
Jihan langsung menarik tangan Yasmin ke luar rumah. Boy yang penasaran dengan mereka, langsung mengikutinya dan menguping pembicaraan mereka.
Yasmin :"Apa yang kamu mau omomgin Ji..." Penasaran.
Jihan :"Jadi... sebenarnya, tadi itu Vino ngajak aku pacaran sama dia." Ragu.
Perkataan Jihan langsung membuat Yasmin syok seakan akan tidak percaya dengan apa yang dibilang oleh sahabatnya itu. Semantara Boy yang menguping pembicaraan mereka pun ikut syok. Boy langsung pergi ingin bicara dengan Vino.
Yasmin :"Kamu serius Ji." Terkejut.
Jihan :"Iya."
Yasmin :"Terus kamu terima gak?"
Jihan :"Belum. Justru aku ngomong sama kamu buat minta pendapat kamu."
Yasmin :"Emmm... menurut aku sih mandingan kamu terima aja Ji. Soalnya juga kan orangtua kalian sahabatan." Tersenyum.
Jihan hanya diam seakan dia ragu untuk menerima Vino dihatinya. Sementara di sisi lain, Boy mendapati Vino sedang duduk di taman. Boy langsung menghampirinya.
Boy :"Vin. Tadi aku dengar pembicaraan Jihan sama Yasmin, kalau kamu nembak Jihan." Datar.
Vino :"Iya."
Boy :"Nekat banget kamu."
Vino :"Jadi, semenjak aku ketemu sama Jihan, rasanya beda. Kayak lain aja." Datar.
Boy :"Terus."
__ADS_1
Vino :"Ya....Aku coba."
Boy :"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta." Batin Boy.
Vino :"Terus, Jihan terima aku gak."
Boy :"Masih dipikir pikir katanya."
Boy dan Vino seketika terdiam. Tak lama seseorang memanggil nama mereka. Ternyata itu adalah Dito. Boy dan Vino langsung terkejut.
Boy, Vino :"Dito."
Boy :"Kak kok di sini." Datar.
Dito :"Emangnya ga boleh."
Vino :"Terus, kak Galuh gimana." Datar
Dito :"Kenapa."
Vino :"Kok bengong."
Boy :"Kamu gak cinta sam...." Kata kata dito tiba tiba terhenti. Dito langsung cepat angkat bicara.
Dito :"Gak."
Kemudian Bu Sinta memanggil Dito, Boy, dan Vino karena tamu tamu akan segera pulang. Bu Sinta dan mereka bertiga pun masuk kembali kedalam rumah dan melayani tamu tamu yang akan segera pulang.
Malam hari pun tiba. Pak Duta dan keluarganya sudah pulang. Hanya Galuh yang tetap tinggal, karena dia sudah menjadi bagian keluarga Adijaya. Bu Sinta menyuruh Galuh membawa barang barangnya kedalam kamar Dito. Boy dan Vino sedang makan malam, karena tadi siang mereka belum makan.
__ADS_1
DI KAMAR DITO
Galuh memegang gagang pintu dan membukanya. Setelah dia masuk kekamar, dia melihat lihat suasana kamar itu sangatlah nyaman. Bola matanya tak kunjung berhenti mengelilingi setiap sudut ruangan kamar, karena baginya kamar suaminya itu sangatlah bersih.
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka. Ternyata Dito baru selesai mandi. Dia hanya memakai handuk yang tergulung sampai ke pinggangnya saja. Terlihat tubuh Dito yang putih bersih dan atletis dengan roti sobek yang ada pada perutnya. Galuh yang tak sengaja melihatnya, langsung menutup matanya dan menghadap dinding. Dito melihat Galuh pun langsung terkejut.
Dito :"Kenapa kamu begitu."
Galuh :"Ya Tuhan... kenapa dia tidak langusung pakai baju saja dari kamar mandi." Batin Galuh.
Dito :"Taruh saja kopermu di ruang ganti. Dan habis itu kamu mandi. Airnya sudah kusiapkan.
Galuh :"Terima kasih." Tersenyum.
Dito :"Dan jangan lupa bangunkan aku besok jam 6 pagi.
Galuh :"Iya."
Galuh langsung menaruh kopernya di ruang ganti, dan langsung ke kamar mandi. Sementara Dito sedang ganti baju.
Setelah Galuh keluar dari kamar mandi, Dito langsung menyuruhnya tidur karena sudah malam. Galuh pun mengangguk dan langsung tidur bersama dengan Dito.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
__ADS_1
TERIMAH KASIH