
DI KAMPUS
Jam pelajaran di kampus selesai. Seluruh siswa sudah mulai meninggalkan kampus. Begitu pula dengan Boy dan Vino. Tiba tiba dari arah belakang mereka, Yasmin dan Jihan berteriak memanggil nama mereka. Seketika Boy dan Vino terkejut.
Yasmin, Jihan :"Boooyyy.... Viiinnooo....." Berteriak kesal.
Boy dan Vino kemudian menoleh kebelakang dan mereka hanya diam sambil melihat Yasmin dan Jihan berteriak sambil berlari ke arah mereka.
Yasmin :"Dasar cowok aneh. Bukannya minta maaf, malah pergi gitu aja. Dasar." Kesal.
Jihan :" Urusan kita belum selesai."
Vino :"Urusan yang mana?" Datar.
Boy :"Kalian tuh yang aneh. Jalan gak lihat lihat."
Yasmin :"Kalian lah yang aneh."
Jihan :"Udah.... mendingan sekarang kita selesain dulu masalah kita tadi. Gak usah pada ribut."
Vino :"Kalian yang ribut." Menatap tajam Jihan.
Jihan :"Kamu kira aku takut sama tatapan kamu hah."
Vino hanya diam. Ditengah keributan mereka, Seketika Mobil mewah berhenti. Ternyata yang datang adalah Dito. Dito datang ke kampus untuk memberitahu pada kedua adiknya kalau papa mereka masuk rumah sakit.
Boy :"Kak Dito. Kenapa kesini?"
Dito :"Papa masuk rumah sakit. Tapi kondisinya baik baik saja. Kalian jangan khawatir." Datar.
Vino :"Yaudah kita ke rumah sakit."
Mereka bertiga langsung pergi kerumah sakit. Tanpa mereka sadari kalau mereka telah melupakan 2 gadis yang sedang menatap 3 orang kakak beradik itu.
Yasmin :"Ya Tuhan.... kakak beradik sama saja ya. sama sama aneh."
Jihan :"Papanya lagi sakit, bukanya khawatir tapi mala santai." Kesal.
Yasmin :"Yaudah Ji. Aku duluan ya. Soalnya aku mau kerumah sakit. Ketemu sama papaku."
Jihan :"Ok yaudah. Aku juga udah mau pulang nih."
Mereka pun Berlalu meninggalkan kampus dengan motor gede mereka.
__ADS_1
DI MOBIL
Dito :"Boy, Vin. Siapa 2 gadis yang bareng kalian itu."
Seketika Boy dan Vino mendengar perkataan Dito, mereka langsung terkejut. Mereka lupa kalau tadi mereka sedang ribut dengan 2 gadis itu.
Boy :"oh iya tadi kan kita lagi ribut sama mereka." Datar.
Vino :"Oh iya ya." jawab singkat.
Dito :"Emang ada masalah apa kalian."
Boy :"Gak kok kak."
Vino :"Mereka aja yang cari ribut."
Tak terasa akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang perawatan. Di sana tampaklah Dokter Duta, dan kedua orang tua mereka. Selain itu adapula Dokter Galuh.
Vino :"Papa gak apa apa."
Boy :"Kalo papa sakit, seharusnya papa gak usah ke kantor tadi." Datar.
Pak Arman :"Papa gak apa apa kok nak. Lagupula papa udah di tangani sama Pak Duta."
Pak Duta :Tersenyum
Boy :"Kalau gitu, aku mau ke toilet dulu."
Tiba tiba datang seorang gadis masuk kedalam ruang perawatan yang tak lain adalah Yasmin. Sontak membuat Boy yang ingin ke toilet mendadak menghentikan langkahnya. Begitu pula dengan Yasmin
Yasmin :"Ka...ka..kamu. Ngapain kamu disini?"
Boy hanya diam. Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut terkejut. Terutama Pak Duta dan Pak Arman.
Pak Duta :"Jadi kalian udah saling kenal?" Tersenyum.
Yasmin :"Jadi.....papanya Boy sama Vino itu om Arman." Batin Yasmin.
Pak Arman :"Boy itu Yasmin anaknya Dokter Duta." Tersenyum.
Boy :"Ohhh.... jadi anaknya Pak Duta itu Yasmin." Batin Boy.
Vino :" Trus yang satunya lagi mana." Menatap lekat Yasmin.
__ADS_1
Yasmin :" Emmm... maksud kamu Jihan?" Tanya Yasmin menyelidik.
Vino :"Iya". Datar.
Yasmin :"Eee.... Jihan tadi, dia udah pulang duluan."
Vino diam. Tak lama, Bu Sinta menyuruh anak anak untuk keluar sebentar. Termasuk dengan Galuh juga. Karena ada hal yang harus di bicarakan khusus untuk orang tua.
Didalam terlihat Pak Arman, Dokter Duta, dan Bu Sinta sedang membicarakan hal yang cukup serius. Yaitu tentang siapa lagi kalu bukan anak anak mereka.
Pak Arman :"Duta, jujur saya sangat senang melihat Boy dan juga Yasmin sudah saling kenal." Tersenyum.
Pak Duta :"Sepertinya kita memberitau mereka kalau mau di jodohkan."
Bu Sinta :"Pak Duta, sepertinya jangan dulu. Kita tunggu saja sampai mereka lulus kuliah."
Pak Arman :" Benar kata istri saya Duta. Kan sudah tidak lama mereka akan lulus kuliah."
Pak Duta :"Sepertinya bagus. Baiklah kalau begitu. Saya setuju."
Bu Sinta :"Emmm...jujur saya ingin memberitah sesuatu pada kalian berdua." Ragu.
Pak Duta, Pak Arman :"Apa?"
Bu Sinta :"Bagaimana kalu kita nikahkan saja dulu Dito sama Galuh. Sepertinya Galuh anak yang baik. Lagipula saya juga ingin melihat Dito menikah. Karena selama ini Dito juga belum memiliki pasangan yang cocok untuknya." Tersenyum.
Pak Arman :"Ya... saya juga sebenarnya setuju setuju saja. Tapi, bagaiman dengan pendapan kamu Duta? Apakah kamu juga setuju?"
Pak Duta :"Wahhh... saya sangat setuju Man. Kenapa kita tidak pikirkan dari tadi saja."
Bu Sinta :"Ya sudah kalau begitu.... besok kita bicara dengan Dito dan Galuh ya."
Pak Duta, Pak Arman :"Baiklah." Tersenyum bahagia.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH
__ADS_1