kamu cantik dan manis ya..."
Pak Arman :"Iya nih... kayaknya cocok untuk
anak saya."
Seketika Dito pun terbatuk dan salah tingkah akan perkataan papanya itu. Jantungnya terasa berbeda dan berdetak begitu tidak karuan. Sedangkan Galuh yang juga mendengar perkataan Pak Arman begitu terkejut dan jantungya merasakan apa yang dirasakan oleh Dito.
Dito yang tak tau mau ngomong apa dan juga perasaanya sudah bercampur aduk, akhirnya ia memutuskan untuk berpamitan hendak ke kantor.
Dito :"Emmm... Dito mau ke kantor ya.
Soalnya, masih ada pekerjaan yang
belum di selesaikan."
Dito pun segera meninggalkan ruang perawatan dengan wajah yang seperti biasanya. Sementara Galuh juga berpamitan untuk mengurus surat surat perawatan untuk Pak Arman.
**BERSAMBUNG
*TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊***
TERIMAH KASIH
__ADS_1